
''Mas, aku nanti minta antarkan ke rumah ibu ya!''
''Mau apa dek?''
''Kok mau apa sih? Kamu gak mau ya anter aku ke tempat ibu ya! Kamu gak sayang sama aku lagi ya! Tuh kan! Ibuuu... Ibuuu!'' Aruni merengek mengadukan pada Bu Hakim mertuanya.
''Apes!'' Agastya hanya bisa memijat pelipisnya yang tak terasa pening itu, entah kenapa istrinya amatlah labil dua hari ini.
''Sudah dek, tak usah panggil - panggil ibu. Mas antar tapi kamu makan dulu ya. Kasian baby twin dalam perutmu. Nanti kalau ibunya ngambek cebong - cebong papa makan apa? Dapet gizi dari mana loh!'' Agastya merayu istrinya.
Hening...
''Hikss.... Hiks..'' Agastya kian melotot melihat istrinya yang tambah random itu.
Cup, dikecup lah Aruni saat ini. Seketika istri Agastya diam sesaat dan langsung meringis.
''Nah gitu dong, istri hamil itu harus disayang - - sayang jangan diisengin mulu. Nanti anaknya kalau marah gimana? Kan juga kamu yang malu kalau anaknya niruin keusilan mu mas. Mending kalau cuma satu nah ini kembar loh! Jangan meremehkan Tuan Agastya!" Aruni mengomel layaknya mamak komplek.
"Hahaha, sukurin kamu Agastya! Yang nurut sama istri!" Bu Hakim muncul tiba - tiba dari balik tirai kerang ala - ala pantai.
Tringgg...
Tringgg....
"Ya, oke ndan! Siap mengerti!" Agastya melirik Aruni yang tampak asyik memakan potongan buah melon, ia ragu akan menyampaikan perihal telfon tadi.
Duh! Gimana kalau Aruni marah? Tapi aku harus gimana, aku dapat perintah tugas minggu depan. Sekarang harus menghadap komandan dulu! Duh!
''Mas sayang, aku mau tidur ya. Nanti kalau sudah jam 4 bangunkan aku ya kita kerumah ibu! Gapapa kan?'' Aruni mengedip kedipkan matanya.
Leganya aku mendengar istriku mau tidur, memang lebih baik tidur dulu. Ini masih jam satu siang, aku masih ada waktu untuk menghadap komandan.
Kulihat istriku langsung tidur di atas ranjang tanpa suara, ku lirik dan berkali - kali aku goyangkan tanganku di depan matanya yang terpejam.
''Ahh alhamdulillah! Aku harus cepat biar semuanya beres. Komandan rumah gak ngambek , komandan kantor gak marah.''
__ADS_1
...****************...
Reni tiba di sebuah Mall besar di Surabaya, ia ingin mencairkan pikirannya yang berkecamuk. Ia tak ingin stress berkelanjutan gara - gara masalah kemarin disertai kerinduan juga.
''Yups.. Parkir di sini saja. Cukup kok, hmm aku mau makan dulu atau seluncur es dulu ya? Hmmm... Seluncur aja dulu, nanti lapar langsung cari bebek peking dong!'' Reni begumam lirih.
''Ice skatting nona?'' Tanya seorang pelayan penjaga reservasi.
''Iya, saya mau nomor 39. Kaki saya mungil kok. Ok thank you mbak!'' Reni menerima sepatu ice skating, segera ia berganti sepatu dan berjalan menuju ke loker. Handphone nya saja yang dibawa, semuanya ia tinggal di loker itu.
Aku memasangkan headset di kedua telingaku, kuputar lagu kesukaanku.
I found a love, for me
Darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow
Your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
__ADS_1
Listening to our favourite song
When you said you looked a mess
I whispered underneath my breath
But you heard it
Darling, you look perfect tonight
Well, I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a lover, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
Biasalah! Ketika aku bermain skating selalu saja aku melakukannya bak putri di negeri dongeng. Sungguh aku merindukan ibu dan Aruni, dulu hanya berdua saja ketika bermain. Dia yang selalu ada disaat aku butuh bantuan dan sandaran. Sekarang semuanya sirna!
Ahh.. Gara - gara mas Agastya menikahinya aku jadi kesepian. Mana udah bunting lagi, mana mungkin aku ajak main beginian. Kanebo pasti kebanyakan komentar!
Jhleszzzt....
__ADS_1
Luncuran kedua kakiku pada pijakan es mulai memelan, kuayunkan bergantian aku menari - nari berlari layaknya seorang princess. Kubuka kedua tanganku hingga membentang, aku merindukanmu Mas! Aku melakukan berbagai macam gaya sambil memejamkan mata. Aku tau aku di tatap beberapa pasang mata. Ahh biarlah! Aku memang seperti anak kecil!
Brukk''