Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 94 #Usg


__ADS_3

Ceklek..


''Haii, selamat pagi Nyonya Wijaya. Apa kabar? Makin cantik aja kamu kalau hamil begini, gimana dulunya ya, hahahha.'' Sapaan halus sosok dokter tampan yang diam - diam mengagumi Aruni sejak di bangku sekolah.


''Hihihi.. Iya mas! Ehh.. Pak Bagus!'' Aruni tersenyum kikuk karena sudah membaca aura cemburu sang suami yang sudah merajuk bagai banteng.


Maksudnya apa lelaki ini, kalau bukan karena istriku maunya di sini sudah tak pasung kamu. Dasar dokter sok cakep. Cakepan juga aku! Ganteng juga aku dari mana - mana! Agastya melirik sinis istrinya yang masih senyam senyum di sampingku.


''Pak Agas!'' Sapa Bagus sambil mengangguk hormat. Ia tau bahwa suami Aruni tengah merasa kurang enak hati dengan candaan tadi. Ya memang bertujuan untuk bikin cemburu sih.. Kalau kesal ya salah sendiri!


''Hemmm!!'' Sahut Agastya dengan datar.


''Silahkan duduk Ibu, mari kita mulai pemeriksaan ya. Saya tensi dulu dan timbang berat badan ya bu,'' asisten Dr. Bagus melakukan semua rangkaian pemeriksaan itu dengan hati - hati.

__ADS_1


( Matamu!! Matamu memang harusnya aku colok pakai garpu baja! Enak aja mandang istri orang seperti itu! Dasar buaya!) Batin Agastya dengan dongkol. Ia mengikuti kemana arah mata dokter yang sok cakep itu menatap istrinya.


''Yap.. Sudah ibu, silahkan berbaring ya. Baik untuk pemeriksaan selanjutnya. Dokter!! Monggo.. Ini sudah siap pasiennya!'' Suara asisten Dokter Bagus menginterupsi lelaki itu untuk maju dan duduk di kursi khusus untuknya.


Kini layar hitam monitor di ujung tembok ruangan Dokter Bagus sudah menyala, layar itu menampilkan gambar samar - samar dan suara gemericik seperti air mengalir. Dilanjut dengan bunyi detak jantung si kecil.


( Subhanallah.. Anakku!! Papa akan selalu melindungi kamu dari bahaya apapun! Bahkan dari para macan - macan yang siap menyaingi papamu ini Nak! Semoga kamu selalu sehat di sana dan jangan nakal - nakal dengan mama mu!) Batin Agastya.


''Masyallah baby twins ku! Sehat - sehat ya debay di perut Ibu. I love you Nak!'' Lirih Aruni kala baby - baby twins itu nampak bergerak - gerak.


''Ini resep obat yang harus kamu minum Run, minumlah dengan teratur. Jangan sampai telat. Semoga kamu dan dekbay selalu sehat ya.''


''Ya sehatlah orang bapaknya aja tanggung jawab full!'' Sindir Agastya dengan lirih namun ketus.

__ADS_1


''Sayang.. Jangan begitu!'' Aruni menyikut suaminya.


Agastya heran kenapa istrinya tak kunjung beranjak dari kursi pasien. Masih saja duduk diam. Memang apa sihh yang enak dipandang mata dari bagus - bagus ini.. Bukannya bagus malah kaya tikus!


''Ada hal yang ingin di tanyakan Nyonya Wijaya? Hemm..? Bilang saja!'' Tanya Dokter Bagus. Ia pun heran kenapa Aruni tak segera keluar dari sini, padalah suasana hatinya sedang memanas.


''Dok.. Bo- bolehkah?? Sa - Saya meminta sesuatu? Please.. Bo - bolehkah??''


''Say it!''


''Mas.. Kamu pegang pipi Dokter Bagus dong! Aku suka banget sama pipinya.. Uhh gemesnyaa!''


Agastya terbelalak dengan mulut menganga kala mendengar permintaan istrinya yang konyol itu,Run.... suamimu itu lagi jelaous tingkat dewa! Kenapa malah di minta yang gak masuk akal!

__ADS_1


''A- apa? Run? Are you kidding me?'' Dokter Bagus pun hanya mangap sedari tadi.


__ADS_2