Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 83 #Jalan - jalan


__ADS_3

Yes, hari ini adalah hari libur. Minggu pertama pada bulan ini. Selain gajihan aku akan membawa Aruni jalan - jalan supaya si kembar merasa bahagia juga kalau ibunya bahagia.


''Dek, jadi jalan - jalan enggak? Dek.. Ayolah, mas sudah ganti baju loh! Sudah tampan maksimal. Apalagi besok bulan puasa mas gak bisa nemenin kamu jalan - jalan karena mas pindah ke buser!''


''Apa!'' Aruni mangap mendengar penuturan suaminya, pasalnya tanpa bilang sepatah katapun tiba - tiba dia mendengar bahwa suaminya pindah bagian.


''Ma - maaf dek, mas lupa mau bilang! Dah yuk jalan - jalan. Kamu mau apa aja mas belikan. Mumpung nenek sudah transfer penjualan hasil panen sawah kemarin. Yaa meskipun polisi gajihnya tak seberapa suamimu ini anti korupsi dek!''


''Hem!''


''Dek ayolah! Kita sekalian beli stroller, beli tempat duduk bayi, gendongan, piring sendok dan baju - bajunya. Mas gak sabar mau pilih - pilih yang lucu!''


''Pamali mas! Pa..Maaa...Liii! Sebelum usia tujuh bulan kita belum boleh membeli seperti itu! Itu Ibu Hakim loh yang bilang. Kamu mau melawan ibuk?''


''Yaudah cuma liat - liat aja! Gausah beli, jajan aja dek. Kamu mau apa kita beli. Ayolah, mas gak sabar ini. Nggak pengertian banget sih suami lagi bahagia!''


Yes! Aruni ngalah deh, dia lagi bersih - bersih badan. Lagian aneh deh, makin hamil bodynya makin ihuy aja. Ahh aku tunggu di bawah aja deh. Biar dia siap - siap buat weekend sama suaminya yang tampan maksimal ini.

__ADS_1


Tap..


Tapp.


'' Mau kemana le?'' Bu Hakim mendengar langkah kaki anaknya yang sudah di hafal itu. Langkah cepat dan agak di seret saat menggunakan sandal jepit adalah tipe Agastya sekali.


''Huekkk..''


''Huekkkk... Huekkk!''


''Kamu kenapa? Sarapan dulu yuk, mungkin kamu terlalu lelah kerja. Makannya jangan work holic dong. Kan ibu sudah bilang jangan terlalu memforsir diri pada bagian yang sering di luar kantor. Kamu pindah aja ke tempat yang nyaman, jangan mau dipindah asal - asalan.''


''Huekk... Huekkk.''


''Kenapa mas? Sakit? Mau di kerokin lagi gak? Kamu kok pucet sih? Yahh... Gak jadi jalan - jalan dong!'' Aruni mendengus lirih kecewa karena suaminya terlihat tak karuan seperti itu.


''Buk, entah kenapa perutku rasanya mau di aduk - aduk. Bau masakan ibu bikin aku gak karuan banget! ish..Bikin malu aja kalau harus kaya gini!''

__ADS_1


...****************...


''Mas, aku gak tega kamu kaya gini. Pulang aja yuk, jalan - jalannya besok lagi aja ya! Mukamu hampir hijau tuh mas! Pucet gak karuan!''


''Mulutmu dek! Dah ndak papa, kita terlanjur setengah jalan. Yuuk jalan lagi, mas pengen gudeg diujung taman sana!'' Agastya menunjuk arah selatan dengan jarinya.


''Hei Gas! Sini.. sinii! Ayokk makan bareng!'' Edwin dan Erik sedang sarapan gudeg bersama, rupanya tak nampak hidung Indra karena sedang menemani nenek dan ibunya terapi di Rumah Sakit Umum Magelang.


''Huekk... Huekkk!''


Sumpah! Aku tak tahan dengan bau Erik! Aku mengeluarkan semua isi perutku hingga tampak cairan lambung saja. Ahh kenapa aku ini? Tak biasanya Agastya yang keren, famous dan kece muntah - muntah di tempat umum.


''Hiss Gas! Jorok tauk! Kamu kenapa sih sembarangan mual - mual. Beruntung gak di depan yang jualan, bisa di tuntut ganti rugi kamu bikin jualannya gak laku seharian kalau kamu muntah di sana!'' Edwin mendengus kesal sebab beberapa orang sudah melihat Edwin menyeret Agastya ke selokan.


''Mas.. Sebenarnya mas Agastya sudah dari tadi pagi mual - mualnya, aku juga nggak tahu sebenarnya apa yang terjadi sama mas Agastya. Sakit apa aku juga gak tahu, karena kemarin aja habis kerokan, masa sekarang sakit lagi.''


''Apa?? Dari tadi??'' Edwin dan Erik melotot bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2