Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
bab 13 "Sahhhhhhh!!!


__ADS_3

'Saudara Agastya Arsya Wijaya bin Almarhum Bambang Hadi Setya Wijaya. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan seorang gadis yang bernama Aruni Halida Pratiwi binti Handoko Supraja dengan seperangkat alat sholat, mas kawin perhiasan 1 set berlian, dan uang tunai 500 juta rupiah di bayar tunai.


'Saya terima nikah dan kawinnya Aruni Halida Pratiwi dengan mas kawin tersebut tunai dengan 1x tarikan nafas. ijab dilakukan dengan baik.


Sahhhh....


Jawab saksi - saksi yang ada. Yang hadir adalah tetangga dekat Aruni dan kerabat Agastya saja.


Alhamdulillah , Aruni meraih tangan Agastya dan menciumnya.


Tes...


Air mata menetes di punggung tangan Agastya.


'Selamat ya kalian. Akhirnya lulus ujian juga .


cakap Reni sambil senyum - senyum.


'Jangan berlebihan ren. Ada tamu gaenak sama yang di jamu. Lirih Aruni mengindari cecaran reni yang biasa kepo.


'Selamat ya Run, mas Agas. Jangan pikirin soal jodohku kalian cukup bahagia jaa. Nanti ada bagian masing - masi kata mbak penulise


Keluarga Agastya pamit pulang. Memang kewajiban Aruni sudah menjadi istri, tapi Agastya tidak ingin memaksakan Aruni untuk malam pertama. Ia akan kembali esoknya.


...-------------...


'Nduk selamat ya, sudah menjadi istri. Ibu berharap kamu makin dewasa dan bisa membantu suamimu melengkapi kurang dan lebihnya. Bu Ratmini memeluk putrinta sambil menyeka air mata yang keluar dari pelupuk mata ibu paruh baya itu.


'Aamiin buk. doakan Aruni bahagia ya buk. Katanya ibu akan bahagia kalau aku bahagia. Aku belum siap ninggalin ibu. Tapiii....


' Dah yakinlah sama aku. Bisa kok cuma jaga ibu doang. ejek Reni.


Agastya memasukan tas Aruni yang berisi pakaian dan barang pribadinnya. Ia segera pamit dan melajukan mobil ke rumahnya.


'Aruni, kamu masih marah sama mas ya? tanya Agastya dalam mobil.


"Enggak mas..


" Maksud mas?? Aku enggak marah mas, maaf aku cuma kepikiran terlalu cepat meninggalkan ibu.


'Mas tidak ingin zina mata lebih lama dek. Mas sayang sama kamu. Mungkin dalam beberapa hari nanti kamu akan merasakan sendiri. Mas akan tunjukkan kalau mas serius. Ucap Agastya padanya.


'Kita mau pulang ke mana ini mas? seperti bukan jalan ke rumah pak kades deh.


'Om halim kan kakak nya ibuk. Mereka kebetulan bermarga sama - sama wijaya. kita bertemu ibu dulu ya. pinta Agastya.


Suara deru mobil berhenti di halaman rumah joglo klasik modern. Tampak asri dengan beberapa hiasan bunga anggrek, mawar dan tanaman hijau lainnya.


'Alhamdulillah mantu ibu sudah sampai, sambut bu hakim.


'Ah ibu kan hanya beda desa buk. Jadi gak terlalu lama senyum Aruni.


'Dek kamu gapapa tinggal disini dulu mungkin sekitar 3 bulanan. Soalnya rumah yang mas beli masih di renovasi sama kurang renovasi dapur aja.


'Mas beli rumah?? tanya Aruni kaget.


'Iya, mas sudah janji sama diri mas sendiri kalau sudah punya istri kata ibu belilah rumah. jadi mas nabung untuk itu.


Aruni terharu mendengarnya. Dia merasa di ratukan oleh suaminya itu. Tatapan tajam suami membuat Aruni malu dan melanjutkan makan.


'Ini lemari pakaian ku dek, isilah dengan pakaianmu dan sisihkan separuh pakaianku dalam kopermu nantinya.


'Untuk apa mas Aruni menghentikan menata baju. Ia pikir suaminya akan dinas luar kota.


'Ya untuk jaga - jaga kalau kamu bermalam di tempat ibu Ratmi, nanti mas ganti apa kalau tak ada baju timpal Agastya membuat pipi Aruni merona.

__ADS_1


Terima kasih ya Allah. Semoga aku diberi kelancaran untuk peresmian besok. terima kasih juga telah menghadirkan suami yang pengertian meskipun tampangnya seperti kulkas tapi hatinya benar - benar kapas.


' Mas aku sholat isya dulu ya. Mas mau imami atau bagaimana?


' Ya tunggu sebentar aku ambil wudhu dulu ujar Agastya.


Aruni meneteskan air matanya karena sudah suudzon dengan suaminya. Tampang gagah, keren di jalanan ternyata semerdu ini melantunkan ayat suci.


Agastya mengulurkan tangannya untuk di salami Aruni. 'Kenapa menangis hmm??


'Maafkan aku mas. Aku kira mas....


Cup


Kecupan hangat mendarat pada kening Aruni. Tubuhnya meremang merasakan benda kenyal menyentuh dahinya. bahagia sulit diungkapkan.


'Aku akan jaga kamu sayang, cintai aku pelan - pelan. Yang penting kamu percaya sama aku. Aku gaakan meminta kamu melakukannya sekarang. Istirahatlah pinta Agastya.


