
Agastya terbengong sampai melongo melihat reaksi ibunya, ia begitu bersyukur karena sang ibu sangat menyayangi istrinya. Namun di satu sisi Agastya juga heran, mengapa sekarang ia menjadi tersisih, posisi anak kandung di ganti oleh istrinya.
''Buk?'' Agastya melangkah mendekati keduanya yang sedang bersederan di sofa. Ia tahu lengan ibunya bukan sekuat baja.
''Sini buk, biar aku aja yang nopang Aruni. Aku gantiin buk! Ibu lanjut aja kalau ada kerjaan.
''Ssst!'' Bu Hakim hanya menunjuk bibirnya yang terkatup itu. Beliau gemas sekali karena anaknya itu tak bisa diam sedari tadi.
...****************...
Ahh, cantiknya istriku ini. Bersabar ya sayang, semua yang Mas lakukan demi masa depanmu dan anak - anak kita. Apalagi cebong mas kembar. Mana bisa mas gak kerja keras. Besok kamu juga yang nikmatin sama anak - anak!
Cup!
''Mas!''
Aku terbelalak kaget setengah mati, bagaimana tidak. Kukira Aruni tidur mode kebo, biasanya juga begitu. Tapi kenapa dikecup keningnya saja bangun! Ahh, bikin malu aja ini mau di taruh di mana muka yang ganteng ini?.
''Hihiii...! Tidur lagi sayang, mas jagain kok. Tenang aja, ndak bakalan menggelinding ke bawah kan?'' Cup!
__ADS_1
Aruni merona malu karena perlakuan suaminya sangatlah romantis, kini ia digendong ala bridal style hingga masuk kamar. Direbahkan tubuh sang istri di atas ranjangnya saat ini.
Dag.. Dig.. Dugg.. Jantung Agastya dan Aruni bernada tak aman, detak keduanya berlomba hingga keringat bercucuran.
''Cantiknya istriku, cup! Teruslah bersamaku hingga tua nanti ya sayang!'' Agastya membelai wajah putih nan berseri milik Aruni.
''Tentu mas, aku selalu mendukung kamu. Aku akan terus sama kamu sampai kamu tua dan kita punya banyak cucu nantinya!'' Timpal Aruni pada suaminya.
''Buktikan dek.''
''Siapa takut Mr. Iseng! Kalau kamu macam - macam aku gak akan izinkan kamu ketemu anak - anak!''
''Hah?''
''Bolehkah?''
Aku mencium aroma tak sedap di sini. Mungkinkah suamiku ada main dengan perempuan lain di luaran sana? Ahh.. Kenapa hatiku tak tenang, jika aku tidak mengizinkan pasti aku akan mati dan jadi arwah penasaran. Jika aku izinkan bicara aku belum sanggup di madu!
''Ngomongin hal apa mas?''
__ADS_1
''Mas minta di kerokin!''
''Hah?'' Aruni ternganga seketika, ia heran sekaligus bahagia karena bukan pikiran negatif yang akhirnya muncul.
Kenapa pula dengan istriku ini, sudah aku belai juga. Sudah juga aku cium keningnya kenapa suami minta dikerokin malah hah huh terus, untung cantik dek! Isss... menyebalkan sekali istriku ini.
Aruni mengambil handbody dan minyak telon favorit suaminya, entah kenapa Mas Agastya tak pernah mau dikerok dengan minyak kayu putih. Katanya bau nya tak sedap di hidung, dia lebih suka memakai handbody dicampur minyak telon dari pada minyak zaitun juga. Aneh memang!
''Semangat dong sayang, masa ngerokin suami manyun - manyun gitu, gak ada bedanya sama Reni si kuda cempreng!'' Ledek Agastya pada sang istri.
Aruni hanya diam saja,ia menikmati menggores - goreskan koin perak seribuan di punggung suaminya itu.
Aku gak habis pikir sama Aruni kenapa dia bisa senyum - senyum begini? Apa salahku Ya Allah, tadi aja istriku manyun super panjang mulutnya sekarang malah cengengesan begini.
''Berbalik mas, gantian yang sebelah! Bukan begini! Gini!'' Aruni mengarahkan posisi badan suaminya agar duduk bukan tengkurep lagi.
Duh, aku makin gak karuan kalau istriku seperti ini. Sepertinya ada yang tak beres ini. Mana ada kerokan gak sampai lima menit sudah berbalik, lagian aku merasa bahwa ngeroknya kurang ke bawah.
''Kenapa liat - liat!'' Aruni menangkap wajah suaminya yang seperti curiga padanya.
__ADS_1