
Shaf mushola keluarga sudah terisi 4 orang, memang di dalam rumah Agastya ada mushola kecil sebelah kolam ikan samping rumahnya.
"Allahuakkbar!! takbiratul ikhram sudah Agastya ucapkan. Lantunan ayat sucipun sudah di bacanya dengan fasih.
"Assalamualaikum warrahmatullah.. Agastya mengucapkan salam ke kanan dan kiri bergantian, lalu menengadahkan kedua tangannya dan memejam mata.
"Ya Allah Ya Tuhanku. Lindungilah semua wanita yang aku cintai dari hal - hal yang engkau murkai. sehatkanlah raganya, berikan mereka kekuatan dan kesabaran menghadapiku yang masih butuh ilmu.
Aamiin!!! batin Agastya sambil mengusap muka.
"Mas.. ucap Aruni lalu mencium punggung tangan suaminya.
"Kita lanjut ngaji ya dek, Aruni mengangguk.
Reni mau ikut? Tawar Agastya.
"Emhh... aku mau bantu ibu dan bude ke dapur aja. Bacaanku belum sempurna mas. kalau di depan Aruni aku sudah biasa hafalan datar. Di depanmu aku ndak mampu.
'Gapapa, kita belajar barengan.. Biar cepat hafal juga.. Gratiss lohh ngaji bareng aku.
'Ayo dong, biar kamu tau betapa merdu suara suamiku ini timpal Aruni
Deg...
Suami sobatnya memang hobi bikin ketar ketir.
'Gak mas.. kayak ga tau kamu aja.. ujung -ujungnya pasti ribut. Ngejek lagii mana mulutmu tajem lagi. Reni melirikkan mata ke Aruni.
' Ihhh.. gak nyadar dia. Kejedot apa kamu?? Bisa Amnesia dadakan, bisa - bisanya si mulut ranjau juga lupa diri ledek Agastya.
"Tuhh Run, denger sendiri kan. lemezzz benerrr tu bibir.. Sadar mas udah tua, beruntung belum bau koyo cabe apa parem kaki, hamdallah yang banyak mas!! beruntung dapet istri Aruni yang muda. Cantik, baek sholehah. Coba dapet yang peot. Nganggur tu oyong!! Reni berlari kabur dari pelototan mata Agastya.
Aruni hanya geleng kepala sahabatnya itu memang biangnya lambe turah. Meski bermulut pait tapi setia kawannya tiada tanding.
"Ibuuuuuuu....!!! Budeeeee Bu.. Deee... tolong akuuuu teriak Reni sambil berlari ke dapur.
'Kenapa nduk. Dirumah orang kok malah teriak - teriak, ndak sopan ahh. Bilang pelan aja bisa kok. Bu Ratmini mencubit pipi Reni gemas
'Itu buk, bude.. Reni tadi di ledekin mas Agastya. Males dongg sama dia, aku lari kesini dehh. Lagi bikin apa ini?? boleh aku bantu nggak buk?
'Sudah selesai nduk. Kamu kurang tepat waktu kalau mau bantu. Dibawa aja di meja makan ditata sekalian. Kata bu Hakim habis ini kita makan barengan.
'Dimana bude buk?? Kok gak ada??
'Lagi ganti baju sebentar tadi ketumpahan kuah sop nduk.
'Kenapa nyariin aku?? Rindu ya?? Bu hakim terkekeh.
'Duhh gak ibu gak anaknya sama aja kenarsisanya tidak diragukan lagi. ujar Reni
'Agastya... Aruni... Ayo makan sayang, ibu kamu sudah nunggu lohh..
Ting..
Kluntang Klunting.. suara sendok dan garpu beradu, menikmati sup buntut buatan ibu Agastya dan tempe mendoan buatan ibu Aruni.
Agastya memandang Reni makan sambil menelan ludah.
'Kamu model beneran Ren?? Kok aku ngerasa gak percaya ya Agastya meledek.
'Mmmm... heeum ucapnya sambil
__ADS_1
mengunyah penuh makanan di mulut. Reni sudah habis sup buntut 2 kali lalu tambah nasi tempe.
'Dek.... Agastya melirik istrinya seolah meminta penjelasan tentang Reni.
