
Reni menuangkan sirup berperisa leci, melon, sedikit soda dan perasan jeruk nipis. Dia membuat minuman squash. karena hanya itu yang ada di kulkas saat ini, sebenarnya tidak baik untuk pencernaan orang tua. Tapi ada satu alasan dia mencampur semuanya itu.
"Hihiii... Rasainnnnn!!!! gumamnya lirih..
Diaduk - aduk menjadi satu dan segera ia sajikan. Dari luar tampilannya begitu menggoda seperti minuman mahal ala - ala cafe dan restoran kekinian.
"Hhhjfttt selesai juga.... Aku gabisa bayangin dia sakit perut karena aku kasih jeruk banyak banget tanpa gula... Left for his mom. And right for cu..ka!!! Come on Reni.. Game it play!!!! Reni mantap menahan tawanya kembali.
Reni melangkahkan kaki membawa nampan berisi dua gelas air soda itu. Berharap rencananya berhasil.
Tap
Tap
tap.. Mendengae deru langkah kaki, Hendi menengok pada arah suara di belakangnya.
Deg...
"Kenapa aku sial sekali... Mimpiku bertemu Aruni bisa sayang - sayangan kenapa sekarang malah kesial - sialan!!! Kenapa harus ada singa betina ini??? Hendi membatin dan menatap tajam ke arah Reni.
Tak mau kalah kalau Reni juga menatap tajam ke arah Hendi dan tersenyum smrik padanya. Entah apa artinya seolah memang Hendi tidak diinginkan kehadirannya sebagai tamu.
"Oalah.. Tante to tamunya, aku kira siapa tadi. soalnya gak kedengeran dari kamar kalau ada suara tante. Mari silahkan diminum tante.. Reni bersikap lembut.
"Apa lagi alibinya... Kenapa jadi baik gini??? Apa dia kesurupan arwah yang mati penasaran??? Aneh sekali. batin Hendi
"Apa kabar mbak cantik??? Bu Ambar menyapa Reni dengan penuh tatapan lembut.
Kamu tidak sibuk mbak Reni??
"Ahh enggak buk.. hanya tadi ada beberapa tugas tapi sudah saya handle karena tidak sulit dan hanya tinggal di print out saja.
Ibu dari acara dimana ini kok mampir tidak beri kabar dulu??? Reni bertanya semakin lembut dengan merendahkan nada suaranya.
"Ehhh.. Ibu dari rumah mbak... Yaa ini mau jalan - jalan sama putra tante. sahut bu Ambar sedikit tengsin pada Reni.
"buk.. Mungkin dia tidak nyaman jika ada tamu datang!!! sindir Hendi
"Jaga bicara kamu!!! bu Ambar melotot.
"Nduk... Ini bu Ambar dan putranya kesini untuk membahas kembali tanah yang mau dijual ke tetangga sebelah!!! Mereka kesini bertujuan silaturahmi. Sekaligus kami mamtap akan menjodohkan kalian!! sahutnya.
..."A-apaaaaa???? keduanya menjawab bersamaan....
...Reni melotot ke arah Hendi yang tampak...
...----------------...
"Ibuu? dimana ya mas?? Aku telfon kenapa gak diangkat ya mas. Khawatir aku tuh..
Reni juga di telfon enggak di angkat tuh!!!!
"Paling ibu lagi di depan, atau belanja dek timpal suaminya.
"Bukan mas.... gak biasanya seperti ini kan...
__ADS_1
"telfon ke nomor rumah aja dek.. gausah di henfone. tegas suaminya..
Kringggg
kringggg
Kringggg....
kringggg...
Suara telfon di ruang tengah terdengar kencang karena berdering berkali - kali.
Bu Ratmini berdiri berjalan ke dalam guna mengangkat telfonya.
"Ndukk... Ada telfon nak Agas buat kamu.. Diangkat dulu nduk.. Katanya penting!!
"Iya buk...
maaf tante saya tinggal sebentar. Reni melangkah pergi tanpa menyapa Hendi.
"Benar - benar buta... Rabun akut mah lewat... buta parah!!! masak yang lain di pamitin aku enggak.. Aneh tu anak. gumam Hendi lirih tapi masih bisa di dengar ibunya.
"Hallo Run??? Ada apa??? Reni bertanya lirih!!!
"Lagi dirumah kok hapenya gak diangkat - angkat. Aku nelpon dari tadi lohh... kesal aruni padannya.
"Runnn!!! Ini gawat... Hape kanebo di loudspeaker enggak??? Reni memastikan suami sahabatnya tidak mendengarkan pembicaraan kali ini.
"Enggak... orang aku yang pegang hape. Ada apa sihh???
"Hah????? seriusss??? ngapain??? Aruni masih kaget. Kedua tangannya mebasah karena gugup.
"Biar aku urus... Yang penting kamu gausah muncul disini dulu...
