Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 25 #Antusias


__ADS_3

"Mbak Reni cari siapa? Pelayan bernama Ilham itu sudah kenal dirinya dan Aruni karena bisa dibilang sering mampir disitu.


"Nggak mas, saya cuma mau foto tapi gak jadi. Oiya jadi lupa, pesanan aku udah selesai mas?? tanyaku pada Mas Ilham afar gak mati kutu.


"Sudah mb Reni bisa diambil di meja kasir kok mb.


"hmmm okeyy.. Reni berlalu begitu saja. Ia segera membayar pesanannya untuk ibu Ratmini yang sudah menunggu akan meminta di temani belanja.


"Dijalan Reni melihat ada beberapa driver ojol dan tampak seorang pengendara mobil sedang ribut besar yang menjadi tontonan warga.


"Macett deh... padahal kepo juga kenapa bisa ribut sihh?? gumam Reni sendirian.


"Jangan kepo mbak, harusnya kalau melihat ada sesuatu dengan saudara kita dibantu jangan di kepoin. Suara laki - laki itu membuat Reni melotot dan menoleh kaget.


"Haiii... ketemu lagiii!! Edwin memakai sepeda motor KLX kantor untuk berkeliling di sekitar kota. Dilepasnya kacatama hitam miliknya.


Saya Edwin mbak, mbak kenapa diam?? Edwin menatap perempuan di sebelahnya agak aneh.


"Astaga!!! Kenapa ada yang beginian sihh gumam Reni lirih..


"Hijau mbak!!!! Ayo jalan!!! teriak lelaki bernama Edwin itu. Entah dia polisi atau bukan tapi tampangnya seperti bukan polisi.


"Hissss.... dia yang nyapa, dia juga yang ninggalin!!! gerutu Reni


Aku selaw aja deh jalannya. Apa iya mas Agastya di luar seperti itu yaa??? Reni bertanya - tanya sendiri mengenai suami sahabatnya.


"Gakk!!! Gak boleh begitu Reni!!! Nanti kalau berasumsi sendiri malah bikin Aruni terluka.. semoga aja mereka bisa secepetnya nikah langsung hamil.


...----------------...


"Nduk sudah pulang tohh??? kok ibu ndak denger yaa suara sepeda motornya?? bu Ratmini membuatkan minum Reni yang sedang melepas kaus kaki nya.


"baru aja buk sampenya. Oiya, tadi Reni mampir belikan ibu es teller.. Inii buk!! Diambil ya kantung plastik itu dan di serahkan ke ibunya.


"Makasi nduk. Aruni gak salah memilih sahabatan sama kamu nduk. Ibu bangga liat kalian seperti ini.


"Buk aku masuk dulu ya, mau mandi sebentar. biar enggak lengket nih.. Reni melenggang masuk kamarnya.


"Kenapa suara lelaki itu terngiang - ngiang di pikiranku ya??? Ahhh jangan sampai aku juga kena racun "Hallo dek!!!". Cukup Aruni aja dan aku jangan!! aku yang harus melindungi Aruni.


Reni sedang menatap luar jendela disaat sore hari. Ia habiskan menatap senja sepuas mungkin karena sudah tidak hujan lagi.


Tokk


tokk...


tokkk..


tokkk...


"Ndukk??? Ada didalam??? Ibu mau bicara sebentar nih... ucap bu Ratmini


"Masuk aja ibuuu... Reni gak kunci kok, ngapain ijin buk. inikan rumah ibu. Reni yang tamu disini. Jadi aku yang numpang, jelasnya pada ibu Ratmini.


"ibu gak mau denger lagi kata - kata begitu. kamu juga putri ibu nduk.. apapun yang kamu katakan ibuk gaakan setuju.


Kamu juga anak gadis ibu meskipun tidak terlahir dari ibu, ujar wanita setengah abad lebih tersenyum simpul bahagia.


"iya - iyaaaaaa... siap deh buat ibu ratu...


Ada apa buk?? Hanya ituu??


"Bukan nduk... bu Ratmini kemudian tersenyum.


"Hmmmmfttttt..... bu Ratmini menghela nafas sebelum berkata pada anak gadis itu.


Nanti malam antarkan ibu ke rumah makan ya.. ibu ada undangan makan malam, teman ibu dulu tetangga kampung pulang umroh.


Jadi beliau berniat mengundang teman mengajinya dulu buat silaturahmi.


"Dimana buk?? Reni bertanya sambil mengunyah apel di tangannya.


"Di rumah makan Warung Lesehan nduk. Gimana?? Kamu bisa atau enggak???

__ADS_1


Kalau enggak ibu pesan gojek juga ndak papa nduk. Kamu pasti capek kan seharian gantiin Aruni di sekolah. Timpal bu Ratmini tiada henti berasumsi.


