
"Bu Ratmini... seseorang menepuk bahu.
"Astagfirullah dek Ambar... apa kabar?? gimana dek.. sehat??? tanya ibu gembira.
"Alhamdulillah baik sekali, mbak gimana kabarnya?? lalu menoleh padaku. Ini anak gadisnya tambah cantik aja puji ibu itu aku lalu cium tangannya sebagai tanda menghormati yang lebih tua.
"bu- bukan.. ucapku disela ibu.
"Ini anakku yang terakhir kenali dek.. Namanya Reni. Cantik gak?? tanya ibu pada temannya.
" cantik banget.. Sesuai sama namanya. Ngomong - ngomong sudah ada yang punya belum?? telisik bu Ambar.
'Belum dek. Dia seumuran Aruni anak pertamaku, kembali ibu menyela lagi.
"Wahh sama dongg, anak bujangku juga belum nikah.. Gimana nih mbakk?? Bisa kan??? bu Ambar menaikkan kedua alisnya memberi kode.
"Bisa juga itu,siapa namanya.. Dana yaa..
Sudah sebesar apa dia?? Apa sudah tidak takut lagi sama badut??. ucap bu Ratmini sambil mengingat - ingat nama kecil putra rekannya. Tanpa Reni tau bu Ambar adalah ibu dari Hendi sekaligus nenek muridnya yaitu Maya.
"Waah.. mbak ini masih saja ingat.. Enggak mbak alhamdulillah sudah sembuh dari phobia sama badut. Sekarang sudah dinas di Kodim sini. Ehh tadi anaknya kemana mbak. kok ilang sih? bu Ambar menyadari Reni sudah tidak ada di sekitar mereka.
"Saya cari dulu dek. Sampai ketemu lagii. Assalamuallaikum ucap ibu Ratmini melambaikan tangan.
Reni memilih mengeksplore pasar mencari kebutuhan pribadi dan camilann kesukaannya.
"Aku tersentuh dengan kalimat ibu Aruni. Beliau luar biasa hebat mau menganggap aku yang imannya setengah sengklek. Rela menutupi identitasku agar dihargai orang" gumamku lirih.
Aku melihat ibu bahagia sekali bertemu temannya. Reni putuskan membayar ikan nila tadi. Dan membeli cabai.
'Nduk.. ibu cari di sebelah sana ternyata kamu disini. ibu pikir kamu marah ibu tinggal ngobrol sebentar sama teman lama ibu.
'Ya enggak mungkin dong buk. Mana mungkin Reni sampai hati begitu sama ibu.
Yuuk buk.. aku sudah selesai.
...----------------...
Di jalan Reni mengendarai dengan kecepatan sedang, tiba - tiba bahunya di tepuk.
'Nduk, teman ibu tadi punya anak laki - laki loh.. Seumuran juga sama kamu dan Aruni.
'Iya buk?? Lalu?? Respon Reni sedikit cuek karena fokus menatap jalanan yang ramai banyak orang pulang kerja.
'Ya siapa tau kalian bisa berteman?? timpal bu Ratmini ragu - ragu.
'Hmmm ibuk inii.. mentang - mentang Aruni sold out terus aku dijodohin gitu?? jawab Reni
'Siapa tau jodoh nduk.. Ibu bahagia kalau kalian berdua ada yang jaga, Aruni sudah ibu percayakan sama Agastya. Kamu sama Dana, tapi ya tinggal kamu sendiri nduk. Ya semua kembali padamu nduk.
'Ohhh jadi namanya Dana buk. Ibuk ditinggal ayah naksir sama Dana Dana itu yaa??? Kayak apasihh??? Reni menggoda
'Hussss... Ibu itu cuma setia sama ayah!! Ibu hanya nawarin kamu kok malah di balikin lagi ke ibu nduk nduk kamu tu... bu Ratmini tepok jidat.
'Buk sudah sampai, ini rumah mas Agastya. Bagus yaa puji Reni pada ibu.
