
''Dek, mas berangkat ya! Kamu nanti kalau udah selesai tunggu aja di rumah ibu. Jangn kemana -mana, gaboleh pergi jauh - jauh!''
''Kenapa?'' Tanya Aruni dengan polosnya
''Nanti ketilang!''
...Jedyarrrr.... Aruni tersindir ucapan suaminya.Kini dia merasa harus menjadi teladan bagi istri polisi yg lainnya. Helm,jaket, sarung tangan, kaus kaki tentu pakai....
...****************...
'' Ibu! Aruni pulang Assalamuallaikum!'' Hoekkk.... hoekk.. hoekk!'' Tubuh Aruni kemas sekali, ia merasa banyak burung beterbangan di sekitar kepalanya.
'' Nduk? kamu kenapa? Kita ke rumah sakit aja ya! Ibu ndak bisa liat kamu kaya gini, masuk dulu ibu tak ambil tas!'' Bu Ratmini khawatir anaknya jatuh sakit kelelahan acara kemarin.
''Sudah buk! Aruni mau istirahat saja! Tak apa kok bu, sudah.. sudah.! Tak usah khawatir, Runi setrong kok melebihi semen Bima!'' Hehehe.... tawa Aruni meringis sambil menutupi rasa mualnya.
''Kamu baik - baik saja? Beneran.. Kamu gak kena sawan kan?'' Bu Ratmini menatap intens anak perempuannya.
''Hah?? Ibu ini kenapa sih? Anak tercantik ibu baru aja balik kerja loh, masa ibu tanya sawan. Ihh.. ibu ngadi - ngadi deh!'' Aruni cemberut memanyunkan mulutnya.
__ADS_1
''Tok.. tok.. tokk! Assalamuallaikum! Ehh sayang, kamu sudah pulang? Baru aja mas mau samperin, tapi mas kebelet jadi langsung pulang aja!'' Agastya menyalami mertuannya.
''Udah tau kan motor aku di luar, kenapa juga pake tanya! Bikes..!'' Aruni meninggalkan suaminya yang melongo lebar.
Agastya melirik ibu mertuanya, sontak Bu Ratmini menaikan kedua bahunya tanda tidak mengerti juga dengan anaknya sendiri.
''Kenapa jadi sewot buk? Aku salah apa?'' Agastya merenung sekejap di sofa, ia melihat ada bekas awut - awutan di lantai. Tak perlu dilukiskan bentuknye persis seperti bekas muntahan yang keluar dari dalam perut.
''Ohh itu, tadi Aruni pulang mual - mual Gas, ibu ajak ke rumah sakit gamau. Ibu bikinkan minum saja to lee.. Nah, tiba - tiba tiada ngin dan hujan dia jadi baikan lagi dalam sekejap. Aneh gak?'' Bu Ratmini dan Agastya malah menggibah keanehan Aruni di ruang tengah.
''Jangan - jangan! Bu... Aruni buu! Aruni..! Agastya menunjuk - nunjuk anaknya yanh tidak ada di tempat.
Bu Ratmini sudah tau kini arah pemikiran menantunya itu, karena terlalu khawatir anaknya sakit ibu Aruni tak semat berfikir sejauh itu tadinya.
''Sebaiknya kamu masuk kamarnya, nanti dia ngambek. Perempuan kalau lagi hamil muda memang sensitif lee.. Yang sabar ya, anak ibu itu manja banget. Kamu harus bisa menyabarinya!''
Agastya mengangguk lalu masuk kamar.
''Sayangku.. Istrikuuu! Kekasihku... Di mana kamu? Agastya mencari keberadaan istrinya namun di kamar hanya sepi.
__ADS_1
Setelah matanya melebar, kini dia kaget setelah melihat bahwa ada kaki nampak dari kolong tempat tidur.
Agastya menunduk untuk mengintip kaki siaa di bawah sana, karena ia merasa curiga bukan istrinya.
'' Haaaaayoooo..... ! Agastya berteriak mengagetkan siapa pemilik kaki itu.
Zonk...!
''Ehh, ada apa sayang?'' Aruni menjawab dengan polosnya.
''Pantesan gak kaget... Orang dia pakai headset! Oalahh nasib.. nasib!''
Agastya membawa Aruni ke klinik dekat jalan raya, ya bisa dibilang masih saudara dari ibunya. Mungkin rejeki Agastya dan Aruni saat sampai di sana memang tak mendapat antrian. Alias sepi..
''Haloo sayang, selamat malam!'' Sapa Bu Heni bidan desa.
''Iya bu bidan, saya mau periksa! Sebenarnya saya gak mau. Tapi di paksa sama suami saya!'' Aruni mengerucutkan mulutnya sampai mancung.
Agastya tamak kikuk di sana, bagaimana bisa istrinya berkelakuan random hari ini.
__ADS_1
'' Bude tolong periksa istriku ya! Gak tau kenapa hari ini aneh banget!'' Agastya berucap lirih takut istrinya mendengar dan tersinggung.