Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 76 #Gagu


__ADS_3

Wah.. Rupanya ada nyali juga dia kemari.


''Silahkan duduk bang!'' Ucapku padanya. Ya aku terbiasa memanggil teman - teman polisi dan tentara kenalanku dengan sebutan bang biar terlihat akrab.


Tampak dia sedikit gugup di depanku, berbeda sekali saat melihat tatapan dan ekspresi wajahnya padaku saat hajatan Agastya dan Aruni kemarin.


Silahkan duduk Mas! Hmm.. Siapa nama Anda tadi?''


''Saya Muhammad Edwin Raditya Pak, saya rekan Iptu Agastya Arsya Wijaya!''


''Ohh Agas, ya.. Ada perlu apa bang kemari?'' Firman dengan suara beratnya bertanya pada Edwin yang sangat aneh, ya! Memang aneh bukan, jika bukan Agastya namun malah rekannya yang kemari.


Hening


''Maaf Pak, saya kemari bukan untuk tujuan pekerjaan dan bukan juga terkait saya teman Agastya. Namun..! Sa - saya.. Saya ingin...!'' Edwin menggantungkan kalimatnya.


Firman merasa aneh dengan pemuda ini lalu ia mencoba mengirim pesan pada temannya yang notabenenya adalah anak buahnya, ia memberi pesan bahwa Edwin tengah kemari.

__ADS_1


(Amankan keadaan luar, jaga dari jauh! Jangan sampai ada keributan! Aku tak tau motif lelaki muda ini apa, yang jelas dia berani sekali menemuiku!)


Ting...


(Baik boss! Kami segera berpencar!)


Ahh lama sekali, mau ngomong aja gagu! Dasar gak gentel kaya kemarin. Bisa - bisanya dia mengumpat seperti cemburu padaku!


''Kenapa bang? Katakan saja tak apa, silahkan!''


Sampai Mbak Lita meletakan dua gelas lemon tea dan biskuit di meja depanku belum juga ia bicara, astaga. Bagaimana bisa Agastya punya teman seperti ini! Bisu kali ya!


''Ja - jangan Pak! Tunggu sebentar, hhhfft.... Jadi begini Pak, maksud kedatangan saya adalah. Hmmm... ini perihal adik anda Pak Firman.


Deg..


Reni! Ada apa dengannya? Apa dia kenal adiku!

__ADS_1


Dia mengutarakan semuanya di depanku, tak kusangka ternyata dia seberani ini di sini. Aku bisa melihat sekujur tubuhnya berkeringat karena bergetar gugup di depanku. Tapi masa bodoh denganku, siapun lelaki yang akan menjadi suami adiku harus tangguh dan tak boleh lengah! Beruntung dia masuk setelah aku selesai video call dengan Reni. Ahh dari mana sih menariknya lelaki ini. Kalau sampai adiku naksir ya berati agak demam dia! Lelaki gagu gini disukai.


...****************...


Kuniatkan telfon Agastya aku ingin memberitahu bahwa tadi temannya yang gagu kemari. Awalnya aku ingin cerita semuanya ke dia. Namun aku tau bahwa Aruni pasti ada di sampingnya. Ku urungkan niatku itu, dari pada nanti diadukan ke Reni!


''Gas.. Ayo ketemu! Di cafe biasa ya! Jam berapa kau bisa lekas hubungi aku.''


''Heh! Salam dulu napa! Maen mutus - mutusin aja. Kenapa sih emangnya, kan kamu dah terima khitbahnya Edwin. Aku jamin seribu persen dia anak baik, soleh dan tajir! Aku tau itu.Memang anaknya serba tertutup jadi enggak suka pamer kaya aku!''


''Terserah deh! Aku itu mau ketemu Gas! Bukan arisan jangan banyak alesan ah!''


''Ya bos, bacod aja!'' Agastya mengumpat kesal saat ini karena aku matikan sepihak telfonnya.


''Ya.. lebih baik begini. aku bosan jadi sasaran bullyanmu Gas! Kalau bukan teman kecil sudah ku robek - robek mulutmu Gas!'' Aku mengumpatnya dalam lirih.


Seketika aku jadi teringat masa muda kami, sungguh indah kesan - kesan saat kami kecil. Bermain bersama, mengaji dan mencuri buah tetangga bersama sampai dikejar anjing Pak Andreas saat itu.

__ADS_1


''Hihi... Brengsek kau Gas! Malah kawin dulu! Harusnya aku yang duluan bukan kamu!'' Aku hanya geleng - geleng kepala mengingat kenangan manis itu.


__ADS_2