
Edwin melompat menjauhi pintu, ia kaget setengah mati karena lampu ruangan Agastya dimatikan, padahal kalau dibanyangin ruangannya sebelahan loh.
''Sengaja mau bunuh aku? Bikin jantungan aja!'' Edwin ngos - ngosan sambil memegang dadanya yang berdebar - debar.
''Iyuhh! Tempur sama orang aja gak takut masa aku di belakang pintu kau kaget. Gak asik ahh! Kurang natural!!'' Keluh Agastya pada Edwin.
''Kau maunya aku apa? Langsung ko'id?'' Agastya hanya mengangguk sambil menahan tawanya. '' Gila kau! Jahara!''
''Jahara? What does it mean baby?'' Agastya menirukan suara Reni yang manja namun kurang seksi.
Fyuuhhh!!
''Gas duduk! Ini perintah! We have a mission, tomorrow we must go! Follow me now!'' Edwin mulai bicara serius pada Agastya, ia pun menyadari bahwa tatapan Edwin sungguh mengharukan.
Agastya mengkode Edwin agar bertemu di luar dengan alis sebelahnya.
* Di cafe Harapan dan Kenangan
''Ni kafe ada masalah apa sih, harusnya namanya harapan jaya, harapan dan berkah masa harapan dan kenangan. Gak menjual banget! Gak keren amat!'' Kritik Edwin pada Agastya yang mengajaknya kemari, sebenarnya Agastya tahu bahwa menu di sini kurang afdol untuk lidah Edwin yang biasa makan nasi padang.
''Gausah lemot! Aku tahu maksudmu tak ingin makan di sini. Hari ini kita full kumpulin buat cari bukti - bukti, tak mungkin menghilang segitu amannya mereka.'' Agastya mengunyah sambil membuka pembicaraan awal.
''Hmmmm... Iya, aku tahu! Mungkinkah ada yang mengcover semuanya? Keliatan banget naturalnya! Gilak, aku sebulan aja belum selesai memecahkan puzzel ini.'' Gerutu Edwin.
''Pazzle itu di susun Bambang!! Kalau di pecahin makin runyam! Ente ya kadang - kadang!''
__ADS_1
Agastya dan Edwin langsung pergi menemui komandan mereka di tempat yang sudah di janjikan, Edwin meminjam sepeda motor milik temannya yang berprofesi sebagai grup ojek onlen ijo - ijo itu, rupanya sudah terbiasa motornya dipinjam Edwin.
''Sepulang aku ya! Gatau selesai jam berapa soalnya.'' Ucap Edwin sambil memakai jaket kebanggan kaum ojolkers!!
''Tak apa bang! Selesaikan dulu saja, aku juga hari ini mau jadi sinoman tempat Pak Bayu kok. Nanti kalau di tanya aku bilang aja temanku yang pakai buat narik.'' Ucap Rafa kali ini.
''Siiiiipp! Gue suka gaya lu!'' Ucapan Edwin sukses membuat Agastya mencebik, belagu amat bahasa anak Jaksel dipake, padahal ini Magelang.
''Kamu keliatan cakep Gas!''
Cekrekkkkk!!
Edwin memotret Agastya dengan baju ala - ala sales HomeIndie.
''****!'' Agastya membalas perlakuan Edwin padanya,
''Seri!!'' Sahut Agastya meledek.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka menemui Komandan, rupannya di sana sudah ada Indra yang sedang duduk sambil kipas - kipas santai.
''Hoii.. Makin cakep aja nih sales man!'' Indra terkekeh melihat temannya yang beralih profesi menjadi seperti ini.
''Gak usah pake ngeledek, aku tau kau hanya bersebunyi dibali kata luka karena Damar sudah mau melamar Kalista kan? Makannya ketawanya di puas - puasin.'' Sindir Agastya yang langsung membuat Indra kicep seketika.
''Guys!''
__ADS_1
Bariton suara ngebass namun bisa menginterupsi semuanya anak buahnya, komandan sudah duduk di meja makan.
Ternyata aku tak bertindak sendirian, kami kepolisian bekerja sama dengan para petinggi kepercayaan Komandan.
-
-
''Nduk, bikin apa sih? Kok serius banget sih masaknya?'' Tanya Bu Hakim sepulang arisan bersama Geng Mawutnya itu.
''Bikin nasi balap buk. Aruni pengen makan ayam suwir, tapi kalau pedas - pedas nanti mas tak memperbolehkan aku. Jadi aku tambahkan sesuatu di menunya, hasil searching kaya gini buk!'' Aruni memperlihatkan seperti apa ia akan membuat.
''Can't wait to taste it sayang! Ibu mandi sebentar ya, nanti ibu bantuin biar cepat selesai.''
''Ibu mandi saja, aku sudah mau selesai kok, tak apa buk ini juga tak berat kok. Aku melakukannya dengan sepenuh hati dan ikhlas.''
''Hmmm... Aromanya, sudah selesai semua tinggal aku goreng kentang doang, ini udah kali ya aku ngrendemnya? Takut keasinan!'' Gumam Aruni saat ini.
Srengggggggggg!!!
''Aduduh... Melehoyy!! Ini benar - benar up... tooo...dateee!! Rasanya membuncahh sampai ke pori pori sist!!!! Ayokkk sayyy!!! MARKICOB!! Alias Mari kita coba!!!'' Suara Tv kesukaan Aruni baru - baru ini membuatnya ngilu pengen makan bebek penyet seperti di Tv.
''Hmmm... Pengen aku tuh!'' Aruni masih belum menyadari bahwa ada sesuatu yang terlupakan.
''Astaga!!! Ndukkk!!! Ini apa???Kok bau gosong!!!!''
__ADS_1
Alamaakkkkk!!!!!!