Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
113 Alpukat kocok


__ADS_3

Aruni nekat mengendarai motor matic kesayangannya sendiri. Mood nya sebagai ibu hamil berubah - ubah seketika, Agastya saja sampai kewalahan menghadapi istrinya yang randomnya naudzubilah.


''Kim, menantumu itu beneran hamil anak burung tiga gak sih? Kok santai amat?'' Pak Kades Halim sedikit mengkepo dengan Aruni.


''Ya iya lah mas! Mana ada hasil usg dimanipulasi, kalau pun ada bisa di cekal tuh dokter karena nggak sesuai sumpahnya mas. Kenapa sih? Tumben - tumbenan mas nanya gitu?'' Bu Hakim yang masih bercermin itu melirik kakaknya karena kepo.


Pak Halim tersenyum...


''Aruni naik sepeda motore, barusan keluar. Intip - intip kamu terus kaya kabur!''


Sreeettttttttt!!!!


Bu Hakim terbelalak kaget setengah mati.


''Duhh mas! Nopo yo ndak bilang dari tadi kamu ki, bisa diamuk - amuk sama Agastya aku di rumah nanti! Duhh, bocah kae ono - ono wae!''


''Heh meh nandi kowe?'' Pak Halim mengikuti adiknya yang terburu - buru.


''Pulang lah!! Ojo sampe kedisikan Agastya mas! Iso diuring - uring aku ki! Duhh!! Aruni nggowo bocah telu neng weteng meneh! Kok aneh - aneh malah pit - pitan.


''Kim!!!''


''Kim!!!'' Pak Halim berteriak memanggil adiknya karena ingin memberitahu, akhirnya di kejar hingga nafas Pak Kades terengah - engah di parkiran.


''Ngoco! Liftikmu di benerke disek! Nek konangan juniormu, tonggomu, geng mu, wong tuone Agastya isin dek! ''


Bu Hakim makin tercengang, mengapa bisa sampai seperti ini. Lipstik pink fuschia milik Bu Hakim menggores ujung bibir sampai ke tengah pipi karena mendengar kabar tadi.


Brummmm!!!

__ADS_1


Mobil hitam milik mertua Aruni melesat hingga ke jalan raya.


-


-


-


Lain di tempat ternyata Aruni sedang menikmati es alpukat kocok di tempat kesukaannya dulu waktu SMA. Di sana ia bisa mendapat inspirasi untuk bikin kreasi anak - anak, karena letaknya di tengah sawah. Suasana nyaman, asri dan tentram membuat Aruni enggan untuk kembali pulang ke rumah.


''Hmmm.. Yummy banget! Bener - bener nggak berubah rasanya! Selalu bikin mood aku baik!''


Ting!


Hubby ❤️ : Sayang lagi di mana?


Me : Cekrek! Send!


Me : Bukan mas, aku lagi makan alpukat kocok. Enak bangettttt!! Mas mau? nanti aku bawain pulang kalau mau?


Send!


Ting!


Gawai Agastya berbunyi tanda ada pesan masuk. Segera ia balas tanpa basa basi!


Me : Share loc! Now! * emoticon devil with tanduk.


Ting!

__ADS_1


Mrs. AA 🌻: Location now!


Agastya segera melajukan kuda besinya menuju tempat istrinya berada. Sedikit kesal namun banyak rindunya kala istrinya benar - benar mengabaikan keselamatannya.


''Hei!''


Aruni menoleh kaget melihat siapa yang ada di belakangnya sekarang.


''Ma- mas Bagus? Eh Dokter Bagus, sedang apa di sini?'' Tanya Aruni sedikit kikuk.


''Makan siang, saya kan vegetarian. Maklum lagi balance diet jadi ya harus menu - menu sehat. Ini kedai jus langganan saya dari SMA.'' Dokter Bagus tampak melihat sekitar Aruni sambil mengedarkan pandangan guna melihat apakah dia benar - benar sendiri.


''Dokter sendirian?'' Tanya Aruni hanya untuk basa basi saja.


Duhh, curiga aku! Gimana kalau tiba - tiba Mas Agastya kemari. Bisa geger geden ini! Duh! Nggak bisa, ini nggak bisa dibiarin. Nanti suamiku yang mode Cut pat kai gak bisa diem nih. Satu kitab bakalan dia baca ini mah!


''Meja saya di sana Dek Aruni, silahkan dilanjut makan siangnya. Mari!'' Dokter Bagus menganggukan kepala sebagai tanda hormat.


''Alhamdulillah!'' Aruni mengelus dada karena bisa bebas.


''Apanya yang alhamdulillah Dek Aruni?'' Dokter Bagus tiba - tiba menoleh.


Aruni hanya geleng kepala, dan Dokter itu langsung duduk di mejanya sendiri.


Puk!


''Sayang!'' Agastya dengan suara ngebassnya yang menginterupsi Aruni untuk menoleh.


Deg!

__ADS_1


''Ma - mas? Kok ada di sini?''


__ADS_2