Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 19 #Merinding


__ADS_3

Pov ( Bu Hakim)


Hihiiihii... bu Hakim tertawa melihat serial kompetisi dangdut di chanel ikan terbang.


Sambil menikmati tempe keripik, bu Hakim bersenandung mengenang lagu favorit lama. Mengisahkan kisah cinta beliau dan suaminya.


'Pertemuan yang ku impikan kini jadi kenyataann.. Pertemuan yang ku harapkan ternyata bukan khayalan... bu Hakim bernyanyi mencari hiburan.


Tiba - tiba, ibu Agastya mendengar kalau suara langkah kian mendekat. Tapi kenapa ke belakang.


Mana ada maling ngambil panci dan wajan. Aku cek aja deh. siapa tau Agastya.


'Siapa itu yang turun tangga. Aku cek dulu ah! Bu hakim melangkah mengendap - endap dari ruang tv ke dapur.


Deg..


Bu hakim menatap rambut mantunya tergerai indah dan pekat warnanya. Bu hakim sampai dibuat melongo sama anak mantu gadisnya itu.


'Astaga Aruni to Aku kira siapa batin bu Hakim. Lalu mendekatkan diri bentanya pada menantunya kenap belum tidur.


I-iya bukk..


'Ahh semoga aja mereka langsung dikasih momongan. Gumam bu Hakim sepeninggal Aruni.


' Yahh.. semoga dikasi cepat kalau gak cepat ya gapapa.. sedikasihnya aja.. Yang penting anak dan menantuku tetap sehat dalam lindunganmu ya Allah. Bu hakim bergumam lirih.


'Ah iyaa aku mau pake krim jadi lupa.. Sek sekk.. aku tak cuci tangan duluu.. Lalu ibu Agastya mengoleskan krim wajah nya di cermin dinding dekat tangga..


Tak berselang lama dengar suara ******* manja - manja dari atas tangga.


'Duhh anak ituu.. Kenapa juga harus teriak kan aku yang malu. protes bu Hakim kembali melanjutkan olesan krim wajah.


Kriettt.... Ahhhh... emphh masss...


Kriettt...


kriettttt...


krietttt... sayanggg ahh sahut Agastya.


'Duhh aku kok merinding denger suara anak - anakku lagi bikin calon anak - anak.. Ahh.. aku cuci tangan terus tidur aja. Pusing denger suara mereka. Kayak kucing kawin. Berisikkkk!!! Ngeang ngeong aja!!! Bu hakim menutup telinga merinding mendengar kedua anaknya sedang ngadon cucu.


...----------------...


Tokk


Tokk...


Tokk...

__ADS_1


'Agastya Aruni ayo bangun sarapan. Bu Hakim membangunkan keduannya. Namun tidak ada jawaban dari keduannya.


'Pingsan apa gimana sih nih anak. Gara - gara Agastya pasti Aruni lembur jadi istri. Payahh keturunan bapaknya maniak harus goal! Sewot bu Hakim.


'Mas.. EHmmmmm... sudah pagi ya. Aruni menatap jendela yang sudah benar - benar cerah. Astaga!!! Aruni terperanjat ' Aku lupa sholat subuh!!


Masss...


Masss... Mas Agas.. aAyo bangun!! ini udah siang. Nanti ibu kesini looh.. Aruni menggoyang - goyangkan tubuh kekar Agastya.


'Hmmmfttt... Ada apa dek?? Agastya perlahan membuka mata.


Cup.. Good morning istriku, ayo mandi kita sarapan.


Agastya menuruni ranjang langsung masuk ke kamar mandi tanpa menoleh ke Aruni.


'Ya ampun mas. Sudah di bangun cuma gitu doang. Pantesan Reni manggil kamu kulkas. Sabarr!!! Sabar Aruni.. Nanti pasti kamu bisa tahan sama sikap suamimu lirih Aruni sambil mengusap dadanya.


