Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 71 #Sesempit daun putri malu


__ADS_3

''Wih kompaknya mereka, tapi kakak cantik tak apa toh? Kami tadi mendengar teriakan kakak dari luar tapi ragu untuk masuk.'' Ucap salah seorang teman Hendi.


''Ahh iya terima kasih untuk kalian. Sebagai imbalannya dan rasa terima kasihku makanlah yang banyak di hotel ini. Nanti aku yang bayar! "


''Yes, akhirnya dapat juga. Ahh terima kasih kakak, semoga kakak cantik selalu di beri rejeki yang banyak, sehat, dan panjang umur.'' Semua anggota itu kompak menadahkan tangan dan mengamininya.


Hendi melewatinya begitu saja. Ia tak mau ambil pusing tentang Reni, biarkan teman - temannya yang mengurusnya. Sesampainya di bawah, semua anggota tampak bahagia bisa makan enak seperti ini. Rupanya mereka semua akan menjadi groomsmen di acara pernikahan kakak lettingnya.


''Daniel! Kamu gimana sih, pilih klien ga kira - kira. Apa kamu gak cari latar belakangnya dulu!''


'' Ada apose Reni? Ye udah selesai jepretnya, ini Ai beliin es teller!'' Kenapose sih cerita sama Ai!''


'' Aku mau pulang ke rumah sekarang ya! Aku hampir aja di nganu - nganu sama bandot itu. Pokoknya kontrak apapun dari pihak dia atau anak cabang dia tolak semua. Masukan ke blacklist kita! Cepet gapake lama balik sini! Aku aduin ke Kak Firman abis lu!'' Reni mendengus kesal setelah mematikan telfonnya.


...****************...

__ADS_1


''Heh, Reni tunggu! Aku mau bicara!'' Hendi berlari kecil mengejarnya. Namun Reni berpura - pura tak mendengarnya.


''Aku sudah berterima kasih pada teman- temanmu. Aku juga sudah bertanggung jawab sebagai orang yang sudah dibantu. Jangan mengejarku lagi. Aku bukan tulang yang dikejar anjing Hend!''


Aku harus berjalan cepat. Aku tak ingin dia menanyakan hal yang bukan - bukan tentang Aruni dan Mas Agastya. Ohh iya, sebaiknya aku konsultasikan masalah ini dengan mereka sepulangku dari sini. Sial banget kenapa harus cuka yang menolongku bukan mas Edwin!


Ting... Pintu lift terbuka dan segera di tutup kembali oleh Reni.


''Ahh.. Legannya bisa pindah kamar. Serasa orang kaya ya kaya gini. Oiya kenapa aku tadi bodoh sekali berkata seperti itu! Hmm.. sudahlah biarkan saja, siapa tau mereka jadi lebih bisa menghargaiku.'' Entah apa yang di lakukannnya tadi di resto bawah, membuat Reni semakin tersenyum - senyum sendiri.


''Haii baby, kenapa baru telfon? WA kakak tak kau balaspun!'' Sambutan pertama dari kakak tercintaku membuatku menciutkan nyali untuk bercerita.


''Assalamuallaikum, Reniiiiii.... Aaaw... kangennd bangetss! Kapan balikkk!'' Suara Aruni membuat tiga kotak gambar itu diam.


'' Hai Ren, apa kabar! Istriku kangen tuh! Ngapa lu broo, hidungmu keliatan besar banget! Hahahaha...'' Agastya mengejek Firman yang langsung memperlihatkan barbel di tangannya saat ini.

__ADS_1


''Guys.. Hiksss....''


''Kenapa baby? Kamu kenapa di sana? Uangmu habis? Belum makan? Kamu kenapa! Daniel macam - macam?''


''Aku tadi... Hampir di perkosa sama orang!'' Akhirnya Reni menceritakan kejadian ini, dia menceritakan bahwa diselamatkan oleh para tentara muda yang menjadi grooms men di hotel itu


''Agastya, selidiki dia! Cari tahu orang itu, orang - orangku akan mencari aset mereka. Rupannya mereka bosan hidup kaya bergelimang harta mau bermain - main denganku!'' Tut... Firman menghilang dari gambar itu.


...****************...


''Assalamuallaikum... Ibu, mana istriku? Apa dia makan banyak hari ini. Ahh aku lupa mau membelikan martabak manies kesukaannya!'' Ucap Agastya setelah salim tangan pada ibunya.


''Iya le.. Tadi tiduran terus, tapi kenapa ya ibu ketok - ketok enggak di buka. Ibu takut masuk kalau mengganggu istrimu. Jadi, cuma ibu antar makan tiga kali ke sana. Coba deh kamu lihat sudah dimakan belum, biasannya orang hamil muda di awal begini susah makan karena mual terus lee... Sana masuk, tapi segera bersihkan badan ga bagus bawa kuman kerumah!''


''Ya buk, Agastya masuk dulu! Bu, ada oleh - oleh dari komandan tadi buat ibu dan Aruni tapi masih dimobil. Ibu ambil sendiri ya! Besok, aku mau berangkat siang buk bulan madunya!'' Bu Hakim hanya mengangguk mendengar putranya.

__ADS_1


__ADS_2