'Iya bagus, gedong nduk. Semoga Aruni disini bisa menempatkan diri gumam bu Ratmini.
'Assalamuallaikum bude... Bude Hakim...
ting tong...
tingg...
tongg...
Ceklek..
'Waalaikumsallam... Ehhh besankuuuhhh... Bu hakim menghamburkan pelukan dan cipika cipiki pada besan tercintanya.
'Aruni mana bude?? sudah pulangkah?? tanya Reni.
'Belum nduk. Masih dijalan mungkin. Biasa sore gini kan jam pulang kerja, jalanan ramai pasti macet. Yuuk Yuukk masukk duluu! Bu Hakim membuat minuman untuk tamunya.
'Ini diminum dulu, ini namanya infused water mbak Ratmi. Bisa buat detox tubuh biar makin glowing hihiii.
Bu Ratmini menatap gelas berisi teh saringan di dampingi irisan mentimun, dan lemon.
'Ya bu, saya minum..
__ADS_1
Sruuuuppppp.... bu Ratmini membelalakan matanya. Rupanya baru pertama kalinya tau bahwa infused water itu hambar alias tanpa gula.
Ahhhh... segar buk.. sudah glowing belum Reni?? tanya bu Ratmini sambil mengedipkan matanya.
'Hahahaha... Bude dan ibu itu glowing semua... diusia sekarang nih yang berapa ini?? Manula ya?? masih seger - seger kok..
'Manula... katamu???? Tak jiwit pipimu ancel bu Hakim..
'Bude Hakim dan ibu udah cantik. mau diapain aja ya udah tetep the best..
'Assalamuallaikum, ibu kami pulang. Terdengar suara Agastya dan Aruni memasuki rumah.
'Waalaikumsalam.. Nih ada ibumu dan Reni nang. Salami dulu too. Timpal bu Hakim pada anaknya.
'Sudah dari tadi bu?? tanya Aruni, kini berganti Agastya yang salim.
'Ya belum lama nduk. Ibuk dari pasar sama Reni tadi. Dia minta mampir kesini yaudah ibuk ngikut aja.
'Aruni aku mau ngombrol sebentar bisa?? Mau tanya soal pembukuan di sekolah nih. Aku agak kurang mudeng. Jadi aku mau tanya langsung ke kamu aja. Ujar Reni menutupi persoalan pengecut itu dari para ibu - ibu.
'Bisa kok. Mas.. Aku ngobrol sama Reni sebentar ya. Mas mandi dulu jangan lupa sholat juga. Aruni mengingatkan suaminya.
Mereka berdua duduk di gazebo samping rumah, Aruni sudah capek menunggu Reni menjelaskan malah ia sibuk tolah toleh melempar pandangan.
'Heh gilak!!! Mana bukunya !! Ditungguin malah tolah - toleh.
'Bentar.. Any something you must know. Ujar Reni sambil menempelkan jari tulunjuknya di bibirnya.
'What happen?? Aruni sudah kepo.. Dengan sedikit membolak - balikkan halaman buku yang ia pegang dengan gaya sangat penasaran.
'Tadi waktu di sekolah aku ketemu cuka'.
Krikkkk... Krikkkk... krikkkk
Hening..
'Hah cuka?? Aruni membulatkan matanya tidak percaya.
Ya mereka berdua sepakat memberi nama Hendi alias cuka atau lebih tepatnya Pe..Nge..Cut!!!
'Dia adalah om nya Maya!! kamu harus cepet - cepet nikah dan jangan sampai dia cari kamu lagi! Reni memberi penekanan pada Aruni.
"Maya kan waktu itu aku antar pulang. Tapi bukan rumah Hendi. Apa mereka sudah pindah rumah ya?? lirih Aruni.
"Plisss Ren, aku gamau ketemu lagi sama dia. Aku sudah lupain dia dengan susah payah. Aku mohon kamu bantu aku.
