Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 68 #Ohh ibu


__ADS_3

Agastya dan Aruni meninggalkan restoran tersebut, Agastya benar - benar mengerti bagaimana menjadi seorang ibu, karena saat ini ia punya bayi besar yang manja ala princess. Di dalam mobil keduanya masih saling diam, ia tak ingin salah bicara pada sang istri.


''Sayang, kamu mau kemana lagi? Ada yang mau dibeli enggak, mas gamau nanti sampai di rumah kamu malah kebingungan ngajak keluar lagi! Dek, kok ga jawab? Apa langsung pulang?'' Agastya menengok istrinya yang tampak sedikit menunduk.


''Sayang, kamu marah ya sama mas? Salah mas apa toh, mbok bilang kalau marah gitu loh! Dek.. Sayangg?'' Aruni masih saja menunduk dan terdiam tanpa menjawab pertanyaan suaminya.


Panggilan Agastya tak dijawab berkali - kali oleh istrinya, ia semakin cemas. Sempat berfikir bahwa masalah di resto tadi. Kemungkinan istriku marah saat aku menegurnya bersendawa. Ahh tapi aku menegur halus kok, apa dia terlalu sensitif ya.


Tuingg.. Aruni membenarkan posisi tidurnya, sambil memejamkan mata kembali.


''Ya Sallam... Tidur rupanya, pantas saja dia tak tahu kalau aku panggil - panggil.


...****************...


''Kamu kok kesini lagi? Gajadi nginap di rumah mertuamu?'' Bu Hakim menatap Agastya dari atas ke bawah, ia hanya mengenakan celana jogger pants dan kaus oblong.


''Aku dari klinik bu, Aruni tadi muntah - muntah. Hasilnya memuaskan bu!''


Ucapan Agastya membuat Bu Hakim menyeringai bingung, ia mendekati mobil anaknya. Bu Hakim syok melihat Aruni yang terlelap dikira pingsan.


''Gas.... Istrimu kenapa pingsan!! Jangan di kunci dalam mobil. Ingat itu anak gadis orang!!! Bu Hakim berteriak di depan pintu.

__ADS_1


''Apa sih buk! Aruni tuh tidur, bukan pingsan. Aku baru saja bersihin kamar buk! Buk bantu bukain pintu! Pinta Agastya dengan ucapan datar, dia bosan mendengar ocehan ibunya.


''Ke klinik ngapain Gas? Dah biarin istrimu tidur kamu makan aja!''


Bu Hakim berlalu meninggalkan keduanya, mertua Aruni memanasi sayur yang art nya masak tadi.


Tingg... Tangg.. Tingg... Suara sendok beradu di meja makan. Agastya melupakan gawainya tertinggal di mobil, ahh untungnya ibu mau membantuku mengambilnya jadi aku bisa meneruskan makan malam dengan nyaman. Sebenarnya aku kenyang sepulang tadi dari resto. Namun tak enak hati aku menolak ibu saat menawarkan makan. Yahh... gak jadi sixpack lama - lama.


...****************...


''Gass.... Ini ada banyak misscall dari Edwin. Telfon kembali gih, siapa tau pekerjaan atau ada hal penting. Nih!''


''Makasih bu, aku telfon dulu. Haikkk... Haikkk...! '' Agastya meringis kaget di tatap ibunya seperti akan di telan hidup - hidup.


...****************...


'' Lama banget sih angkatnya?''


''Sori, barusan selesai makan aku!''


''Gas.. hmm...''

__ADS_1


''Apa?''


''Hmmm.. Gini.. hmm.. jadi gini!''


''Ham hem ham hem... Kaya nisa sabyan!''


''Eh!'' Aku minta nomer dong!''


''Astagfirullah! Edwin, ini 2023 udah gak jaman lagi judi togel dan pasang nomer lainnya!'' Agastya memberondong nasihat ada kawannya.


''Hhhfft... Bukan, sembarangan mulutmu kalau ngomong! Aku mint nomer hapenya Reni, ibuku mau ada perlu sama dia.''


''Oh ya? Masa ibumu yang perlu sih, telfon berkali - kali tadi ibumu yang minta?''


''Iya, cepat kirimkan ke aku! Aku tak mau nunggu lama, ada perlu bikin laporan juga!'' Edwin mengalihkan pembicaraan.


''Hiss.. Merana ditinggal sebentar, mana ibumu aku mau bicara,''sahut Agastya saat ini.


'' Cepat kirim nanti biar di telfon. Maaf aku sibuk!''


Tuuttt.... Tutt.. Tutt... Telfon tadi diakhiri sepihak oleh Edwin, Agastya tahu bahwa dengan ibunya dia berusaha melindungi diri dari kata gengsi.

__ADS_1


''Win.. Win.. Sabar ya, Reni memang seperti kuda, beda dong dengan istriku yang seperti merpati. Rasain kamu aku kirim besok pagi! Ngenes mampus kau! Hahaha... '' Agastya tertawa sendiri di ruang tengah.


''Siapa yang kaya merpati!'' Suara seseorang yang familiar terdengar nyaring di ruangan.


__ADS_2