Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 81 #Yamaha


__ADS_3

''Ampun sayang, monggo dilanjut lagi kerokinnya, mas gak papa kok suwer! Pokoknya istriku the best for everything dapatinnya saja susah, kalau gak buru - buru keduluan orang pasti.'' Gumamnya pelan.


''Bilang apa?'' Aruni mendelik mendengar suaminya bergumam sendiri, apalagi membahas dirinya.


''E- enggak dek! Yakin deh, salah denger kamu! Yuk lanjut lagi, sudah terasa langsung sembuh ini badan!''


''Dah selesai!''


Kutinggalkan suamiku di kamar sendirian, aku langsung ke dapur untuk bikin susu hamil. Entah kenapa selama hamil ini aku benar - benar tambah lapar. Padahal hampir semua makanan aku makan setiap saat. Belum sempat aku buang air besar malah sudah lapar lagi. Semoga sehat - sehat ya debay twins ku, jadi nggak sabar Bunda menunggu mu.


''Sayangggggggggg......! Aaasrgghh!'' Teriakan menggelegar memenuhi seluruh ruangan rumah.


''Brurrrr..! Uhukk.. uhukk..! Kenapa sih suamiku ini?''


''Agastya kenapa teriak -teriak? Kaya kernet angkot aja kamu! Gak ingat adab apa ini rumah bukan hutan apa lagi jalanan! Gak sopan, sudah jadi bapak - bapak masih aja kaya kelas 6 SD!'' Teriak balasan dari Bu Hakim.


Aku membersihkan lantai bekas susu bumil rasa coklat yang tak sengaja aku semburkan tadi, mau bagaimana lagi. Aku kaget sekali suamiku berteriak.


''Kenapa nduk? Sini ibu saja, kamu gak bisa terlalu capek kasihan nanti si kembar di perutmu, maem sana. Ibu sudah masakin ikan pepes sama oseng jamur. Tuh ibu tutupin tudung saji!'' Tutur Bu Hakim pada menantunya.


Siapa yang ingin jadi menantu Bu Hakim, enak sekali bukan. Dimanja - manja sama mertua. Hihihi...


''Ya buk, nanti Aruni makan kok. Mau bikin susu dulu, tadi nggak sengaja nyembur karena dengar teriakan Mas Agastya buk.''

__ADS_1


Tap..


Tapp...


''Dek, kamu tuh dendam apa sama Mas? Apa mas bikin salah sama kamu? Mas salah apa dek?'' Rengek Agastya pada istrinya.


Bisa kulihat ibu mertuaku menatapku dan Mas Agastya bergantian, mungkin ibu mertuaku bingung dengan apa yang terjadi. As..embuhlah aku juga tak mudeng!


''Kamu kenapa Gas!'' Tanya ibunya dengan bingung.


''Nih!''


Ibu mertuaku berusaha menutup mulutnya dengan kedua tangannya, aku pun juga. Tak kuasa menutup penuh kami tertawa juga.


''Siapa lagi kalau bukan anak perempuan ibu! Kan aku anak tiri ibu, malu tau kalau nanti pas olahraga di kantor kelihatan!''


'' Jadi kamu malu mas punya istri kaya aku? Kamu nyesel? Ngeselin banget sih kamu mas!''


Aku makin melongo kenapa istriku yang random ini, entah itu berlaku untuk kedua ibuku atau hanya aku saja. Aku makin melotot ketika Aruni hanya melewati aku tanpa bicara sepatah kata saja! ***.. Embuh lah!


...****************...


''Hei Mbak Reni!'' Teriak seseorang dari jauh.

__ADS_1


Aku menghentikan langkah dan menoleh ke sumber suara, itu kan lelaki tadi yang aku tabrak. Mau apa dia kemari? Duhh.. Cogan, jangan deket - deket dong! Dedek lemah iman ini.


Hoshh... Hoshh... Hoshh..!


''Mbak Reni dipanggil kok diam saja? Saya capek ngejarnya tau!'' Protesnya padaku.


Aku menautkan kedua alisku bersamaan, memang siapa yang minta dia buat ngejar. Emang aku tulang apa dikejar - kejar anjing?.


''Hei.. Mbak? Can you hear me?''


''Yes, what can i do for you?'' Timpalku menanggapinya, entah kenapa dia terlihat seantusias ini padaku. Apakah dia tertarik padaku, ahahha.. Ya memang aku cantik, dia mungkin tak menyadari kalau aku SelebKilo, di Aplikasi Instakilo.


''Sudah makan belum? Kalau belum makan dulu yuk!''


''Hmm...''


''Ayokk! Aku tak terima penolakan!'' Dia menarik tanganku menuju ke Solario Resto di Mall itu.


Entah kenapa dari sekian banyak resto dia membawaku kemari. Tanpa bertanya mau atau tidak eh malah bilang tidak menerima penolakan. Duhh.. Melting gue diginiin!


Maaf ya pemirsa sayang.. karena telat update terus dr kemarin.. maaf ya karena debay saya lagi rewel, dan sibuk masak buat buka puasa. Selamat berbuka semuanya...


Kalau ada salah - salah kata mohon maaf lahir batin yak...

__ADS_1


__ADS_2