'Tanpa kamu bilang aku juga tau somplak!!! Mana mungkin aku bantu dia buat jauhin kamu sama mas kulkas. Dia udah yanng paling baik buat kamu kok. ujar Reni sambil memakan lemon dari bibir gelas itu.
'Iyuhh... Hiiiii!!!! Aruni bergeliat jijikk
"Kenapa sih??? Reni heran menatap Aruni.
'Ren.. Mending kamu jauh - jauh ke afrika deh.. kayak gaada makanan lain aja lemon dimakan. Aruni meringis.
'Enak tauk!! Se...GER!!! Reni berteriak lantang yang langsung di bekap temannya.
'Aku gak budek. pelan - pelan aja ngomongnya.
'Back to topic!!! Aku mau cuti dulu dari kantor.. hufttt....
*Flashback
Aruni dan Hendi dulu adalah sepasang kekasih. Tapi Aruni mengurungkan meneruskan hubungannya karena ayah Aruni memintanya untuk fokus ke masa depan. Bukan mendekati hal yang dimurkai Allah.
'Hendi maafin aku ya, aku gabisa lanjut lagi. Makasi banyak udah nerima aku yang serba kurang ini ucap Aruni berkaca - kaca.
'Kenapa Aruni?? Apa kurangku buatmu??? ucap Hendi yang setengah emosi.
'Wisuda nanti aku bisa lamar kamu. Kamu percaya kan sama aku?? Hendi menggenggam tangan Aruni lembut. Ia mendekatkan kepalanya hampir menyentuh wajah Aruni seolah bibirnya sudah tau apa yang diinginkan.
'Jangan Hendi..Ia jauhkan badannya dari laki - laki itu. Kejarlah cita - citamu, aku dan kamu beda Hen, biarkan aku sukses dulu biar aku sepadan denganmu.
Tes.. Air mata Aruni turun membasahi pipinya.
'Aruni!! Katamu kamu sayang sama aku. Kenapa kamu masih ngikutin orang tuamu yang kolot itu!!! Ini sudah modern! Pelukan gak boleh, genggam tangan aja harus curi - curi. Emang kamu hidup di jaman timun mas apa!! Hendi memaki gadis yang menunduk dan terisak.
Dyyyddaaarrrr.....
'Sampai hati Hendi kamu ngatain ayah ibuku ku seperti itu. Bahkan aku yang dianggap rendah nenekmu saja aku masih bisa sopan. Aku kecewa!! Tidak ada rasa menyesal aku menyudahi ini. Aruni menatap Hendi nyalang.
__ADS_1
sungguh tak terima jika orang tuanya di hina bocah kemarin sore seusianya.
Grepp....
Hendi memeluk dari Aruni dengan beringass... pipi, kening bahkan jilbab Aruni sudah di tarik Hendi dengan emosi. Semuanya diluapkan dengan hasrat yang sangat tinggi.
'Hendi!!! Jangan !!! Aku mohon. Teriak Aruni.
Tolongggg!!!! Tolonggg...
Ditariknya blouse yang Aruni pakai sampai sobek di bahu dan jilbabnya di tarik dan lempar ke arah yang asal.
Bibir Aruni hampir di ***** laki - laki itu.
Brengsekkkk!!!!!! Jangan lecehin sahabatku!!!
Bughhh
Bughh.... Reni memukul punggung Hendi dengan gagang pel yang ia temukan.
Bughh Bughhh... Tidak kah kamu kurang ha?? Sama ****** Eliza ituuu???
Bughh... Bughhh.. Reni hilang kontrol menghajar Hendi yang hampir hilang keseimbangan.
cratttttt..... Darah di kening Hendi mengalir menutupi wajahnya akibat pukulan heels Reni.
'Gadis sialan!! Awas yaa!!! Kalian berdua itu gaada bedanya. Yang satu model bookingan dan kamu tunjuknya pada Aruni pelacur model hijab!! Hendi tersenyum mengejek.
'Tolongggg!!! tolooonggg!!! Siapapun tolong kami teriakk Reni kencang memenuhi lorong kampus.