'ohhh iya mas.. Reni memang gituu.. Dia tampang model tapi jati dirinya aslinya kuli.. Liat aja body goals banget modelnya gitu, tapi perut model truk DPU!!! Bisa angkut apa aja
Hahahahahahhaha.... gelegar tawa menggema di ruang makan. Reni benar - benar bermuka tembok. Ia malah fokus nambah lagi makannya.
'Ndukk.. lagii, bu Hakim mengambilkan sup buntut lalu dituangnya ke piring milik sahabat menantunya itu.
" Makasihh bude tersayanggg.. Reni menghujani kiss bye dengan telapak tangannya
...----------------...
Hari ini kegiatan mengajar sudah usai, siswa dipulangkan awal karena aula desa akan di gunakan untuk MUSRENG.
'Aku deg - degan bude, kenapa harus aku sih yang MC?? Kan aku gak bisa ngomongnya. Takut kurang sopan Reni berjalan bolak - balik menenangkan pikirannya.
'Bude tuh percaya sama kamu. Aruni yang bilang kok kalau kamu bisa, kalau ada yang dikenal ngapain cari yang lain. Ujar Bu Hakim yang masih fokus dengan bedak kaca di tangannya
'Hahh???? Apa?? Aruni yang ngomong sama bude??? Reni melongo kaget,
"Kenapa harus aku yang ditumbalkan dengan kegiatan seperti ini??
Hatiku hancur seketika say.. ini benar - benar luar biasa mengagetkan hati.
Aku rasanya mau pipis. sumpahhh!!!!! Lebih mengenaskan daripada aku harus catwalk di depan juri pejabat atau provinsipun.batin Reni
Warga, tamu dan komite desapun terpukau dengan dengan penyampaian Reni. Mampu menjadi mc yang gokil. Ditambah penampilan Reni yang glowing dan postur tubuhnya aduhai.
'Bu Reni, maaf bisa bicara sebentar. Pak pono memanggilnya saat acara usai.
Deggg.... Reni mengurungkan niatnya membuka pintu ruang kerjanya.
"Baiklah pak, tunggu sebentar Reni hendak menaruh snack yang ia bawa ke dalam ruangannya tapi dihalangi pak Pono.
'Silahkan pak bicara saja tak apa. Pinta Reni yang sedikit tersulut emosi karena pak Pono lancang memegang tangannya.
'Nanti malam mbak Reni kosong kan? Pak Pono bertanya sambil melihat kanan dan kiri.
'Tidak pak, saya ada acara bersama keluarga selama 3 hari kedepan jadi kami sangat sibuk.
'Hmmm.. padahal saya kepingin ketemu sama mbak Reni. Kita makan malam bareng aja gimana??? Di warung pecel lele Jl. Pahlawan 002.
'Maaf pak saya tidak bisa, permisi. Reni membuat alasan yang logis. Ia berlalu tanpa sepatah katapun.
'Hissss.... Gagal lagi. Aku harus dapatin mbak Reni. Kapan lagi ada perempuan cantik gumam Pak Pono.
"Aku sudah biasa melakukan peran bermuka dua atau tiga, aku bisa tau niatmu pak Pono. Hanya saja siapa aku disini itulah alasan aku bungkam, jika kamu tau kemungkinan otakmu berfikir 20 kali untuk bertindak sama aku ucap Reni sambil menatap pak Pono yang sedang kesal.
Reni mengendarai motor dengan kecepatan penuh. Keburu lapar ia memutuskan berbelok di kedai kesayangannya.
'Mas ilham... Mpek - mpek satu ya, es nya biasa yaa disana. bangku pojok dekat jendela adalah tempat favoritku dan Aruni.
'Silahkan mbak Reni, tanpa antri jadi cepat tersaji. Silahkan dinikmati ucapnya.
"Hmmm... Aroma iniii... sungguh menggetarkan hati,
Sruuuuppppp....
Sruppppppp... Srupppp
__ADS_1
Srupppp... Reni menyeruput cuko mpek - mpek di depannya.
