
Bagus benar - benar heran dengan Aruni, pasien absurd selama ia menjadi dokter. Biasanya pasien hanya meminta foto bersama, mengelus perut sang ibu hamil, atau bahkan memeriksa dengan jam molor 5 menit setiap kunjungan. Nah ini beda lagi, apa - apaan Aruni ini malah minta suaminya yang memegang pipiku. Harusnya kan dia!
''Eng- Enggak lucu dek! Yuuk.. Mas belikan Pempek Endang Jaya saja, atau mau yang ke Palembang langsung. Mas bisa kok!'' Sanggah Agastya karena suaminya tak ingin berlama - lama bertatapan dengan den Bagus tapi gak bagus - bagus amat.
''Big No! Mas ini katanya mau kabulin semua permintaan aku, kan Runi gapernah minta jajan yang aneh - aneh. Jajan mahal pun tak berani minta. Takut pula sama mas.'' Netra Aruni tampak berkaca - kaca karena penolakan Agastya berdalih pempek kesukaan Aruni.
''Gini aja Dek Runi, biar saya foto saja sama perut dek Runi, biar hatinya tenang. Atau suaminya. Gimana? Cukup mengobati kegelisahan hati kan?''
''Enak saja sampeyan mau foto dengan istriku, sudah aku saja yang maju!''
''Permisi ya Dokter Bagus, ini demi anak kembar saya dan ibunya!'' Agastya mengusap pipi Dokter Bagus yang datar itu!
''Senyum dong!'' Aruni menginterupsi keduanya agar tersenyum.
__ADS_1
Nah.. Nampaklah lesung pipi di kedua pipi kanan kiri Dokter Manis itu. Aruni memanfaatkan moment ini untuk diabadikan.
Cekrekkk...
''Siip! Makasii ya mas Bagus, sampai jumpa lagi!''
''Iya, apa sih yang enggak buat kamu!''
''Ohh ya Dek, kalau kamu gak bahagia aku selalu ada di sini kok!'' Dokter Bagus menunjuk dadanya seolah - olah ingin menjadi pahlawan kesiangan.
...****************...
''Kenapa itu suamimu.. Uring - uringan tak jelas, siapa yang mengganggu kamu nduk?'' Tanya bu Hakim sembari menuangkan jus melon dalam gelas.
__ADS_1
Aruni menceritakan semua kegiatannya hari ini, mulai dari awal tiba di rumah sakit hingga sampai di rumah.
Bu Hakim tak kuasa menahan tawanya mendengar permintaan konyol sang menantu. Bahkan Bu Hakim sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya.
''Aku jahat ya buk?''
''Tidak sayang, semuanya wajar karena kamu lagi hamil. Dan bukan satu nyawa yang kamu bawa, melainkan tiga. Semuanya anak Agastya dan kamu, cucu ibu harus terpenuhi dong kalau pingin apa - apa. Tak boleh terlewatkan sedikitpun.
...****************...
'' Gas, aku titip anak - anak ya. Aku dapat ijin komandan buat jenguk Reni. Aku gak bakalan sia - siakan moment ini. Kamu harus dukung aku!''
''Beres! Besok aku briefing anak - anak, gak susah juga kan karena dia sering sama kita. Tapi besok aku mulai dari binsik, perutku dah mulai buncit soalnya Win! Bajuku hampir tak muat karena perutku seperti body prenagen saja!'' Sarkas Agastya yang membuat Edwin tertawa.
__ADS_1
Ya Edwin sudah dari kemarin sampai di Surabaya, ia setia bergantian jaga dengan Firman agar Reni selalu terawasi. Rumor kecelakaan Reni rupanya sudah tercium sampai di media sosial, bahkan fans - fans gabut Reni sepakat bikin tagar #ReniStrong sudah banyak muncul di FYP instakilo.
''Sana kamu makan dulu, biar aku yang jaga. Jangan mentang - mentang nungguin princess jadi lupa makan. Kalau sakit harus bilang apa aku sama Agas! Bisa diejek kamu!'' Ledek Firman pada Edwin yang sedang garuk - garuk kepala.