
"Kenapa cemberut begitu?? Apa marah denganku??? hmm?? Agastya bertanya pada istrinya.
"tidak.. bukan begitu, hanya aku tak bisa menutpi setiap hari dengan foundationku
hampir setiap hari selalu aku ttup dengan foundation.
"hihii... biarkan sayang begitu lebih baik. Agastya menjawabnya santai.
"Kita berangkat jam berapa mas?? Aruni bertanya pada Agastya yang asik memilih dasi untuk foto.
"Habis ini.. Reni mungkin bawa mobil sendiri dek, jadi ada 2 mobil nanti.
Kamu keberatan??? Agastya bertanya lirih.
"Sama sekali enggak mas, benar - benar ini!!! aku sudah jatuh cinta dengan mas Agastya sampai sekarang. gumamnya lirih.
Aruni tersenyum melihat suaminya sangat cute saat menggaruk - garuk kepala membandingkan mana dasi yang cocok.
"Semua lucu mas.. bawalah yang menurutmu warnanya mendekati.. nanti kita coba lagi dasi sana.
Agastya mengangguk setuju.. Ia pakai pilihan istrinya dan segera bersiap - siap. Didepan cermin. terlihat wajah cantik Aruni sedang menata semua kebutuhan untuk menginap di rumah nenek, Agastya melukiskan bulan sabit di bibirnya. tersenyum bangga kini dia memiliki istri sesuai harapan.
Tap
Tap
Tap
Aruni dan Agastya menuruni tangga membawa koper kecil , tak disangkan benar kata suaminya. Bu Hakim susah menunggu di bawah.
"ibu maaf bikin menunggu. ucap menantunya tak enak hati.
"tak apa, yasudah kita berangkat sekarang??? Gas, kuncinya kita titipkan ke om!! karena ibu sudah meminta agen buat bersih - bersih.
"siapa yang akan mengawasi?? om?? Agastya memincingkan matanya.
"heem... om akan kesini daBun akan membawa tukang juga, ibu minta untuk mengurangi tanaman ibu. Biar besok acaranya luas. Tanamannya gak ganggu!! sahut bu Hakim.
Agastya menganggukkan kepala mengerti. Mereka semua telah melakukan perjalanan untuk preweed setelah memberi kunci pada om nya.
"Dek kamu telfon Reni sudah sampai mana?? Tadi kok aku lupa. gak kepikiran buat nyamperin dulu!!! Agastya menepuk jidatnya.
Tutt..
tutt
tutt
"Gak diangkat mas?? Masa kita balik??? Aruni tampak berfikir.
Ahaaaa.... Aruni tampak sibuk dengan telfon genggamnya. Ia buat panggilan untuk tetangganya.
tut..
__ADS_1
tut...
tut...
Agastya menoleh ke istrinya yang menggemaskan itu. Entah kenapa tiap melihat Aruni seperti melihat ABG yang selalu bucin.
"halooo????
"iyaa mbakk... Hampir saja aku mau kesana.
"hahaha iya mbak.. doakan saja, tak apa mbak..
"Ya Assalamuallaikum..
Aruni menutup panggilannya pada mb Anik tetangga sebelah rumahnya.
" telfon siapa sayang??? hmm?? Agastya menyipitkan matanya pada sang istri tanda cemburu.
"mbak Anik sebelahnya ibuk. Tadi katanya ibuk dan Reni sudah berangkat 20 menitan yang lalu..
"Bukk, mau beli apa??? apa mau langsung aja?? Agastya melihat ke ibunya dari spion tengah.
"Beli apa??? maksutnya??? Bu hakim terhenti dengan handphonenya.
"buat nenek lahh.. Agastya mendenguss kesal pada bu Hakim..
bu Hakim menepuk jidatnya sendiri.. ia lupa bahwa mereka sudah di jalan.
"yasudah kita cari toko oleh - oleh, atau minimarket. nanti ibu belikan disana!!! kalau di pasar ibuk udah dandan. males turunnya. pungkas ibu Agastya.
Agastya memarkirkan mobilnya di toko oleh - oleh. Bu hakim keluar mobil mencari sendiri. Sementara Agastya memilih berduaan dengan istrinya.
"sayang... Agastya memanggil istrinya
"mass... Aruni pun kaget.. mereka kompak mengucapkan barengan.
Mereka hanya pandang - pandangan, dan tersipu malu. senyum - senyum saja Agastya ini.
uhhh soswitt gak??? ya soswit lahhh!!! di ratukan orang yang tepat!! mana peka pula!!!