Hendi kelimpungan bingung dan takut. Ia berlari sempoyongan keluar kampus segera pergi sembunyi.
Teman - teman lain kelas membantu menenangkan Aruni dan Reni, Mereka menunggu jemputan karena masih trauma dengan kejadian tadi.
'Dek!! Apa yang terjadii?? Firman Handoko kakak Reni mendatangi mereka dengan tatapan tajam.
'Ta - tadi aku bantu Aruni mas, dia hampir di lecehkan sama orang di kampus, alibi Reni. Jika berterus terang mantan kekasih Aruni pasti kakaknya akan mengira hal yang negatif pada sahabatnya, ia takut kakaknya yang emosian malah membuat kondisi Aruni semakin tertekan.
'Kurang ajar!!! tangan mas Firman mengepal.
Dimana laki - laki itu. Firman mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
' Enak aja gangguin adikku yang berharga ini. Sudah jangan takut nanti biar anak buah mas yang cari. Kalau berani nampak, rata semua mukannya!!! Mas firman kembali mendengus penuh kekesalan.
'Jangan mas.. Sudah sudah.. Aku gapapa kok mas. Hanya butuh istirahat sebentar aja kok. Nanti juga ilang sendiri rasa gemeternya. ucap Aruni merasa tak enak hati pada mas Firman.
'Dimana ruangan cctv nya?? Biar mas kesana kamu pulang nyetir sendiri Ren. pinta kakaknya.
Reni menggeleng seolah tahu apa yang akan di lakukan kakaknya yang penampilannya seperti preman setengah dewa itu.
'Mas cari tau sendiri aja kalau kalian susah ngasih taunya. Gadis bodoh!!! Ditolong malah nolak, Kalau ada apa - apa juga mas kan! Makanya disuruh latihan bela diri tu manut! Gak kelayapan aja!!!! umpat mas Firman emosi.
'Mas gamau tau. Besok Kalian harus latihan bela diri di padhepokan! Mas ga terima penolakan!!! ancamnya.
Aruni dan Reni mengangguk.
'Ayo pulang, kita beli baju sekalian. Mana mungkin Aruni pulang dengan kondisi baju sobek!! Bisa - bisa mas kena semprot om Praja!! timpal Firman.
Sejak saat itu Hendi tidak pernah memberanikan bertemu, karena anak buah mas Firman sudah memberi peringatan konsekuensi padanya.
...----------------...
'Runnn!!!! Aruni?? Kenapa sihh, Ngelamun?? Hellowwww??? Reni melambaikan tangan di depan kedua matanya membuyarkan lamunan sahabatnya.
'Heii ... Iya iyaaaaa... Apa sihh? Aku disini?? jawab Aruni dengan suara paraunya.
'Aku gamau kamu inget - inget yang dulu. Aku lindungi kamu dimanapun! Termasuk kalau si cuka itu mendekat. Bahkan sekarang ada mas Agastya! Dont worry.! lekas dipeluknya sang sahabat.
Aruni berusaha menghalau air matanya yang hampir jatuh.
'Aku sudah lupa. Aku berhutang budi sama kamu dan mas mu itu. Aku gabakalan bisa bayar dengan apapun Ren!!
'Heh!! Yang jadi tukang kredit siapa?? Utang kok utang budi!! Gausah mikir bales budi!! Kan belum tentu budi yang nglakuin!!
Jajanin aku kek!! Rewel Reni mengalihkan membicaraan yang sebenarnya menghibur sobatnya.
'Aku ngikut sama kamu untuk semua kegiatan di sekolah Reni. Mungkin bener saran kamu, aku harus fokus mikirin pernikahan aku biar lancar. Aku gamau kecewain mas Agastya Ren.
'Nice girl... Big hug Reni dan Aruni kembali berpelukan.
__ADS_1
'ehmmm... ehmmm... ayooo masukk!!! sudah mau adzan kok nongkrong.. ayo masuk gadis - gadiss.. Mari sholat dan lanjut makan. pinta Bu hakim