"Hasyahhhhh... ibu ituu!!!


"Sama ibu kok hasyah - hasyahh..bu Ratmini menggeleng melihat Reni meringis..


"Iya buk maaf dongg... Reni selesein dulu tugas dari Aruni. Masih nanti setelah isya kan??


"Iya nduk.. makasiih banyak ya anak ibu.


Ibu sayang deh sama kamu. Nanti tak carikan jodoh buat kamu. Rayuu ibu Ratmini.


'Ibu, Aruni dan suaminya yang bermulut boncabe itu sama aja... sukanya gituu!!! Reni merengut belaga kesal pada ibu sahabatnya.


Kringggg...


Kringgggg....


kringgg...


'Halo??


"Assalamualaikum Reni.... Aruni mengucap salam penuh penekanan seolah menyindir.


"Upssss... Waalaikumsalam bu hajjah!! Reni merubah pangilan suara menjadi video. Gimana bu!! Apa kabar cuaca hari ini???


" Terserah deh!! Aruni memutar kedua bola matanya malas menanggapi.


Oiya, 2 hari lagi ada acara pertemuan para guru di dinas kabupaten. Kamu bisa kan dateng sendiri?? mewakili aku. Kamu pakai seragam aku warna hijau botol dengan bawahan rok atau celana hitam jilbab sesuakan aja sama mukamu cerah pakai mana. Nanti disana akan ada panduan bla bla bla bla bla... kamu catat aja jadwalnya.


"Macam seminar??


"Bukan!! Macam kita datang ke perkumpulan desa untuk membahas wacana jadi sinoman tetangga dan bagi tugas jaga stand timpal Aruni padanya.


"Hmmm... lalu?? Aku gimana regist nya disana?Pakai id card?? Reni bingung karena buta dengan hal seperti itu.


"Hissssshhh... bukan mau masuk hotel Surtii!!!! Ada temanku disana, nanti aku kasih nomermu padanga, sedangkan aku akan pantau kegiatanmu dari sini.. hahahaha Aruni menertawakan sahabatnya..


"Mau penyambutan buat acara ultah kabupaten, jadi kita disana rapat dengan seluruh perangkat kabuupaten membahas wacana yang akan kita lakukan untuk memeriahkan. Entah kita dapat bagian lomba anak atau guru atau pertunjukan pentas seni pokoknya macem - macem deh.. dengerin aja nantinya!!! Okeyy... Aruni mengedipkan sebelah matanya pada Reni.


"Duhhh pasrah akuu... ucap Reni lunglai..


nih buk ngomong sama anaknya dulu. Aku mau minum sebentar.


"Halo anak gadis ibu?? Sehat kan nduk??


"Alhamdulillah buk sehat. Baru juga kemarin malam pisah ibu sudah gitu, bikin aku jadi sedih aja.


Sementara di tempat lain Bu Ambar dan Hendi sudah dalam perjalanan menuju restoran tempat berkumpul acara.


"Dana, ibu ada hal penting yang mau dibicarakan.


"Hmmm.. Hendi merespon biasa pada ibunya.


"Kamu sudah dewasa, ibu mau kamu cepat nikah. Kamu keberatan?? tanya bu Ambar pada anak lelakinya.


"Enggak.. Masalahnya hanya Kalih bu!!! "Kalih sinten (dengan siapa)??" Hendi mengelus dadanya.


"nek... Om kalau udah nikah jadi lupa sama aku gak ya?? Maya nantinya gak ada yang ngajak main kuda poni lagi. Ucapnya sambil menatap sendu om dan neneknya.


"Kamu tetap prioritas om selain nenekmu ini sayang.. ucap Hendi pada Maya.


Sekarang kamu les balet dulu, nanti kalau sudah selesai biar di jemput pak Yono yaa.. Om sama nenek mau ada acara hajatan sebentar. Nanti kalau sudah pulang kita beli es krim hibur nya pada ponakan agar tidak merengek dan berhasil.


"Hati - hati pak Hendi, bu Ambar ucap wanita gemulai itu


"Bye nenek.... Bye omm... Hati - hati dijalan yaaaa!!! Maya berteriak sambil melambaikan tangan dengan ceria.


"Dan, kayaknya guru les Maya suka sama kamu deh..


"Sembarangan ibu tuuh.. Ngawur aja.. ogah banget sama wanita jadi - jadian kaya dia. Ngadi - ngadi ibu tuh.. sewot Hendi sambil menatap lalu lintas jalanan.


"Kalau jodoh ya gapapa. Tapi ibu lebih suka sama anak teman ibu. Namanya Reni, cantik baik modis lagi.. keren pokoknya puji bu Ambar sambil tersenyum bangga membayangkan jika bisa berbesanan dengan bu Ratmini.