"kenapa sayang?? kamu dulu yang ngomong.
"mas dulu aja gapapa!! aku nanti bagian ke dua!! dah terlanjur malu sama pembaca nihh.. hihihi.. Aruni tertawa lirih.
Diraihnya tangan sang istri dan di genggam erat penuh perasaan sayang.
"mas sayang sama kamu. apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan mas ya..
"kenapa mas bicara seperti itu?? Aruni menelisik pemahamanya.
"ehmm... tidak!!! bukan begitu.. maksud mas.. jangan pernah tinggalkan mas. Kamu mau kan bersama - sama bareng mas sampai tua?? tanya Agastya agar istrinya tidak salah pengertian.
"tentu.. mas itu my one and only banget buat aku. langka looh.. laki - laki modelan kaya mas di jaman sekarang. kadang baik, jutek galak, manja, dan isss.....eeenggg!!!!! Aruni tertawa mengejek suaminya.
__ADS_1
Grepppp
Agastya menarik istrinya dalam pelukannya. dikecuplah kening istrinya berkali - kali sebagai tanda sayang.
"mas... aku sayang kamu!!! Aruni mengeratkan pelukannya pada suaminya.
"mas lebih sayang sama kamyuuu!!! Agastya menimpali sembari memeluknya.
"aku cinta kamu mas!!!! Aruni melongok ke wajah suaminya yang cengengesan.
"akuhh lebihh cintaaa dari pada kamyuhhhh!!!! Agastya tersenyum menatap wajah istrinya yang merona.
"apaan sih mas... lebay!!!! Aruni sedikit geli mendengar jawaban suaminya itu.
Tok
tok..
tokk...
Bu hakim mengetuk kaca mobil anaknya. Beliau pun melihat keduanya sedang bermesraan.
"ibu beli apa??? Agastya melihat bawaan yang banyak sekali?? Agastya mengalihkan pembicaraan. ia sudah tau respon ibunya karena tadi sudah geleng kepala.
"Heiii mantan jombloo tuwir!!! dah lapuk juga masih mesra - mesraan di mobil. nanti kalau digosipin mobil bergoyang gimana??? gak malu kamu??? Bu hakim menyindir anaknya.
Cepat.. itu buka bagasi belakang.. masukan barang nya. gak kasian apa liat ibunya kaya gini Gass... gass!!!!
Segera Agastya mematuhi dari pada kena omel. Sedangkan Aruni makin menunduk tersipu malu ketahuan sedang peluk - pelukan dengan suaminya.
"Diapain kamu sama bujang tuwir itu??? Bu hakim menjawil menantunya. memastikan baik - baik saja.
"Enggak apapa kok buk. Aruni menjawab lirih.
"Ibu ini.. sentimentil banget sama aku buk!!! orang lagi sayang - sayangan di ganggu. gerutu Agastya sedikit merengut.
"ya arti pelukan itu ada dua. moment pas sedih butuh di pelukk! seneng juga pelukan.. jadi ibu hanya memastikan anak perempuan ibu tidak kau Saaa.....Kiiiiii...Tiiiiii.......!!! pekik bu Hakim dengan penuh penekanan.
Agastya meringisss.. sambil menjalankan mobilnya kembali. ia heran kenapa sekarang nasibnya berubah menjadi seperti anak pungut.
Bulir kristal sudah mengembun di pelupuk mata Agastya. Ia terharu ibunya sampai sejauh itu menerima istrinya.
Tessss
Di sekanya air kristal yang sudah terjatuh itu. tentunya sebagai lelaki ia sangat malu kalau sampai ketahuan menangis.
"Alhamdulillah!!! Terima kasih ya Allah!! ibu bisa sayang sama Aruniku. Makasii ya buk, sudah mau menerima istriku. Terima kasih sudah menyayangi seperti anakmu sendiri. Agastya membatin sambil menatap jalan.
"Dek.. tidurlah tak apa. nanti kalau sampai mas bangunkan. Agastya berkali - kali melihat istrinya tampak menutup mulut saat menguap..
"Tapi kamu nanti nyetir sendiri mas.. gak ada yang nemenin. Aruni merasa kasihan dengan suaminya.
"tak apa, mas gamau kamu terlalu lelah. Sekarang tidurlah!! kirimi aku nomor hapenya Reni. Mas akan shareloc posisi kita.
__ADS_1
bersambung