
Semua perabotan, baik dekorasi dari luar sampai ke belakang sudah di rapi bersih diangkut team WO.
''Ahh, dek besok di bubarin sekalian aja ya. Mau di mana dek, mau diresto apa di rumah? Sekalian aku kabarin anak - anak biar nanti dia mengkondisikan, oiya bride maid teman kantor kamu sayang, jangan lupa!''
''Di rumah aja ya mas biar sekalian kotornya, nanti aku mint tolong mbak Nah buat masak sama sisanya aku pesanin dari luar aja, ''Aruni menimpali suaminya.
''Jangan nduk, di luar saja. Ibu sudah booking Resto Sambel Sambal buat team tadi sekalian sama yang parkir, dapur dan semua yang sudah membantu kita. Pokoknya semua harus ikut nduk, gak boleh absen. Karena semua orang membantu kita dari empat hari ini. Kita pun tak akan bisa membalas waktu dan tenaga mereka," ujar Bu Hakim pada anak dan menatunya.
"Ibu juga setuju, kita pembubaran di luar saja. Di rumah sudah di bersihkan mbak kok. Nanti kita kunci semuanya! Mbak, kamu juga ikut loh, ajak suami dan anakmu juga. Kemarin sudah mau ikut beres - beres di sini kok. Di telfon dulu lho!" Bu Ratmini mengajak art di rumahnya.
'' Baik bu, Aruni mau kok, biar fresh semuanya hihihi..! Ohh iya, ibu menginap di sini kan. Nemenin ibuk di sini sendirian, soalnya Reni pulang sama mas Firman.''
'' Tidak nduk, terima kasih. Tapi di rumah nanti teman ibu mau dateng masih ada saudara tetua nenek juga dari jauh. Ibu mau menyambut dulu sebelum mereka pulang. Esok kita ketemu lagi di tempat Sambel Sambal, gapapa kan mbak?'' tanya bu Hakim pada besannya.
Bu Ratmini memahami posisi bu Hakim karena memang dari keluarga mapan jadi ya banyak tamu berdatangan entah rekan kerja suaminya dulu atau kerabat dan saudara jauh.
__ADS_1
...****************...
''Dek, kamu dandan berapa jam menor banget!''
''Aku dandan sendiri mas, aselinya juga pengen kemarin biar dimake over team. Tapi aku gasabar sama antrinya, yaudah aku make up sendiri aja. Beruntung aku bawa,'' ucap Reni sambil membersihkan wajahnya di kamarnya.
''Sekarang tidur, kamar ini sudah lama sepi karen kamu gak balik - balik!'' Sindir Firman pada adik perempuannya.
''Mas, besok aku ke Surabaya pagi ya, Daniel udah pesen tiket kereta sama aku. Entar mobilnya dikirim ke sana ya, bisa kan?''
Dia sedang mencurigai gelagat adiknya, kenapa terburu -buru biasanya juga ada perpisahan dulu sama bestienya, bahkan sampai jalan - jalan sambil belanja dulu. Atau mungkin ada yang disembunyikan adiknya.
Krinnggg.... kringggg..!'' suara jam wakker membangunkan Reni di jam subuh, ia segera ambil wudhu dan sholat.
Tap.. tap.. tap.. suara langkah kaki Firman menuruni tangga terdengar olehnya.
__ADS_1
''Morning kak, nih aku bikin teh! Kakak mau makan apa? tanya Reni pada kakaknya.
''Hmm... masakanmu makin enak saja, aromanya kemana - mana. Masak apa sih?
''Aku bikin nasi goreng aja, di kulkas ada udang dan banyak sayur, emang mbak Eni enggak dateng mas? ''
''Libur dek, anaknya sakit jadi yang berangkat cuma adeknya doang buat bersih - bersih sam jaga rumah. Lagian besok mas harus ke Semarang ada event di sana tiga hari!'' pungkas Firman pada adiknya yang tampak asik makan sarapan.
Reni dan Firman memasuki mobil sedan mahal dan siap mengantar adiknya ke stasiun, Reni hanya diam sambil menatap kosong arah luar jendela.
''Kenapa? Suntuk amat kayaknya, atah hati?''
''Enggak mas, ehh... itu Daniel. Berhenti di sini aja mas.
''Muka gila anter adik mau pergi malah di usir, mas akan anter sampai dalam. Enak aja nyuruh - nyuruh!'' Firman berjalan layaknya bos mafia ke arah Daniel, ia tampak tersipu malu.
__ADS_1
''Jaga adiku, kalau sampai terjadi apa - apa bukan hanya matamu yang hilang! Tapi lontong pabrikmu akan aku warnai merah!'' bisik Firman pada Daniel.