Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 58 #BayangKari bukan bayang - bayang.


__ADS_3

Semua sajian makanan tersedia komplit, menu appatizer adalah makanan kesukaan kedua mempelai yaitu bistik, tongseng kambing, sayur sup asparagus, sambal goreng ati amlela dan teman - teman kolestrol lainnya. Sedangkan menu gubugan mereka memilih bersama para tetua yaitu sate ayam, martabak telur, salad buah, rujak es cream, kebab, dan es teller langganan mereka.


Semua itu di jaga ibu - ibu PKK desa dengan rapi dan rempong tentunya.


'Sayang, yang akan naik pertama adalah komandan mas. Dulu pas masih pertama kerja jadi ajudannya.


'Wahh.. Tak ku sangka kau ya!! Selamat Iptu Agastya, tak sia - sia kau naik pangkat sendirian. Esok naik pangkat dengan bayangkari mu ya!! Sudah tak sendiri lagi. Mantan komandan Agastya rela terbang dari Jambi ke Semarang dan di fasilitas jemput team Indra Cs.


'Siap Jendral!! Alhamdullilah iya Jendral, sudah dapat bayangkari bukan bayang - bayang lagi. Hehehe Agastya cengengesan menahan tangis haru melihat pria yang sudah memutih rambutnya melihatnya dengan tatapan sendu.


Plak!


Plukk!


Mantan atasan Agastya menjitak jidatnya anak buahnya itu. Seperti ketahuan mencuri mainan saja.


'Sampai kapan pun, kau tetap anak kesayanganku Agastya. Jangan lupakan kami ya. Sering- seringlah main atau menghubungi ku!! Jangan sungkan - sungkan. Selamat bahagia Iptu Agastya!! Keduanya berpelukan haru, karena dulu Agastya adalah anak asuh komandannya.


'Kadomu sudah di bawa Indra. Nanti kau urus sendiri kalau sudah selesai.


'Selamat ya Bu Agastya, semoga berbahagia selalu. Di percepat memiliki momongan, dan selalu rukun. Aamiin!!!

__ADS_1


'Siap terima kasih ibu. Mereka cipika - cipiki dan menangis bahagia.


'Hadirin VIP di perkenankan berfoto bersama mempelai. Suara Miss Angela lembut menyapa para hadirin dengan kode - kode pada pendamping tamu. Sungguh WO yang profesional sekali.


Cekrek.. Cekrekk..


Cekrekkk... Cekrekk..


Rasa bahagia tak dapat dinilai keduanya, Aruni sudah di beri tau suaminya kalau mantan komandannya banyak berjasa bagi dia. Soal karir, agama dan banyak sekali.


'Selamat anakku!! Seorang petinggi Polisi dari Polres tempatnya bekerja tersenyum meringis bahagia.


'Tempat indah seperti ini kau sebut gubug. Yang benar saja Nak!! Selamat ya, maaf aku tak bisa lama - lama. Kadoku aku transfer saja


...****************...


'Mas, jangan ngintil aku!! Serasa buronan aja di ikuti terus. Tegur Reni pada Edwin yang terus berjalan di belakangnya.


'Jalanan sesak dek, tak bolehkah aku berjalan di belakang mu?? We are a team dek. Jangan lupa!! Jawab Edwin santai.


'Win.. Win, itu ada ibu mu duduk di sana. Tunjuk Erik pada Edwin mengedarkan pandangan lalu mengangguk.

__ADS_1


Di tariknya Reni ke arah sang ibu, entah aa yang di lakukan Edwin. Yang pasti saat ini kelakuannya di liht jelas oleh Aruni dan Agastya. Mereka sama - sama tersenyum meliht keduanya yang random itu.


Suara stileto mahal milih Reni tak terdengar jelas oleh perempuan paruh baya itu.


Namun kehadiran seseorang di belakangnya membuatnya menoleh.


'Cantikku!! Ucap ibu Edwin lalu memeluk Reni erat. Di kecupnya pipi Reni sampai bersemu merah karena malu.


Apa kabar? Kamu sehat kan?? Kenapa bisa di sini bersama Edwin? Bu Mah memberondong pertanyaan ada keduanya.


'Ibu, duduklah. Silahkan dilanjut makan kembali. Bu Mah tampak nurut dengan Reni.


Jadi yang menikah ini adalah saudaraku bu, aku sudah dekat sekali dengan pihak wanita nya dari aku kecil.


'Istri nak Agastya itu? Saudaramu?


'Ya bu, betul sekali. Ibunya juga sudah menjadikan aku anak gadis untuk nya, aku serasa memiliki ibu lagi. Reni berkaca - kaca kala menjelaskannya.


'Ahh.. Ibu jadi cemburu kamu sudah memiliki ibu lain.


Edwin melotot tak percaya dengan ucapan ibunya, ia langsung menengok samping berharap si Indra mulut buaya tak mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2