__ADS_1


"Gausah jodoh - jodohin buk!! Nanti kalau dia takut sama aku gimana??? Hendi menyela ibunya.


"Takut kenapa?? Orang kamu ganteng gini kok.. Putih, cakep karir oke rumah ada semuanya juga cukup buat makan sama istri. Bu Ambar tak mau kalah debat.


"Bukan itu bu, rata - rata temanku yang tidak tau aku semuanya kaget gapercaya kalau aku belum kawin. Pada ngira aku ini bapak - bapak!!! Protesnya


"Apaa??? Kok bisa gitu nak???


Hening...


"Hhhhhmmh... Hendi mendesah,


saat aku jemput Maya les, ada beberapa seniorku yang menjemput anaknya. Dan mereka semua mengira Maya anakku buk. Aku di gosipin duda malahan di kantor. Hhhhhhhfffffhh.... Hendi mendesah sangat pilu..


"Ahhahahahahahaha bu Ambar tertawa keras di mobil,


Ibu geli nak.. Memang sihh.. Makannya nikah sama anak teman ibu, dijamin gak ngecewain. Guru Tk, berpendidikan, sholehah didikan orang tuanya juga hebat. ahh the best pokoke!!!


Seandainya Reni tau pasti pingsan dipuji begitu oleh camer. Tapi lain hal.. yang muji adalah ibu Hendi musuhnya.


"Ibu, kita sudah sampai. sini aku bukain helm nya. Reni melepas helm yang dipakai bu Ratmini.


Ibu masuk dulu aja, aku mau ke kamar mandi pakai jilbab.


"Ya nduk, lantai 2 ya. kamu nanti naik ke atas ibu nunggu disana. Soal nomor meja kamu bisa cari ibu kan? bu Ratmini memastikan anak gadisnya tidak bingung karena yang diundang hampir 6 Rt karena relasi pertemannya sangat erat.


Mereka berpisah di dalam resto, bu Ratmini menaiki tangga menuju tempat acara. Sedangkan Reni memasuki kamar kecil buang air kecil dan pakai jilbab. Karena tadi ia habis keramas jadi jilbabnya tidak langsung dipakai.


"Halo nyonyaa Praja... gimana kabare nyahh??? tanya bu Arimbi pemilik acara.


"Sangat baik... kamu juga sehat kan?? Makin cantik aja yang perawatannya odol ledek bu Ratmini.


"Mbak ini bisa wae.. Sama siapa kesini?? Jadi sama Aruni???


"Enggak.. Aku sama anak gadisku satunya. jawab bu Ratmini.


"Siapa mbak?? Mbak ada anak lagi yaa?? Kok aku baru tau sihh?? Jahat banget gak ngabarin aku komen bu Arimbi sedikit kesal.


"Tidak usah begitu, ini anak angkatku. Tapi sedang di kamar mandi. Nanti juga naik.


Bu Ratmini tau bahwa bu Arimbi mengedarkan pandangan mencari sosok yang di gandeng bu Ratmini itu, tapi tak nampak.


"Heii Nyahh Ambar.. bu Arimbi melambaikan. tangannya.


Sini nyahh!!!


Bu Ambar mendekat bersama Hendi. Beliau tersenyum karena sudah lama tak bertemu. Kini saling peluk dan sapa.


"Apa kabar mbak Ratmi?? Baru beberapa hari ya kita ketemunya, setelah sekian lama. hahahahahahha tawanya..


"Iya dek Ambar. Alhamdulillah kita bisa ketemu. Ini siapa?? bu Ratmini menelisik pria muda di samping bu Ambar, tampak seperti sepasang kekasih karena bu Ambar menautkan erat lengannya pada anaknya.


"Ini anakk aku mbak. Hendi Pradana wnak lelakiku mbak, nak salim sama bude - bude. Kita semua ini saudara di kampung. ujar bu Ambar menjelaskan pada anaknya


"Hendi tante, menyalami bergantian.


"Ganteng, pasti cocok dengan Reni. batin bu Ratmini semakin mantap mendekatkan mereka.


Sementara di ujung tangga seorang perempuan muda memasuki ruangan dengan riasan ala korean style nya. Ia mengedarkan pandangan mencari ibunya.


"Ibu.. Reni memanggil bu Ratmini.


"Nahhhhh itu dia, itu anakku mbakk.. bu Ratmini tersenyum melihat kehadiran Reni.


Hendi dan ibunya serta bu Arimbi berbalik badan melihat anak gadis yang datang..


Deg...


Jantung Hendi bukan nya berdetak kencang malah seperti mau berhenti.


"Kamu!!! Reni mendelik melihat lelaki itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2