Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 56 #Menjauh untuk memperbaiki diri


__ADS_3

Trriinggg...


Trriiiinggg....


Gawai Aruni berbunyi, Agastya melirik istrinya yang sedang berpakaian itu langsung mengangkat.


"Run..


Setelah nikahnmu aku ada kerjaan di luar kota. Kamu sama suamimu bisa kan mengkondisikan ibu. Maaf yaa aku tak bisa menolak kontrak. Lirih Reni.


"Nanti aku sampaikan ke istriku.


krikkk.. krikkkk..


Sungguh sadisz, mengapa tak bicara dari tadi kalau dia yang angkat!!! Dasar kanebo kering!!!


"Kok mas yang angkat. Runi kemana??


"Dia kelelahan semalam aku gempur habis - habisan. Kami bahagia sekali bisa berduaan tanpa pengangu sepertiMu!!! tegas Agastya.


"Agh gilak!! kenapa juga harus cerita sama aku. Mau kamu nganu - nganu ya aku gak urusan. Cepat berikan pada Aruni!!


"Dek.. ini Reni telfon, gatau mau ngomong apa. Paling doain kita supaya cepat punya baby hahaha... Agastya berucap sedikit keras agar Reni mendengarnya.


"Hallo.. Assalamuallaikum..


Kenapa Ren??


"Apaa??? Mas Agas memang suka seperti itu. Kaya kamu baru tau sehari dua hari aja.


Hahahaha... iya!!!

__ADS_1


Betul banget!! Aku udah sedikit biaa adaptasi sama dia. Stell dlenger kalau suami kebanyakan gombal. Aruni tersenyum - senyum saat berbincang lewat telepon.


Agastya merengut, curiga dengan apa yang di bicarakan istriku sampai segitunya. Apa Reni se asyik itu?? Aku pun seperti patung yang di acuhkan dari tadi!!


Awas aja anak itu, tak kerjain baru tau rasa. Agastya menyeringai menatap handphonenya.


A : Lagi di mana? Kemarin anter Reni sampai mana??


E : Aku yang anter sampai Jogja, selamat kok. Tak usah repot - repot mikir jasa ongkos.


A : Lambe mu!!! Gitu aja di hitung!! Indra gajadi?


I : Sorry bro, aku kemarin di telfon buat anter nenek ku. Sorry yak. -.-


Agastya menghapus pesan dalam grup yang ia bikin, rencana grup itu di bentuk agar panitia pernikahan lebih mudah berkoordinasi.


Miss Angela sudah mengelola team nya dan keluarga inti.


Namun Agastya tetap membuat grup karena takut ada miss komunikasi selama acara berlangsung.


Brummm...


Mobil Hitam Agastya melaju menuju tempat kerja istrinya, Agastya dan Aruni sudah berseragam rapi dengan ciri masing - masing instansi.


'Dek, kamu langsung ke kelas?


'Iya mas, aku hanya akan buka pintu saja. Biar nanti anak - anak lebih mudah menaruh tas. Anak kecil itu sensitif dengan suasana sepi mas. Kalau gak aku buka dari sekarang. Mereka tahunya sepi. Timpal Aruni pada suaminya.


"Oohhh... Okedeh. Mas ke kantor Om ya. Aku mau liat dulu sudah berangkat belum.


"Ya mas, tunggu saja di sana mas. Aku akan menyusul.

__ADS_1


Aruni membuka pintu dan segera berjalan menuju kantor tempatnya bekerja. Sedangkan Agastya memarkirkan mobilnya dan langsung mencari Omnya.


Tok..


tokk..


Agastya mengetuk pintu yang tertutup itu.


Keluarlah seorang pria dengan kacamata yang bertanggar di hidungnya.


"Kok sepi??


Ceklek..


pintu itu di tutup kembali.


Tok..


tokk..


"Ya, dengan siapa?? Pak Kades memang berdedikasi tinggi, disiplinnya tiada tandingan. Selalu berangkat pagi.


Sepi kok, masa ada hantu pagi - pagi?? Seperti apa rupanya kalau memang hantu?? Gumam Pak Kades lirih.


Agastya cengengesan membayangkan raut wajah omnya.


"HAYOOOO!!!!! Aruni berucap dan menepuk bahu suaminya kencang tepat di belakang suaminya.


"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar. Aaaaaaamiiiinnn. Agastya Kaget setengah mati mendengar suara Aruni dari belakang.


Hahaaha..

__ADS_1


hahaha... Sukurin kamu. Om tau kalau anak nakal itu ganjarannya ya gini, langsung deh tanpa perantara!! Hahaha..


Geli om liat kamu kaya gitu, muka garang di jalanan begitu di depan istri ciut kaya gang pinggiran. Hahahaa... Pak Halim tertawa terpingkal - pingkal sampai meneteskan air mata karena perbuatan keponakan dan istrinya yang konyol itu.


__ADS_2