'Ba- baik mas. Aruni melipat mukannya. Merebahkan diri di kasur ukuran king size itu.


"Deg.... deg... deg.. detak jantungku benar - benar tidak bisa di ajak kompromi. Mimpi apa aku bisa nikah cepat dan di perlakukan seperti tadi. Duhhh!! Jantungku rasanya mau copot. Ayolah Aruni dia itu suamimu bukan orang lain. batinnya.


Kringg


kring.... kringg... dilihatnya layar hanphone menyala.


' Hallo Ren?? Ada apa??


'Wihhh seger amat suara?? Solat dulu sebelum ibadah!!! teriak sahabatnya.


'Hisss ngawur kamu. Aku tau gausah teriak napa gak budek juga.


' Oiya aku kata ibu besok kamu diminta libur. Biar aku aja yang gantiin ngajar.


'Bisalah run. Tinggal liat agendamu sesuai SOP. Lagian aku udah belanja bahan buat bikin something sama anak - anak. Pokoknya serahin aja sama aku. Nikmatilah malam kehancuran mu hahahahaa.....


'Mas Agastya gak akan minta sekarang Reni. Ucapnya blak - blakan membuat reni melotot.


'Why? Any something??


' Dia biarin aku menyesuaikan dulu alibi Aruni.


' Dasar guru gak berperasaan!! Kalau gabisa ngajarin muridmu nanti walinya pindah cari sekolah lain. Ga beda sama suamimu. Kalau kamu gabisa manjain dia nanti suamimu cari yang lain. Gak nyesel??? nanti nangis lohh.


Dah ah bay!!!


Tut.. tut..


Aruni diam memikirkan ucapan Reni. Aruni merebahkan dirinya lagi. sambil membuka galeri fotonya, ditatapnya foto sang ayah sampai tertidur.


Ceklek..


'Dek.. Dek.. Ya ampun sudah tidur. Kenapa gak ganti baju sih. Kalau aku bangunkan kasihan dia pasti capek, tapi kalau enggak dibangunin kasihan lagi masih pake gamis lengkap gini. Agastya bingung sendiri.


'Dek.. Dekk....


' Hhhmmmmpfff iya mas.. Arunimembuka matanya, Ada apa mas??


' Kok gak ganti baju. Apa nyaman tidur seperti itu.


' oiyaa.. sebentar mas. Aruni melangkah ke kamar mandi ganti baju tidur setelan pendek.


Ceklek...


Deg.

__ADS_1


Glekkkkkkk.....


Agastya menelan ludah melihat istrinya dengan penampilan memukau. Rambut yang diikat ke atas memperlihatkan leher jenjang nan putih itu. Paha mulusnya juga tampak menggoda.


'Mas, aku boleh pinjam charger nggak? Sepertinya aku lupa membawanya.


Ucapan Aruni menyadarian lamunan Agastya.


'I - iya dek ada. sebentar mas ambilkan. Agastya malah jadi salah tingkah sendiri menatap istrinya seperti itu.


Aruni tidur memunggungi Agastya. diselimutiya tubuh mungil Aruni.


cup.


. Agastya mengecup kening istrinya. 'Tidur yang nyenyak istriku.


'Mmmhhhhh.... oalah mas to. Aruni menyadari ada suara yang berbisik.


Glekkk....


Mata mereka saling tatap, gejolak hasrat sudah menuntut. Agastya tak mampu mengalihkan pandangan dari 2 gunung di depannya.


'Dek.... ucap Agastya darahnya berdesir - desir.


' iya mas???


'Bolehkah mas meralat omongan mas sendiri.??


Aruni bingung dan mengeryitkan dahinya.


' Mas kenapa? Aku terlalu ngorok dan ganggu ya??


'Bukan itu sayang.. Bolehkah maa memilikimu seutuhnya malam ini?? Tanya Agastya to the point.


Cup


Agastya menyerang tanpa aba - aba lebih dulu. Ia daratkan bibirnya ke bibir Aruni. Dilumatnya bibir merah cherry itu. Aruni yang di tindih Agastya sulit mengimbanginya.


Sssshhhhh... suara Aruni mendesah.


'Dek... maafkan mas ya.. Mas menghianati omongan mas sendiri. Tapi Mas tidak bisa tahan melihatmu seperti ini, pungkas Agastya.


'Dek... bolehkah?? mas...


'Boleh.. jawab aruni.


Dilumat kembali bibir Aruni. Mereka berciuman semakin liar. Dari bibir turun ke leher.


' Mas baca doa dulu! biar tidak ada syetan. peringatan Aruni.


' Oiya... mas lupa. Betapa malunya Agastya saat ini.. di tengah nafsu yang menggelora Aruni yang mengingatkannya.


"Bismillahi Allahumma jannibna as-syaithana wa jannibi as-syathana maa razaqtana" Aaamiiinnnn.... Agastya membaca doa. Dan langsung memagut istrinya kembali..


Aruni kewalahan mengimbangi Agastya. Diciumnya ceruk lehernya sampai di hisap.


Sssshhhhh.... masss...


'Apa sayang, mas ingin memilikimu seutuhnya. Katamu boleh.


'Iya mas. tapi pelan. Aku gabisa nafas ini. Lirh Aruni.


Peduli apa Agastya saat ini.. Dia sudah terbakar hasrat yang tidak bisa di tahan


Ssshhhh... masss... Masss.... suara Aruni mendesis..

__ADS_1


__ADS_2