Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 88 #Duhh


__ADS_3

Bu Ratmini tampak menenangkan kondisi Aruni, ya karena terlalu sering bersama Reni sedari kecil. Tak mungkin jika Aruni dan Reni tak memiliki ikatan batin dan perhatian. Mereka sudah melebihi sahabat tepatnya saudara kembar.


Aruni terisak dalam dekapan Bu Ratmini, sedangkan Bu Hakim terus mengusap punggung menantu kesayangannya itu hingga tertidur bak anak kecil yang sedang merajuk.


''Tidur buk?'' Agastya menoleh pada ibunya dan diberi jawaban dengan anggukan.


Bu Ratmini menjaga istri Agastya di kamar, sedangkan Agastya pamit ke kamar mandi guna menelfon temannya. Ia ingin memastikan bagaimana keadaan Reni, terlebih Firman adalah sahabat dari kecil Agastya dan mereka juga sudah tak seperti kawan biasa.


''Ni anak kenapa gak diangkat sih? Kebiasaan kalau War selalu aja mode silent! ****!''


Agastya memencet tombol merah membatalkan telfonya pada Indra, ia beralih menelfon Erik dan tak dijawab juga! Kesal bukan?


''****!'' Umpat Agastya karena ia tak biasanya diabaikan.


Ceklekk..


Tatapan mata ibu Agastya menghunus bagai pedang tajam, ia sudah hafal kebiasaan anaknya yang suka sembunyi - sembunyi.

__ADS_1


''Sudah kamu BAB nya? Mencret apa gimana kok cepet banget? Perasaan gak ada yang dimakan kok bisa berak di kamar mandi?'' Sindir Bu Hakim pada anaknya agar tak menelfon di kamar mandi.


''Ehmm.. I - itu anu ---?''


'' Dah sana makan dulu, kamu bisa kan beli di kantin? Masa anak laki gak bisa bawa infusnya sendiri? Apa kata dunia? Hahahaha!'' Ledek bu Hakim pada anaknya.


...****************...


'' Huftt... Alhamdulillah ibu bisa mengerti kalau aku akan menghubungi Agung.'' Jemari lentik Agastya mencari nama temannya dan kepala patwal. Agastya ingin memastikan bahwa semua yang ia minta sudah terlaksana atau belum.


Edwin yang membuka gawainya menautkan kedua alisnya kala melihat ada lima panggilan tak terjawab dari aplikasi hijau itu.


''Kenapa ini anak? Jangan bilang muntah - muntah di jalanan. Bikin malu aja!''


Tringgg... Tringgg...


''Heii.. Ada apa? Kenapa telfon banyak banget? Rindu kau sama aku?'' Tanya Edwin pada rekannya.

__ADS_1


''Jijay! Najis tau gak! No basa basi! Reni kecelakaan parah kata Firman! Kawal dia ke Surabaya. Susul kakak iparmu sekarang, aku udah mengajukan permohonan ke komandan Tapi Indra dan Erik tak merespon. Mungkin mereka sedang di lapangan. Cepat bawa team kita!''


Deg..


Jantung Edwin seperti ingin lepas dari porosnya, bagaimana tidak jika gadis yang ia kagumi diam - diam itu sedang diambang kepastian.


''Astaga.. Tanganku gemetaran, pasti Reni lagi ketakutan! Aku harus ke sana sekarang!''


...****************...


Supir pribadi Firman melajukan mobil mewah milik majikannya memasuki area Jalan Kopeng - Salatiga, di saat macet masuk Jalan Getasan tampak beberapa mobil polisi menyalakan strobo dan sirinenya.


Semua mobil dan pengendara roda dua menepi memberi jalan, Edwin langsung memberi kode pada Firman kalau akan di kawal oleh team Rajawali.


''Ed - Edwin? Benarkan itu dia? Alhamdulillah Ya Allah! Semoga aku bisa cepat sampai ke sana. Dek tunggu kakak ya! Bertahanlah untuk kakak dan Edwin, dia pasti sangat mencintaimu sampai matanya begitu.'' Ucap Firman kala melihat mobil yang di tumpangi Edwin memimpin di depan mereka.


''Iya Boss, Non Reni pasti bahagia ya.. Masyallah ganteng banget kalau memang itu jodohnya Non Reni!'' Ujar supirnya.

__ADS_1


__ADS_2