
"Dengarkan ibu nduk. Ingatlah keluarga suamimu adalah keluarga yang dipandang warga disini. Kamu harus bisa menjaga sikap dan toleransimu untuk keluarga dan pekerjaan suamimu nduk.
'Iya buk. Aruni ngerti kok kerjaan mas Agastya dijalan. Dia gaakan pernah on time sholat tapi suamiku tetap mengusahakan untuk tetap mengerjakannya tepat waktu.
'Kedua. Jangan pernah kamu membantah perintah dan permintaannya selama yang dia katakan menurutmu benar. Semua bisa kamu pertimbangkan disini, ibu Ratmini menujuk dada Aruni.
Reni menyeka air matanya. Begitu susah hati dia saat ini merasakan sahabatnya akan pergi jauh di tambah lagi tak kuasa menahan tangis mendengar wejangan bu Ratmini.
'Ketiga.. Kamu seorang wanita nduk. Lambat laun usia semakin bertambah adalah proses berkurangnya usia dan kekuatan kita. Tetaplah tingkatkan ketaqwaanmu pada gusti Allah ya ndug. Diusapnya kepala Aruni yang menatap sendu pada ibunya.
'Keempat, kenyangkanlah pandangan suamimu. Hiaslah wajah dan hatimu agar suamimu selalu memandangmu bukan yang lain. Kamu mengerti kan?
Aruni mengangguk paham ucapan sang ibunda.
'Lalu apa ada lagi yang harus Aruni lakukan bu??
'Kenyangkan perut suamimu dengan masakanmu, manjakan lidahnya agar dia selalu bahagia nak. Begitupun pahala buat kamu nduk. Melakukan semuanya dengan ikhlas akan berbuah syurga untuk kamu.
'dan yang terakhir. Kenyangkan hasrat suamimu nduk. Biarkan suamimu memujamu disetiap dia membutuhkannya. Berikan kasih sayangmu lahir dan batin. Kunci hatinya dengan kesetiaan yang kamu beri. Biarkan suamimu bahagia dengan memiliki Aruniku sepenuhnya.
Aruni dan Reni menangis semakin terisak. Semua bulir putih tak mampu lagi terbendung di pelupuk mata. Kini semuanya sudah lepas.
Agastya melihat Reni keluar dengan mata yang memerah seperti habis menangis, merasa ada yang tidak beres Agastya lalu menyusul.
Tok
tokk
tok...
' Ibu, Aruni ?? Apa semuanya baik - baik saja?? Adakah masalah di sana?? Agastya memastikan keduannya.
'Tak apa mas. Aku sudah hampir selesai. Tunggulah sebentar saja. Aku ingin memeluk ibu ucap Aruni padanya.
'Ibu berharap kamu bisa belajar menjadi istri yang patuh sama suamimu ndug. Amalkan semua yang ibu katakan tadi. Insyallah semua akan berbuah baik untukmu kelak nduk. Suara parau ibu Ratmini terdengar sangat menyayat hati Aruni.
' Iya buk. Aruni pasti melakukan yang terbaik. Dan gak akan pernah kecewain ibuk sama ayah. Aku sayang banget sama ibu. Aku berharap ibu selalu panjang umur sampai aku besok bisa membahagiakan ibu tanpa kekurangan. balas Aruni sambil memeluk ibunya.
Agastya meninggalkan pintu kamar dan menuju dapur mencari keberadaan Reni.
'Ayam pasar!! Kenapa nangis gituu?? putus sama cowokmu? tanya Agastya ketus.
'Kamu nanya aku mas? Reni menoleh
'Emang ada yang lain disini selain kamu?? Genderuwo gituu??
'Gak ada mas. Aku cuma kasihan liat Aruni menangis. Dia lagi dikassi wejangan sama ibu, biar bisa belajar menjadi istri yang baik.
'Beneran?? Bukan masalah putus cinta kan??? Atau kamu bohong sama aku ya. Agastya menelisik Reni yang mukanya 85% tak meyakinkan.
'Iya mas Agastya!!! Bawel amat sihh...
Oiya mas aku mau ngomong dong. Kalau Aruni melakukan kesalahan harap maklum ya. because anak itu jarang banget keluar apalagi sampai fokus sosial media.
'Oke Ren.. Santai aja napa. Dapetinnya aja susah masak main ngrusak gitu aja.. Bisa di geruduk satu kampung aku.
'Ya pokoknya aku mau bukti. Kalau mas KDRT seperti artis dangdut muda itu atau yang bu dewan itu. Tak cincang - cinnnnnnnncang.... Jangan main - main sama aku!!! ancam Reni pada Agastya.