Sementara itu ada 3 pasang mata yang memandang sulit diartikan dari bangku sebrangnya. Mereka adalah Indra, Edwin dan juniornya Erik. Mereka sebenarnya teman kampung tapi beda jalur lulus polisinya.
Srupppp.... Srupppp... Sruppp...
Srruuuuuuppp... AHHHHHHHH... mantapp banget mas ilham!!! Reni mengacungkan 2 jempolnya diabalas anggukan oleh pelayan itu.
'Mbak, kalau makan jangan bersuara dong... Srap sruppp sraapppp srupp aja!! Emang es gosok di sruput. Ketus lelaki di sebrangnya. Indra nama yang tertera di dadanya.
'Jangan sewot mas.. ini namanya senii.. mana ada orang beli es langsung telen. Es batu aja di **** dulu kok!! Reni menjawab dengan penuh tekanan emosi.
"Astagaa.. Amiit - amit kalau aku punya istri kaya gitu, muda sih muda tapi mulutnya... terbiasa di ajarin ngelas kali yaaa... suara kenceng dia doang kedengeran di gendang kupingnya. Ujar Erik tak kalah sewot.
'Mbak saya hanya mengingatkan agar orang lain tidak ilfil sama mbak ujar Edwin pelan - pelan karena menebak bahwa perempuan di depannya adalah macan betina berkedok kucing.
Sesama muslim kan harus saling mengingatkan, jangan sampai mempermalukan sesama juga mbak. Mungkin gelasnya bisa di dekatkan lagi agar tidak menimbulkan suara saat menyeruput.
Reni mengikuti saran Edwin,
'Nah.. Kalau seperti itu kan malah bagus mbak. Terlihat anggun dan makin cantik. Pujinya sambil tersenyum memperlihatkan lesung di pipi kirinya, saran Edwin bikin hati Reni meleyot lumer seketika..
Reni mengunci pandangan menatap Edwin dengan penuh konsentrasi.
"Apa mas tau saya? tanya Reni
'hah??? Maksudnya?? timpalnya balik sambil menatap dua rekannya.
'Mas tidak kenal saya siapa?
'Eng...Enggak?? Edwim geleng kepala karena dia merasa tidak pernah sekalipun berjumpa dengan gadis itu.
'Mas gak ada sosial media ya???
'Ada.. Tapi sosmed saya cuma buat share pekerjaan saya bukan buat ikut akun gosip sahutnya.
'Emang tampang kaya saya ini muka tukang ghibah ya??? Reni sedikit meninggikan intonasi.
'Bukan begitu mbak cantik. Maaf saya membuat mbak tersinggung. sungguh saya tidak tau mbak siapa dan bukan urusan saya juga kalau tau mbak siapa, Silahkan dilanjutkan makannya.
Edwin pergi ke toilet. Dan Reni pun juga sama dia ingin membasuh wajahnya.
'Adzan dzuhur ya.. Aku solat dulu deh, baru nanti jemput ibu biar enggak kesorean belanjanya.
Kricikkk.... kricikkkk, suara air yang gemericik bersahutan karena Reni sedang mengambil air wudhu untuk sholat di mushola kedai tempatnya makan.
"Allahuakbar... suara imam diucapkan lantang..
Bacaan doa iftitah dan Al - Fatihah dilantunkan dengan suara yang merdu.
Tes...
"Subhanallah... Suaranyaaa... Merdu sekalii.. Indahh di rasaaa, membuat aku merasakan dadaku berdesir hebat...
Apakah aku naksir????? batin Reni
Reni menyeka bulir embun di pipinya, ia tergetar hatinya mendengar suara merdu imam saat ini..
Deg... Ia terbelalak melihat pemandangan di depannya.
'Laki - laki tadi adalah imam sholatku saat ini?? Ya Allah sungguh indah ciptaanMu. Pantas saja Aruni ngeyel minta aku ngaji bareng suaminya, jadi begini kalau mendengar laki - laki saat membaca kitab Allah? Batinnya, Reni lalu menundukan pandangan malu karena takut di ketahui.
__ADS_1
Edwin melenggang pergi entah kemana. Reni berusaha mencari keberadaannya di spot makan kedai itu. Tapi sosok yang ia cari tak ditemukannya.
bersambung