Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 100 #Kritis


__ADS_3

Bu Hakim masih menahan tawa melihat anaknya yang berlengan kekar, tubuh atletis namun sekarang agak jadi body prenagen semenjak menikah. Kini tak berdaya dalam tekanan interupsi sang istri.


Sukurin kamu Gas, gaya aja sok cool. Tak ada apa - apanya kalau begini. Tapi ya baguslah, dia jadi gak bisa macem - macem. Hihii.. Manut tandanya sayang! Batin Bu Hakim dari pojok lemari.


''Hmmm... Aromanya, bikin perut melilit lapar! Ndug, bikin ap sih? Serius amat!''


Aruni menoleh tersenyum bangga karena hari ini karyanya sangat diapresiasi mertua.


''Wangi ya buk? Nih buk, bikin macem - macem pokoknya. Run bikin nasi balap puyung khas Lombok, ada cah kangkung, ada tongseng kambing, pudding, kue bolu dan es buah! Taraaaa..... Dah siapp!''


Agastya masih bermuka masam, malah tambah masam kala sang ibu datang. Ia terlihat sangat sebal karena malu.


''Astagaa... Anakku, aku baru melihatmu seperti ini Tuan Muda. Waooow... Keren! Amazing! Tuan Muda Agastya terlihat 5 tahun lebih muda!'' Ledekan sang ibunda berkedok pujian namun disambut sangat manis oleh sang menantu. Ahhh.. Terpaksa aku begini!


''Keren kan buk? Eitzz.. Sebelum makan, ibu juga harus pakai apronnya. Nih buat ibu, hari ini kita memang harus pakai serba pink - pink. Sebab itu warna ceria!''


''Kenapa dek?''


Aruni hanya mencebik, ia sungguh sangat heran dengan singa satu ini. Sungguh tak peka, tapi jika lagi butuh aja telmi nya akut.


''Seceria hatiku dong!''


Cekrekk...


''Hihihi.. Cakep!'' Aruni selfie dan posting di instakilo milik Agastya.

__ADS_1


Tak..


Takk..


Takk..


''Syukuri! Nikmati! Dan Hamdallah! Wallahi pasti jadi rejeki kembali, siiip! Posting!''


Aku gak bisa diginiin dek, apa kata followersku nanti kala panutan kece badai anti gempa ini bernuansa pink di meja makan. Sangat - sangat tidak keren! Agastya bermonolog dalam hati, meskipun terpaksa ia juga tak bisa menolak karena ia masih menjaga hati sang istri.


...****************...


''Blekkkk... Pingggg...''


''Blekk... Pinggg...''


''Aruni suka makan sambil begini? Ini lagu apa sih nduk? Ibu gak tau!'' Tanya sang ibunda padanya.


''Girlband asal Korea Selatan buk! Bagus - bagus lagunya. Aruni kalau suntuk suka senam - senam kecil pakai lagu itu!'' Ucapnya sembari mengunyah makanan, sang ibu pun hanya magut - magut percaya.


Namun lain hal dengan Agastya, ia nampak syok dan tak rela jika Aruni bertingkah layaknya jogetan Blek Ping itu! Bisa - bisa rontok semua tulang!


...****************...


''Tekanan darah pasien menurun Dok, apa kita akan tetap melakukannya? Atau bagaimana dok?'' Tanya suster yang mendampingi dokter ortophedi di dalam ruangan itu.

__ADS_1


''Mungkin ini efeknya sus, agak lambat karena sistem saraf dan pembuluh vena dan lainnya belum maksimal menyalurkan ke seluruh tubuh. Kita minta keluarga untuk berdoa saja!''


Firman dan Edwin semakin gusar kala dokter Reno keluar dari ruangan Icu, berharap ada keajaiban menyertai mereka.


''Apa dok? A - Apa yang terjadi dok?'' Edwin sudah menghadang dengan pertanyaan menodong.


''Sabar Win, kita dengerin dulu! Jangan gegabah!'' Interupsi Firman pada calon sang adik.


Dokter Reno menjelaskan perihal Reni masih terbaring kritis, namun sejujurnya Firman juga ingin tau seperti apa kesetiaan Edwin kala sang pujaan tergolek lemah seperti itu! Leave or stay?


''Bang, gimana kalau kita pindahin aja ke Jakarta atau di mana yang bagus biar Reni cepet pulih!''


''Why? Win, jangan bilang kamu meragukan kinerja dokter Reno?''


Edwin menggeleng menampik.


''Bukan! Tidak seperti itu bang. Aku tak bisa melihat dia seperti ini! Aku hanya ingin yang terbaik buat dia, biar lekas sembuh dan bisa bikin ketawa lagi. Lagian aku ada uang tabungan juga kok.''


Edwin menatap sendu perempuan yang tergolek lemas di bankar dalam ruangan itu. Ia tak kuasa menahan sedihnya.


Lain hal dengan Edwin, Firman mendecih sepele. Ia tak percaya ada lelaki seperti ini di jaman sekarang. The one and only laki - laki yang mau menawarkan tabungannya hanya untuk kesembuhan adiknya itu.


''Aku yakin kamu bisa bahagiain Reni Win, cepat atau lambat Reni juga harus jadi milikmu. Mungkin jika dia jujur padaku bahwa kamu adalah dunianya, betapa beruntungnya kamu menjadi laki - laki pertama di hatinya setelah posisiku tergeser olehmu. Tapi aku bangga!'' Batin Firman sambil menatap adiknya yang masih terpejam.


Hai kawan - kawan.. Terima kasih atas partisipasinya hingga saat ini. Masih berkenan mengawal semua cerita Aruni dan Agastya yang kocak sekali. Saya mau bikin visualnya Agastya dan Aruni, serta tokoh lainnya. Kora - kira adakah yang bisa membantu, adakah ide yang ccok untuk tokoh'' di sini..

__ADS_1


komen ya.. Thank youu


__ADS_2