
Selepas sholat subuh bu Ratmini menata semua barang bawaannya. Pagi Ini Bu Ratmini tak pulang bersama Reni karena dia akan langsung ke Jogja menyelesaikan meetingnya bersama temannya.
"Nduk... bangunn!! Ibu sudah buatkan sarapan, ambil wudhu lalu sholat dulu sebelum perjalanan kerja ya.
"Hmmm... iya buk, sebentar yaa. Lima menit lagi please buk. Reni memohon pada Bu Ratmini karena matanya masih terasa lengket sekali.
"Enggak nduk. Dosa ibu kalau membiarkan syetan menutup matamu dan tidur lagi. Yokk semangat!!! Anak gadis ibu harus bangun pagi. Apalagi ini di rumah orang lain loh! Jangan sampai kamu dikata bukan menantu idaman hihiii.. goda bu Ratmini pada Reni yang mulai membuka mata perlahan - lahan.
"Jurus ibu membangunkan aku memang tiada dua. Selalu saja bisa membuatku merinding... Reni sedikit cemberut. Namun dia bahagia karena bisa merasakan kasih sayang seorang ibu kembali setelah sekian lama ibunya di panggil Yang Maha Kuasa.
Baginya Bu Ratmini dan Aruni adalah keluarga yang dekat. Papa Reni tinggal entah dimana setelah menikah kembali dengan istri barunya.
"Ayokk.. Jadi ke Jogja kan?? Ibu sudah bilang sama nak Agas biar ibu pulangnya nebeng mereka.
Ndug boleh ibu berpendapat? Lebih baik kamu dikawal sama kedua teman Agastya. Tadi mantu ibu minta Tanya wanita paruh baya itu dengan tatapan sendu pada Reni.
"Boleh buk..
__ADS_1
Tapi ibu jangan bilang nebeng. Mereka anak ibu kan. Kalau sampai mereka membuat ibu tidak nyaman atau tidak jajanin ibu huhh!! Awas aja kanebo kering itu!!! Reni menyipitkan matanya.
Tang .. tingg..
tang... tingggg...
Suara sendok beradu, pagi itu yang sarapan hanya Bu Hakim, Bu Ratmini dan kedua teman Agastya. Mereka memutuskan pulang lebih dulu karena tak membawa baju ganti.
"Nduk, berapa lama kamu di sana?? Bu Hakim bertanya pada Reni.
"Mmm.. Kurang lebih satu minggu atau dua minggu bude. Memang kenapa?
"Ahh tidak.. Bude hanya ingin besok Bu Ratmini dan kamu menemani bude menyiapkan semua kelengkapan nikahan Agastya dan Aruni. Nanti ya kita - kita ini yang akan tampil di depan. Ya beberapa keluarga nanti akan bude minta jadi domas - domas.
"Memang ngundang berapa orang bude. Angela bisa kok handle banyak, dia kan jam terbangnya tinggi. Reni menjawab bu Hakim sambil mengunyah makanann yang penuh di mulutnya.
"Ya Aruni pinginnya sederhana, ya kan mbak. Agastya sih manut sama istrinya. Jadi bude mau yang sederhana, tapi penuh kehangatan keluarga. Pokoknya pestanya dinikmati keluarga dan kerabat aja, baik rekan kerja Agastya dikantor maupun yang dekat. Aruni pun sama. Serta teman- teman kita yang dekat ya Bu!!.. Bu Ratmini menganggung tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Beres buk. Kami akan bantu sampai tuntas beres. sahut Indra menimpali.
Sesekali Edwin melirik Reni, sebenarnya ia ingin bertanya kemana gadis itu akan pergi. Namun gengsi yang tinggi mengurungkan niatnya dan memilih diam.
"Hati - hati ya nduk..
hati - hati nak Edwin nyetirnya. Kawal anak perempuanku harus selamat sampai tujuan. Ucap bu Hakim sembari memeluk Reni. Dan bu Ratmini kini menciumi pipi kanan kiri Reni.
"Hoammm.. Udah buk.. aku ngantuk sekali, jangan seperti bayi. Nanti dikira aku anak manja. Reni Tersenyum melambaikan tangan pada ketiga tetua nya.
"Biar Indra yang nyetir aja. Berbahaya kalau nyetir dalam keadaan kantuk begitu. Edwin menatap datar Indra yang sedang asyik dengan Hapenya.
Reni mengira dia akan di setirin Edwin, eh malah Indra yang nyetiri. Tapi di tengah jalan Indra menerima telfon kalau ibunya meminta pulang karena harus mengantar kakeknya pulang. Mobil Edwin akhirnya di bawa Indra pulang.
"Jogja nya dimana dek?? tanya Edwin memecah keheningan lalu menjalankan mobil lagi. Jantung Edwin berdebar - debar sehingga keringat dingin keluar bercucuran, namun ia harus berusaha santai agar tak malu pada gadis disampingnya.
"Aku bukan adikmu jawab Reni ketus.
__ADS_1
Ia hanya menatap kosong ke arah luar jendela. entah apa yang dipikirkannya tapi seperti ada sesuatu yang mengganjal.