"Dia itu orang nekat!!! Kamu tetap di samping Agastya. Minta dia awasin kamu 24 jam non stop!!!
"Gaperlu begitu.. aku bukan apotek k24!!!
Usir aja napa ihh!!! Eh iyaaa.. kamu jadi nuruni foto kan???
"Udah sebagian... ada yg diurus ibu juga...
"Yaudah.. nanti aku balik kerumah dulu aja.
tut
tut
tut
Reni keluar lagi. Dan bu Ambar masih menatap padanga menantikan jawaban Reni mengenai perjodohan itu.
"Gimana mbak?? Sudah bisa dipikirkan???
"Sabar dek.
__ADS_1
. Nanti Reni memberi kabar dulu.. Biarkan di selesaikan dulu sholat istiqorohnya..
"Maaf tante... buk!!! Tapi... Ta.. tapi.. Aku..
"Belajar dulu mengenal satu sama lain
Bu Ambar menyela penuturan Reni.
"Aku udah punya pacar!!!? tegas Reni menatap sendu semuanya.
Ada guratan kekecewaan pada ibu Ratmini karena Reni berbohong padanya.
"Kapan nduk??? Kenapa tidak bilang sama ibu kalau kamu punya kekasih??? Bu Ratmini masih berusaha lembut padanya.
"Namanya Edwin buk.. Aku memang tidak pernah mengumbarnya. Kami masih malu untuk memamerkan pada keluarga. Masih mengkoreksi diri buk. Belajar menerima kekurangan masing - masing. Ucapan Reni menampar penuh kenyataan Hendi yang suka gonta ganti pasangan.
Bu ambar menelan kekecewaan karena tidak jadi melamar Reni. Namun ia malah mendapatkan ide untuk merebut Reni kembali menjadi milik anaknya.
"Ndak papa mbak.. ini kan masih pada muda.. Masih labil.. timpalnya sambil menatap Hendi yang hanya asyik dengan telfonnya.
"Aku tidak labil tante.. Soalnya kalau ada apa - apa berdua jika sudah menikah itu berat banget. semuanya juga Bukan orang tua lagii.. . Bimbang!!! Hhhhhfffttttt hhhhhft... Jawab Reni
"Dipikirkan nduk!!! Jangan seperti itu.. Bu Ratmini berucap halus takut bu Ambar dan Dana tersinggung.
"Bu!! Mana mungkin aku mau menikah dengan Duda beranak satu!!! Ucapan Reni membuat mata Hendi dan bu Ambar melotot kaget karena Maya adalah keponakannya..
"Hmmm... nakk...!!! ehh mbak Reni.. ini adalah Maya.. Kenalkan!! Ini cucu saya .. Maya
. bukan putranya Dana kok.. Bu Ambar menjelaskan.
"Tanpa di jelaskan pun aku sudah tau!!! Tapi kita lihat seperti apa mentalmu. Apa kamu masih suka melarikan diri??? Atau suka jika membela diri??? Reni tersenyum smrik penuh kemenangan membalaskan kekesalan sang Sahabat padannya.
Si cuka kesal sekali dengan sikap manis Reni. Menurutnya dialah seperti semut. Kecil hitam perkataan menggigit hati dan bisa mengambil sari - sari kebahagiaan orang - orang.
"Hendi....??? Hend!!!! Danaaaa!!!! Danaaaa!!!! Hendi Pradana!!!! susah amat di cari!!!!!!! Bu ambar memamggil anaknya entah dimana tadi sembari mengangkat telfon.
...---------------...
Deg...
"Apa??? Si cuka ada di rumahku??? Astagfirullah hal adzim!!!! Asem bener ini Reni!! Kenapa dia tidak membuat plan B!!! Why harus dateng lagii.. sudahlah!! semoga aja ini tak berarti ada hal atau sesuatu yang berniat jelek sama ibu dan Reni. gumam Aruni..
"Kenapa dek kok gelisah gituu??? Agastya menangkap iris mata istrinya yang sedang gelisah.
"Tidak apa apa..Aku hanya kepikiran soal ibu.
"Tak apa... kan ada Reni... katannya dia bisa menjaga ibu. Kita titipkan pada Reni yang utama.
Soal ibu nanti aku carikan art untuk membantu pekerjaaan rumah aja. Biar ibu gak kecapekan. Tutur Agastya.
Aruni mengangguk tersenyum tipis.. Tanda menyetujui pendapat suaminnya.
"Aku takut dia mengganggu kehidupan kita mas. Kita baru menikah dan masih belum mengerti satu sama lain. aku takut kamu termakan omongan orang luar dibanding istrimu sendiri seperti yang lalu. Ketika aku tidak dipercaya oleh seseorang tapi dia berani menghakimiku berdasarkan kata - kata jarene!!!. Jujur!!! Kamu adalah Rumahku sekarang mas. .
Aku takut kehilanganmu mas.!!!! Aruni membatin
__ADS_1
bersambung