Agastya meringis mendengar penuturan sahabat istrinya. Ancaman yang benar - benar mematikan. Tapi di satu sisi dia juga bahagia karena ini pembuktian bahwa Reni dan Aruni berkawan sangat baik.
'Ren! pikiranmu terlalu jauh. Aku tuh sayang banget sama Aruni. Gausah mikir ngadi - ngadi deh.
'Hmmmm jawaban Reni singkat dan padat.
Aruni menenteng tas laptop dan koper kecil untuk dibawa ke rumah Agastya.
'Sayang aku bawakan ya, Agastya mengambil alih barang bawaan sang istri.
'Cuma ini mas. Kan tadi sudah beli. Jadi aku gaperlu bawa banyak - banyak.
__ADS_1
'Berangkat sekarang yyuk. Nanti keburu malem pinta Agastya.
Aruni mengangguk dan menyalami sang ibu. Dipeluknya penuh kasih sayang sang ibu, bergantian ke pelukan sahabatnya.
'Hati - hati ya nduk.. nanti kabari ibu kalau sudah sampai di tempat nak Agas, sampaikan juga salam ibu ke bu Hakim ya. ucap bu Ratmini.
' Ya buk. Nanti saya sampaikan ke ibu saya. Sehat - sehat ya buk disini. kalau ada apa - apa telfon Aruni atau saya. Ren! Jaga ibu ya. Beliau sudah sepuh.. ucap Agastya melirik Reni yang sedang makan donat.
'Bawel amat to mas.. Aku udah tau kok apa yang harus aku lakuin. Dah kalian tenang aja. Gausah khawatir ada aku semua berresss!!!! timpal Reni penuh percaya diri.
Agastya dan Aruni melangkah ke arah pintu untuk pulang.
' Kalian fokus aja bikin ponakan buat aku dan ibu.. Hahahhaa Reni menertawakan Aruni yang menoleh dengan malu- malu.
Mobil berwarna hitam itu keluar dari pekarangan rumah bu Ratmini. Agastya yang menoleh beberapa kali ke arah istrinya, dia tidak sabar unboxing hari ini.
...----------------...
'Mas aku mandi duluan aja ya, nanti gantian kalau aku sudah selesai. Sekalian kita berjamaah sholat ya mas. Aruni memasuki kamar mandi duluan.
Agastya mandi di kamar mandi belakang karena takut waktu sholat terlambat lagi.
Ceklek
Deg.. Mata Agastya terkunci menatap tubuh polos sang istri yang akan berpakaian. Tubuhnya cepat merespon melihat sang istri seperti itu.
' Astagfirullahaladzim dek... Bikin mas susah konsentrasi aja.. Mas wudhu dulu ya dek alih - alih mencari alasan agar tak tertangkap basah oleh sang istri kalau tau dirinya sedang membayangkan hal yang tidak - tidak.
' Mas ayok buruan.. biar cepat istirahat. Besok kan harus kerja lagi. Biar waktu istirahatnya lebih banyak biar fit badannya Aruni menjelaskan panjang lebar sambil menggedor pintu kamar mandi.
'Huhhh... Untung aja aku tadi selamat. Entah Aruni tadi denger apa enggak yang aku bilang tadi. Apalagi kalau anak - anak liat tindakanku tadi. Malu banget aku.. serasa pengen gantung diri di pohon cabe. Maluuu banget!!! Gerutu Agastya dalam kamar mandi.
Ceklek...
Yuk dek, mas sudah siap. Dibentangkannya sajadah untuk istrinya sebagai makmumnya.
Lantunan ayat suci dilafalkan fasih dan komplit. Aruni meneteskan air matanya mendengar sang suami begitu khusyuknya mengimami sholat berjamaah. Selesai solat Aruni mencium punggung tangan suaminya.
' Sini dek maju dikit, pinta sang suami.
Cup
Agastya mengecup kening lama sekali.
'Kalau bahagia katakam dengan lantang. Kalaupun enggak katakan kamu nggak bahagia. Biar aku tau apa yang harus aku rubah dan mana yang aku harus tingkatkan.
Mas sayang kamu dek. Lirih Agastya pada Aruni yang menatap sendu.
Cup..
Bibir mereka berdua menyatu seketika.
Dilepasnya mukena Aruni dan segera ia lipat .
'Mas bisa minta tolong ambilkan minum ya dek. Takut nanti tengah malam haus. Biasanya mas sediakan gelas. tapi karna berdua dengan kamu lebih baik pakai botol saja. Ujar Agastya pada istrinya yang mengangguk setuju.
'Tunggu senentar mas. Aku ambilkan dulu. Mas istirahatlah. Nanti Runi menyusul.
Drap.. drap langkah Aruni menuruni tangga menuju dapur. Ia mengisi 1 botol besar air putih dan membawa gelas.
