
Aku tak bisa berkata - kata, lidahku terasa sangat kelu. Bahkan untuk berucap saja aku tak mampu. Hikss... Hanya rintihan pedih yang terurai kala melihat suamiku terbaring lemas diatas ranjang rumah sakit karena ia mengalami semua yang tengah orang hamil rasakan, belum lagi aku mendengar sahabatku yang kecelakaan. Rasanya hatiku sangat potek mendengarnya.
''Mas!''
Hiksss... Hiksss...
Aku menumpahkan semua air mata yang sudah berembun tebal dari pelupuk mataku, beruntung masih ada kedua ibu yang menguatkan aku saat ini.
''Sabar nduk, nanti biar diurus sama Nak Firman, ibu percaya dia bisa kok. Kaya gak tau masmu yang satu itu!'' Ucap ibu sambil menyeka air matanya.
Entah suamiku mau kemana, ia berlalu begitu saja setelah keluar dari kamar mandi, pamitnya sih mau ke kantin. Ya sudahlah biarkan saja. Mungkin suamiku juga mau merokok atau melakukan hal untuk memastikan keadaan Reni.
''Aku mau ke sana buk! Aku mau temenin Reni juga, hikss.. hikss!''
__ADS_1
''Huss.. Kamu itu! Sing sabar nduk! Suamimu lagi sakit loh, kamu juga ndak boleh terlalu memikirkan orang lain dan pikiran - pikiran yang berat. Ibu takut nanti si kembar akan terguncang juga, sama kaya ibunya!'' Ujar ibu mertua Aruni.
''Mas Agastya sakit karena aku bu, dia merasakan seperti ini karena harusnya aku yang merasakannya. Tapi kenapa malah mas Agastya yang menanggung bu? Aku merasa seperti istri yang benar - benar tak berguna kalau suamiku masih sakit - sakitan!'' Mata Aruni kian memerah akibat terlalu lama menangis, suaranya juga sedikit parau.
''Cup.. Sabar nduk! Allah tak akan menguji hambanya melebihi kekuatannya, Allah menguji berati makhluknya mampu di berikan ujian seperti itu. Sekarang kita doakan Reni ya, sabar sayang. Ibu yakin anak gadis ibu yang satu itu pasti kuat. Doakan semoga cepat teratasi!'' Bu Ratmini tersenyum getir melihat Aruni menangis tergugu.
Ceklekk...
''Lho sayang? Kok kamu sembab begini? Aku kan hanya keluar cari angin dan makan sebentar. Masa kamu baper seperti ini!'' Omel Agastya kala melihat istrinya seperti itu.
Agastya meringis tak enak kala kedua ibu dan istrinya menatap soft drink yang ia pegang hanya satu kaleng. Ia lupa membelikan yang lainnya, duhh dek.. Mas Maluu inii!
''Yuk jeng kita keluar cari makan!''
__ADS_1
Bu Ratmini dan Bu Hakim kompak meninggalkan sofa ruangan itu, Agastya hanya geleng kepala melihat para ibu - ibu yang berkelakuan melebihi ABG jaman sekarang. Terlebih ibunya sendiri.
''Mas.. Aku...!'' Belum sempat Aruni berkata Agastya membawa istrinya dalam dekapannya, di kecupnya kening sang istri berkali - kali. Dan hingga mencurahkan kesedihannya semua.
''Mas tau kamu khawatir, tapi tak boleh berlebihan. Ingat! Kamu sedang berada dalam mode pengawasan ketat loh! Ada baby kita di sini!'' Usap Agastya di perut Aruni yang sudah membuncit itu.
''Kamu tak boleh seperti ini sayang. Bayangkari Iptu Agastya harus kuat, strong!'' Agastya mengusap air mata di pipi Aruni saat ini.
Cup!
Cup!
Aruni melotot kala suaminya malah memanfaatkan situasi seperti ini di kamar, apalagi ini bukan kamar pribadi. Sekuat tenaga Aruni ingin melepas. Agastya semakin mengeratkan tangannya dipinggang sang istri.
__ADS_1
Cup!
Plakkkkk...!