
Ah..
Egkhhh... Bruttt...!! Aahh.. leganya aku, bisa setor sambil bertapa begini. Nyaman, tentram tanpa diganggu Aruni yang suka panggil - panggil kala aku santai begini.
''Huuffttttt..... Hoghh..hhhh...!'' Asap rokok yang keluar dari mulut Agastya menyeruak keluar melewati ventilasi kamar mandinya, dengan menyesap satu batang rokok ditangannya Agastya sudah mendapatkan beberapa ide mengenai nama - nama calon baby twinsnya.
''Hihi.. lucu juga, ideku banyak banget. Tapi kira - kira Aruni mau gak ya kalau namanya ada unsur - unsur seperti itu?''
Brakkk....
Brakkk....
Brakkk.........!!
"Mas, lagi ngapain sihh? Lama amat! Katanya kamu cuma sebentar! Aku kebelet pipis nih!"
"Astaga istriku, baru aja aku membatinnya malah nongol! Panjang umur banget dong," gumam Agastya sambil geleng- geleng.
"Aku lagi cari inspirasi dek, soal pekerjaan! darurat ini! Kamu pipis di kamar mandi depan aja ya! Apa di belakang aja sama ibu."
Sebel... Sebel! Ishh.. Bosen sama suami sendiri kalau modelnya kaya gini! Cuma pipis aja tak di bukain pintu, harusnya kan juga pengertian. Dibukain dulu lah, di tanyakin mau apa! Di tawarin mau apa! Ini masalah pipis aja pelitnya naudzubillah!!
Aruni berjalan menuju dapur sambil mengehntak - hentakan kakinya sedikit penuh tekanan di lantai.
__ADS_1
...****************...
Agastya memarkirkan mobilnya di kawasan keramat karena ini penting baginya, padahal pinggir sendiri, biar gampang sampai koridor kantornya tanpa harus memutar arah.
"Pagi Ndan! Tambah cerah aja nih ndan, bagi rahasia dong!" Ledek para kaum loyalitas bawahan Agastya di post itu.
"Wahh.. Apa aku tak salah lihat kah? Papanya Percy Jackson datang. Sugar dady tampak sudekat, beta harus banyak belajar dengan Ko ya!" Sapaan junior papua itu. Hitam manis gimana gituhh.
"Kalian ini gak bosen apa godain saya mulu. Cari anak cewek di luar sana, masa godain saya mulu kan malu aku. Masa tampang tampang membahana layaknya Siwunn ini dikagumi kalian. Pantas pada jomblo - jomblo, pengagum Om - Om sihh!" Agastya mendengus kesal kala mendengar komentar beberapa netizen di awal pagi ini.
Drap...
Drappp
Drap..
Berjalan menyusuri lorong dengan tegap dan keren karena aku selalu merasa bujang, banyak yang segan padaku karena aku ringan tangan membantu semuanya, mulai dari junior sampai senior tanpa aku beda - bedakan pangkatnya. Hmm.. Tak terasa masa bujangku dah habis, sekarang tinggal mikir bagaimana beli susu kalau anak tiga. Aahhh.. bangganya aku sekali tembak dalam, berbuah manis kecebong tiga! Mana kembar lagi!
"Ndan, selamat yaa.. Semoga besok sertijab enggak hoek - hoek lagi! Hahaha." Erik berlari menuju kantor depan yang biasa dipakai untuk persiapan apel pagi.
"Wihh.. Calon bapak baru nih, gimana mual - mualnya sudah keluar semua belum?" Ledek Indra
"Kalau belum sini mas aku bantuin. Adek gak tega liat mas seperti itu. Mas harus sehat buat anak - anak kita!"
__ADS_1
Indra menirukan gaya bicara Aruni yang sedikit di lembut - lembutkan agar bisa menjadi bahan hiburan untuk semua.
"SONTOLOYO!!!"
...****************...
"Ahh.. Bagusnya begini! Ehmmm... Ternyata bukan! Hmm.. Gini aja deh! Wahh nah ini bagus."
Foto pernikahan kedua insan itu sudah terpampang nyata di meja kerja Agastya. Masih belum percaya bahwa ia sudah laku, Agastya mah kebangetan ya gaes ya!! Masih aja merasa sok elegan. Beruntung Aruni sabar!
Ya gak? Ya gak? ya iyalah, masa enggak!
Tringgg....
Tringgg....
Tringgg....
Tringgg....
''Ya hallo sayang? Ada apaan sayangku, hem? Bilang cepat!''
'' Pengen dipelukk''
__ADS_1