Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
119 Aruni Hilang!


__ADS_3

Dokter Bagus menyelesaikan semua pasien dalam praktiknya. Kebetulan hari ini tak ada pasien yang harus operasi caesar, beruntung Dokter Bagus dapat ijin pulang sedikit awal.


''Dokter tumben mau pulang duluan?'' Tanya suster Dian.


Dokter Bagus tersenyum...


''Iya mbak Dian, saya ada acara keluarga. Tak enak kalau datangnya mepet - mepet! Nanti tak bisa bantu - bantu di sana!'' Senyuman Dokter Bagus terlihat begitu manis, padahal ia menyembunyikan alibinya.


''Silahkan dok, semoga lancar ya. Mari dokter!'' Suster Dian meninggalkan Dokter Bagus di koridor.


''Hufft! Lega aku! Sekarang aku harus pulang dan langsung ke Semarang!''


Brumm...


Sedan mewah milik Dokter Bagus melaju dengan kecepatan di atas rata - rata.


Grekkk...


Grekkk....


Garasi pintu rumah milik Dokter Bagus di buka oleh penjaga rumahnya, '' Pulang gasik Den?'' Tanya Pak Usman sambil tersenyum.


''Iya pak, saya mau ada seminar di jadi mau prepare. Tak usah di tutup pak. Jaga saja di luar ya!''


''Baik Den!''


Tap..


Tap..


Tap..


Ceklekk!


Bughh..


Ku jatuhkan tubuhku di atas tempat tidurku, ahh.. Rasanya nikmat sekali bisa pulang lebih awal meskipun aku sedikit berbohong pada atasan ku. Ahh tak apa! Sekali - kali lah aku begini, masa tiap hari aku harus melihat darah.


Srekkk!


''Kaos dan laptop aja deh! Lainnya bisa beli di jalan!'' Gumam Dokter Bagus.


Tringg....


''Ya Hallo?''


''Gimana kabarmu? Sehat?''

__ADS_1


''Ya, kamu gimana Gus?''


''Gak sehat! Bisakah aku bertemu, aku akan meluncur ke sana tiga puluh menit lagi!''


''Baiklah! Aku di markas. Aku share loc padamu!''


''Yup!''


Ting!


*Location's add!


''Oke!''


''Bii! Saya mau seminar di luar kota, mungkin pulang besok. Bibi tak usah masak dan menunggu saya. Masak untuk bibi dan Paman saja."


"Baik Den, apa Aden mau bawa bekal biar bibi siapkan sembari menunggu mobil di bersihkan Paman Ujang."


Dokter Bagus mengangkat tangan melayang si udara, kode bahwa itu tak perlu.


''Mobilnya siap Den, saya mundurkan sebentar!''


Cuittt... Cuiit...


''Aku pakai ini aja, civic nya di masukin ya Pak Ujang, jangan lupa kunci semua ruangan nanti. Jangan sampai tak aman dan kelupaan!''


Tiit...


Tiiiitttt..


Sebuah alarm mobil berlogo jaguar atau macan tutul melompat itu keluar dari gerbang sebuah rumah mewah.


Tinn... Tinnn...


Di sepanjang jalan Dokter Bagus tersenyum smirk! Akan aku hancurkan karirmu Agastya! Polisi kere aja sok - sokan mau ngelawan aku!'' Umpatnya.


Dokter Bagus melajukan mobilnya dengan kecepatan ghoib agar cepat sampai di markas milik rekannya.


-


-


''Reni! Kamu kenapa sih udah 4 hari gak telfon aku? Marah ya?'' Aruni tampak merengek manja dalam panggilan Video itu.


Reni memutar bola mata malasnya...


''Aku dah balek, aku di rumah abang sekarang! Mau cari rumah sendiri tapi bujang, mana bisa aku jauh darimu! Jadi aku besok sama ibu lagi aja tinggalnya.''

__ADS_1


''Aku ke sana ya? Aku jemput ya?'' Tawar Aruni.


''Hah? Emang bisa? Kamu nyetir mobil udah berani?'' Reni menautkan kedua alisnya tak percaya.


''Taksol... Alias taksi online! Banyak juga kan, ngapain aku harus ribet - ribet. Ibu juga pergi ke balai sebentar, Mas Agastya belum pulang nanti kan bisa jemput di tempat mu! Gimana?''


''Hmm.. Kabarin dulu deh lakik mu! Takut nanti aku dikira sabotase istrinya lagi. Masuk penjerong deh akuu!''


Aruni hanya terkekeh, ia sudah menaiki taksi online.


Sengaja ia berhenti di toko kue, ia ingin membawa beberapa donat kesukaan dan beberapa slice cake favoritnya.


''Mbak..?'' Tepuk seorang perempuan pada bahu Aruni.


''Ya? Ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Aruni dengan wajah polosnya.


'Bagus juga selera mu Gas! Po..los! Tapi gak akan lama kamu bahagia, apalagi kalau bayinya hilang!' Batin wanita berbibir merah itu setelah melirik perut Aruni.


''Ohh tidak mbak, maaf saya hanya mau tanya. Slice yang itu ambil di sebelah mana ya? Saya orang baru di sini jadi kurang paham. Maaf!''


''Ohh.. Di belakang jajanan basah mbak. Masih banyak kok mbak, enak lagi! Kalau gitu saya permisi ya!''


Aruni meninggalkan bakery shop setelah membayarnya, namun tak ia sangka wanita berbibir merah itu menguntitnya dari belakang.


''Kemana dia? Bukan kah ini bukan rumah Agastya asrama pun juga bukan?''


''Alhamdulillah, terima kasih ya pak! Ini kembaliannya ambil saja.''


''Reniiiii!'' pekiknya.


-


-


''Nduk, ibuk meh masak asem - asem buat kamu. Mau di bawa buat bekal? Atau siang biar di antar Mas Leman?'' Tawar Bu Hakim.


''Tak usah buk. Aruni nanti makan di rumah aja, soalnya rapatnya cuma sebentar buk.


''Okey! Hati - hati sayang! Mungkin ajudan Agas belum sampai nduk, atau ada sesuatu mungkin?'' Tanya Bu Hakim yang sedikit panik terlalu takut jika menantunya berangkat sendiri.


''Santai buk, aku sambil jalan aja. Nanti suruh nyusulin aku aja. Aku lewat jalan yang biasanya, soalnya ini bukan di rt.


Ciiiiit!


''Emmmpppphht!!''


Tiba - tiba mulut Aruni sudah di bekap oleh pria tak di kenalnya, ia berusaha berontak namun sia - sia.

__ADS_1


''Emphhhht!''


__ADS_2