Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 87 #Firasat


__ADS_3

Pyarrr...


Suara gelas berisi air putih jatuh dari genggaman tangan Aruni kala ia ingin mengambilkan minum untuk suaminya.


''Astagfirullah nduk, kamu tak apa? Sudah duduk dulu. Biar ibu yang bersihkan saja, jangan banyak alasan?'' Titah Bu Hakim saat ini.


Deg...


Jantungku seketika berdebar kencang, Ya Allah Ya Tuhanku, apa yang tengah aku rasakan sekarang. Entah kenapa firasatku mengatakan ada hal yang buruk yang mungkin akan menimpa keluargaku. Ya Allah, lindungilah semua orang - orang baik yang menyayangiku dan yang aku sayangi di manapun mereka berada.


''Sayang? Ada apa, apa kamu lelah? Kalau lelah istirahat saja. Kamu tiduran dulu saja sayang, masih ada ibu kok. Aku bisa meminta tolong ibu jika nanti ada perlu.'' Timpal Agastya pada istrinya yang tengah memegang bulir - bulir tasbih itu.


''Aku nggak apa mas. Aku masih bisa kok, seumpama aku tak kuat pun aku bisa bilang. Mas jangan terlalu khawatir padaku. Yang penting mas sembuh dulu, agar pekerjaan mas juga gak terbengkalai. Soal aku dan anak kita, mas juga tak perlu khawatir karena insyallah aku bisa menjaga diriku sendiri mas. Percaya sama aku!''


Semua tetua menganggukan kepala bersamaan. Tak ingin berdebat lebih panjang dan tak usai - usai.


...****************...


''Kemana anak ini? Katanya mau di towing mobilnya, jadi minta dipesankan tiket pulang gak sih? Bikin parno aja!''


Firman berkali - kali mencoba menghubungi adiknya yang masih di Surabaya, ia kirimkan pesan sebanyak mungkin dan telfon pun tak ada yang terbalas dan terjawab sama sekali.

__ADS_1


Tringgg...


Tringggg...


''Ya! Halo! Siapa ini?''


''Maaf selamat siang bapak, mohon maaf mengganggu saya dari aparat kepolisian Kota Paiton,Surabaya ingin mengabarkan bahwa Saudara yang bernama Reni telah menjadi korban kecelakaan. Saya memindai daftar riwayat terakhir panggilan dan pesannya tertuju pada nomor bapak. Bisa kami bekerja sama dengan Bapak?'' Tanya aparat polisi yang berpangkat AKP itu.


Jedyarrr...


''Sa - Saya.. A- Abangnya Pak! Ba - Bagaimana keadaan adik saya Pak? Ya Tuhan Adikuu...''


'' Baik pak saya akan segera ke tempat, tolong urus sesuai prosedur pak. Utamakan keselamatan adik saya apapun caranya!''


''Bagaimana bisa? Astagaaa adikuu....!'' Tubung Firman lunglai seketika kala mendapat kabar bahwa adiknya terlibat kecelakaan di jalan Surabaya.


Firman segera mengemasi semua barang yang diperlukan untuk menyusul adiknya, ia meminta sang supir untuk melaju cepat.


...****************...


Tringg... Tringg..

__ADS_1


''Gas.. Angkat dong!'' Firman dengan tangan gemetar merutuki kenapa sahabatnya tak segera mengangkat telfon darinya.


''Ya haloo.. Gimana bro ku?'' Sapa Agastya dari sebrang.


''Reni! Reni Gas! Adiku! Hikss.. hiksss.''


Agastya mengerutkan keningnya, segera ia loudspeaker agar tetua dan istrinya tau bahwa Firman yang telfon. Karena semenjak hamil Aruni semakin sensitif sekali dengan semua kelakuan suaminya.


''Kenapa bro? Tarik nafas perlahan... Sabar.. Cerita sama aku ada apa? Pelan - pelan!''


Hikss... Hiksss...


''Kenapa mas? Ada apa sebenarnya? Kenapa mas Firman menangis seperti ini?'' Aruni tak sabar mendengar kabar karena tak biasanya kakak sahabatnya itu seperti itu.


''Re - Reni Run! Reni! Dia kecelakaan! Hu... hu..huu.''


Dyarrrr....


''Astagfirullah Renii! Nggak mas gak mungkin! Gak mungkin mas! Dia baru aja selesai telfonan sama aku! Dia gak mungkin kecelakaan mas! Mas jangan bohong sama aku!''


Bu Hakim dan Bu Ratmini pun turut menutup mulutnya kala merasa syok dengan apa yang terjadi pada anak perempuan yang sudah dianggap seperti anak sendiri.

__ADS_1


''Akan aku urus. Tunggu pesanku saja! Jangan telfon karena aku gamau Aruni down, dia lagi hamil muda Firman. Akan aku minta Edwin buat kawal kamu. Biarin aja dia nyusul kamu!'' Sebuah pesan suara berhasil Agastya kirimkan pada Firman.


__ADS_2