Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
bab 125 Janggal


__ADS_3

Sudah 3 hari Aruni menghilang, dan hari ini pula Agastya masih termenung. Entah mengapa saat menyelesaikan kasus milik orang lain atau bahkan kasus negara sekalipun mudah saja ia libas. Namun kali ini berbeda otak, pikiran dan logika Agastya semakin bertolak belakang. Rasa rindu akan canda tawa Aruni di saat mereka bermesraan, cerita - cerita konyol dan keisengan Agastya membuat banyak air mata semakin berjatuhan, sedangkan rasa bersalah karena tak pernah bisa menjaga sang istri di saat Aruni membutuhkan pun membuat Agastya urung untuk tersenyum.


''Maafkan aku sayang!" gumamnya dalam lirih.


''Gas, ini udah lokasi ke 5 setelah Ambarawa, Bandungan, Kendal dan Banjarnegara. Kira - kira adakan rekan atau siapa gitu teman dekat Aruni yang bisa bantu kita?'' Tanya Edwin padanya.


Agastya menggeleng pasrah, kantung hitam di bawah matanya membuat Agastya semakin terpuruk.


''Kita hanya bisa melibatkan satu orang. Itu pun kalau di setujui calon nya!"


Indra mengerutkan alisnya, " Siapa sih?''


''Re..ni!''


Edwin mendelik kaget! Seolah tak terima jika sang pujaan hati harus di terjunkan pada situasi seperti ini. Khawatir? Jelassss...!


Tringggg...

__ADS_1


Tringggg....


'' Gimana adek ku udah ketemu belom?" tanya Firman pada 3 sekawan itu.


''Belum!'' Jawab ketiganya dengan mantap dan lancar.


''Astaga! Kalian ini kerja pakai tenaga apa pakai perasaan sih? Lama amat! Kaya gini kok pangkat tinggi - tinggi. Bukannya jam terbang yang banyak tapi jam mo.....loooor! Mau tahu sekarang di mana?''Tanya Firman yang membuat ketiganya bingung, pasalnya apa yang diucapkan Firman terdengar ambigu.


''Apa sih bang, bikin kepo aja?'' Tanya Indra yang selalu mencoba sok asik pada Firman.


''Aku mohon kalian tenangin pikiran dulu! Makan, mandi bersih - bersih pulang!'' Ungkapnya saat ini.


'' Aku akan bikin dua ibu yang ada dirumah semakin menangis jika aku belum membawa Aruni pulang! Please bro! Tolong ngertiin aku!'' ungkap Agastya yang membuat kedua rekan di sampingnya mencebik.


''Stop! Bacot aja di manis - manis kan bak mulut rambut nenek. Aslinya rongsok parah! Diem! Dengerin! Jangan nimbrung dan komen sebelum aku selesai ngomong!''


''Aruni udah di temukan sama anak - anak aku! Dia ditinggalkan di terminal!'' Dia ada sama Reni sekarang! Kalian kesini ya! Aku tak kuat melihat pilunya istrimu sekarang.''

__ADS_1


Tut!


''Kita cabut sekarang! Soal pencarian kita teruskan besok lagi!'' Pinta Agastya.


Mereka bertiga bergegas pergi meninggalkan rawa - rawa saat itu juga.


''Ini pasti jebakan Dra! Tak mungkin main rapih ini orang!'' Gerutu Edwin yang di jawabi tanda setuju oleh rekannya.


Strobo dan sirine ambulan berbunyi memekik gendang telinga para pengendara, entah keberuntungan apa yang memihak pada Agastya hingga ia tak pernah menemui lampu merah sepanjang jalan.Jarang - jarang ia menggunakan fasilitas seperti itu meski jalanan macet kecuali dalam mode bekerja dan emergency.


''Tak usah khawatir ndan! Ini semua pasti tak akan luput dari pengawasan Bintang dua dan tiganya komandan! Bekingan komandan kan gak kaleng - kaleng!'' ucap Dafi sembari menaik turunkan kedua alisnya.


Sementara di lain tepat Reni masih mencoba menenangkan keadaan Aruni yang masih terguncang emosi dan psikisnya.


''Bang! Kita harus cari siapa dalang di balik semua ini! Apa maksudnya coba menculik lalu di tinggalkan begitu saja! Apalagi Aruni hamil, bukan diperlakukan seperti binatang begitu!'' Ucap Reni geram.


''Iya dek, abang tau! Abang sudah meminta semua anak - anak abang agar bermain rapi. Mereka sudah paham Aruni, tak akan sulit bagi mereka mengawasimu dan Aruni sejak dulu kalian sekolah!'' Sahut sang abang, Firman selalu meminta anak buahnya bermain rapi agar tak mencolok di depan umum.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2