'Cari apa nduk, Bu Hakim mengagetkan Aruni
'Astaga ibu, maaf Aruni kaget.
Ini bu, ngisi air putih dulu. Mas Agastya minta untuk dipenuhi.
'Iya dia memang suka air putih. Dari pada kopi nanti dia malah gabisa istrirahat.
Dah sana kamu juga istirahat. Ibu mau ambil krim malam di kulkas.
__ADS_1
'Aruni duluan masuk ya bu, mau menemani mas Agastya, lalu mengaggukan kepala pada ibu mertuanya.
Ceklek..
'Ehh mas, belum tidur ya. Aku kira udah duluan malahan. Maaf lama tadi aku nyapa ibu dulu.
2 buah gelas dan 1 botol ukuran besar di taruh di meja samping ranjang seperti biasa Agastya menaruhnya.
'Belum.. Mas tunggu kamu dek. . Dipeluknya sang istri dari belakang.
Diciumnya ceruk leher putih nan jenjang milik istrinya. 'Dek.. maukah malam ini menjadi istri mas sepenuhnya?? bisik Agastya nakal tepat di telinga nya..
'Always my hubby.. Aruni berbalik dan memeluk Agastya.
Mereka berdua berpagutan semakin lama dan tangan Agastya sudah bergerilya kemana - mana. Dilepaskan pagutannya pada sang istri agar tak kesulitan bernafas.
'Sayang pakailah baju dinasmu. Mas tunggu ya. Agastya mengerlingkan mata nakalnya pada sang istri.
' Ya mas. Aruni bergegas berganti pakaian saringan tahu yang ia beli tadi di mall.
'Kenapa mas agas suka sekali baju saringan tahu begini dah tipis, menerawang. Kaya gini aja hampir 500 ribu. Mana beli 7 buat seminggu lagi. Aruni membayangkan sayang nya duit yang sudah ia buang - buang.
' Ehh tapi demi kepuasan suami. Seperti yang ibu bilang tadi. Aku harus bisa multitalent mengenyangkan suamiku agar gak bosen dan jajan di luar. Ayo Aruni!!! Semangat!!! Jangan terlalu polos sama suami!! Aruni bergumam sendiri di depan cermin kamar mandi.
Ceklek
deg....
Agastya berdiri pada pintu kamar mandi.
'Astaga mas!!! Kenapa berdiri disini?? Bikin kaget aku loo.. Aruni melewati suaminya begitu saja.
Agastya masih menatap kemolekan istrinya. Ia seperti singa kelaparan yang akan menerkam mangsanya.
'Dek.. Kamu ciptaan Tuhan yang sempurna.
Sini sayang mas mau peluk kamu.
Agastya memeluk Aruni dan mengusap kepala sang istri. Dibacakannya doa untuk berhubungan agar dijauhkan dari syetan dan juga dikaruniai anak yang shalih shalehah nantinya.
Tanpa basa - basi Agastya ******* bibir istrinya dan berpindah ke leher jenjang Aruni. Dihisapnya kuat - kuat dan meninggalkan jejak kemerahan di beberapa titik.
Sayangg... keluarkan suaramu. Mas sangat suka pinta Agastya.
Tak lupa di sapunya dada sang istri. Ia lakukan seperti malam kemarin yang gagal. Pisang tanduk Agastya sudah keras di bawah sana.. Segera mereka melakukan penyatuan.
Aruni merasakan kenikmatan yang luar biasa hebat. "Ohhhh mas... Akuu mau pipis rintih Aruni.
"Keluarkan sayang. Mas senang dengar itu".. Malam inii sepenuhnya kamu miliku ucap Agastya lalu mencium bibir sang istri kembali.
"Aruni sayang.. Kamu milikuuu racau Agastya.
"Selalu mas. Lakukan apa yang kamu mau mas. Aku akan bahagiakan kamu juga selagi aku mampu sahut Aruni yang berkeringat." Berbalik ssayang. pinta Agastya.
' Ihh mas ini.. Apa - Apaam sih??? Kaya gini!! protes Aruni.
'Kita experimen dek heheheh Agastya terkekeh.
' Aku kayak kuda ya mas. Tuhh liat di cermin. Tunjuk Aruni pada sang suami.
' Kalau kudanya seperti kamu mas mau naikin teruss ledek Agastya.
Mereka kembali melakukan penyatuan yang membuatnya lebih berkeringat.
Rintihan kenikmatan bercampur rasa sakit di bagian inti terbayar dengan bahagia karena Agastya sudah menembakkan benihnya di dalam rahim sang istri.
Mereka ambruk bersama di ranjang. Peluh mereka bercampur bahagia bisa saling memiliki, Segera mereka bersihkan sesuatu yang lengket itu dan lekas beristirahat.
bersambung
__ADS_1