
Seminggu berlalu setelah Aruni dan Agastya setelah opname, mereka kembali ke rumahnya. Rencana mereka adalah akan mengadakan acara ngapati yaitu memperingati bulan ke empat usia kandungan istrinya istilah dalam adat Jawanya, di kediaman Agastya yang baru, rumah kecil,simpel dan asri. Ya meskipun jauh dari kata mewah. Tapi Aruni bangga sebab suaminya bisa membangun rumah sendiri hasil jerih payahnya sendiri. Bukan dari warisan orang tua, meskipun ia termasuk dalam orang yang cukup di kampung itu.
''Mas, boleh minta tolong enggak? Ini aku kesulitan! Arrhhh!'' Aruni berusaha mengangkat sesuatu yang beratnya melebihi ketentuan ibu hamil.
''Apa sayang? Apa yang bisa dibantu,'' Agastya menoleh pada istrinya. Matanya membulat sempurna melihat istrinya yang nekat itu.
''Sayang!! Ya ampun!! Jangan sayang, itu bahaya! Pokoknya kamu gak boleh capek - capek! Bilang ke mas biar aku yang angkat! Cucian, masak, jemur, setrika dan bersih - bersih mas bisa lakuin sendiri dek. Pokoknya mas gak mau nanti para tetua membunuh mas perlahan! Kalau kamu kenapa - napa!''
''Kenapa? Kok bisa? Tak usah berlebihan begitu!'' Aruni Menautkan kedua alisnya bersamaan.
Ya Sallaam.. Apa perlu aku itu menjelaskan pada istri kecilku ini, bagaimana kalau pot - pot anggrek itu terjatuh membahayakan kakinya, tangannya, bahkan ia bisa tertimpa dari atas sana. Duhh dek.. Bikin mas tambah puyeng aja kamu dek! Sabar Gas... Sabar... Laki - laki memang takdirnya ngalah aja!
''Kok diem? Kenapa gak dijawab? Kenapa?'' Aruni sedikit meninggikan suaranya di depan suaminya, Agastya paham bahwa istrinya sedikit kejam. Namun ia masih berani membawanya.
...****************...
''Gimana keadaan Reni mas? Apa dia sudah sadar?'' Aruni masih menatap Firman dengan perasaan yang tak karuan.
''Ini Run!'' Firman mengalihkan mode kamera dari belakang, tampak sang sahabat yang terbaring di brangkar ICU, Reni kehilangan banyak darah saat kecelakaan hingga ia kritis, beruntung tak sampai koma.
''Ren, bangun dong! Aku mau tasyakuran empat bulan si kembar. Apa kamu tega bikin aku nangis terus? Katamu besok kamu mau gendong satu anakku biar kamu cepat nyusul halal! Bangun dong!''
Hikss... Hikss...
__ADS_1
Air mata Aruni berjatuhan, ia tak kuasa melihat rekan kembarnya terbaring lemah. Aruni bingung, apa yang akan ia lakukan agar Reni bisa cepat bangun?
Clingg.. Ahaaaa! Bibir Aruni tersenyum miring.
''Mas, Mas Edwin mana? Apa masih disitu? Apa dia sudah ketemu sama Reni?'' Aruni menyeka air matanya. Ia paham apa yang Reni butuhkan.
''Tidak! Edwin sudah kembali kerja, memang kenapa to?''
''Jadi begini mas...'' Aruni membisikan kata - kata pelan pada Firman. Ia sedikit terkejut dengan rencana Aruni.
''Kamu yakin? Gas?'' Firman menanyakan pada suami Aruni bagaimana persetujuannya.
''Oke!''
...****************...
''Ojo galak - galak toh! Aku bawa berita alias news update ini! Kalau gak mau dengerin ya sudah!''
''Apa? Cepat bilang! Abang sedang sibuk, tak ada waktu senggang!'' Edwin kesal pada Agastya yang tampak bertele - tele, namun di sisi lain ia juga penasaran apa yang akan di bicarakan macan itu?
''Idihhh... PeDe gilak!! Abang! Bang becak,hahahah!'' Agastya tertawa memekik telinga.
Hening
__ADS_1
''Begini..... Reni kritis! Dia butuh kamu''
Deg!
Tes..
Tes.... Bulir bening membasahi sudut mata Edwin, sungguh jantungnya ingin lepas dari porosnya kala mendengar kabar tak enak itu.
Firasat yang sebenarnya hanya ia duga, malah datang beneran. Dengan kabar seperti itu membuatku semakin kelimpungan. Aku harus bagaimana?
Erik menepuk bahu Edwin, ia paham kondisi Reni yang sangat memprihatinkan.
''Seumur - umur kau kerja, tak pernah nampak aku tau kau libur banyak. Hanya cuti liburan idul fitri saja dan sabtu minggu kita sebagai harian. Ya meskipun lebaran kamu juga pilih nge PAM di hari kedua. Gunakan hatimu Win. Percayalah Reni butuh kamu saat ini!'' Erik berbicara lagak seorang motivator cinta - cintaan dengan penuh bangga.
Ya Allah Ya Rabbi.. Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus ke sana sendiri? Atau aku kesana dengan ibu ya? Ahh nanti ibu merepotkan lagi kalau di sana pasti bahas yang bukan - bukan.
Arghhh... Aku pusing sekali hari ini!! Hmm.. Sebaiknya aku sholat dulu!
Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin ya buat para penunggu setia Agastya.. Semoga lebaran ini membawa seluruh keberkahan rejeki dan kesehatan untuk semuanya. Maafkan saya yang jarang update karena sore harinya jualan. Insyallah mulai besok sudah full up lagii..
Selamat lebaran semua...
yuna_yunanti
__ADS_1
Sampai jumpaaa