Selesai mandi Aruni duduk di depan cermin memoles wajahnya agar terlihat makin fresh. Karena hari ini mereka akan mengurus administrasi surat nikah.


'Astaga mas... Aruni berteriak kala leher dan dadanya banyak tanda merah kepemilikan Agastya.


Mas kamu tuh ya!! Kalau gini gimana aku nantinya mas.. Malu tauu semua merah seperti ini. Aruni mengerucutkan bibirnya.


Cup..


kecupan hangat suaminya tepat didaratkan pada kening sang istri.


'Beruntung aku ada foundie mas. Bisalah di tutup sedikit dengan make up.


' Nanti beli yang banyak di toko kosmetik. Biar mas leluasa bebas memberi tanda. hahahahah tawa Agastya sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Aruni gelemg - geleng kepala melihat tingkah sang suami.


'Ehhh pengantin baruu... Sudah ngos - ngosannya?? ledek bu Hakim pada anak dan menantunya yang pagi ini rambut Agastya sudah basah.


Agastya dan Aruni kompak saling melirik dan menyadari bahwa sang ibu telah mendengar sesuatu.


'Buk hari ini aku akan ngurus surat buat nikah. Nanti aku sama Aruni ke kelurahan timpal Agastya mencairkan suasana.


' Om mu itu sudah meminta tolong pak Pono cs agar membantu administrasinya. Kamu tinggal cari WO aja sama cari keperluan salon atau apalah kebutuhan kalian sahut bu Hakim.


Aruni membelalakan mata. Ia lupa kalau pak kades tempatnya bekerja adalah om suaminya.


'Terima kasih buk. Tapi apa gak merepotkan Pak halim nanti ya. Aruni melirihkan suara karena merasa tidak pantas di istimewakan.


'Iya itu kemauan om aku sayang.. Nantinya kamu akan tau kalau om aku melakukan ini karena dia sangat bahagia melihat keponakan tampannya ini sudah laku keras alias sold out Agastya meringis.


'Tapi kan aku tetap karyawan di sana mas. Aku ngerasa gak pantas dapet perlakuan seperti itu buk mas.

__ADS_1


'Sayangg... Menantu idaman ibu. Kamu ini sudah jadi Nyonya Agastya. Sebentar lagi kalian akan sah secara negara dan hukum. Ya meskipun baru agama. Tapiiiii... Ibu sangat bahagia Agastya mendapatkan istri yang tepat nduk.


Jangan lagi kamu merasa minder, apalagi kamu adalah menantu ibu Hakim Arsi Wijaya ketua Pkk desa mau gak mau harus siap dikenal orang timpal bu Hakim dengan lembut tapi terlalu blak - blakan.


'Nggih bu. Aruni akan belajar menyikapi dulu. ucapnya lalu tersenyum dan melanjutkan makan.


'Buk Agastya pamit ya.. Mau antar Aruni menemui Reni di Tk. Karena nanti Aruni aku ajak ke kantor untuk pengajuan sidang nikah.


Agastya dan Aruni mencium tangan ibu Hakim.


'Hati - hati dijalan. Bawa anak gadis orang jangan ngebut sembarangan!!!


' Aruni udah gak gadis buk. Sudah aku ambil ahhahahaha Agastya frontal mengatakan pada sang ibu.


' Iya ibu tau. Bahkan suaramu tadi malam terdengar sampai dapur. Ibu merinding dengernya!!!Haahahha... Bu hakim memandang leher anaknya yang sedikit membiru, dan kembali tertawa membuat Aruni tambah malu dan memerah pipinya.


'Mas.. kenapa mengatakan hal kaya gitu sama ibu. Aku malu mas. Ngomong gak disaring dulu kamu ini. Beliau kan ibu kamu mas bukan teman.


' Justru aku lebih nyaman mengatakan pada ibu dek, karena belum tentu teman kita bisa menjaga aib kita. Agastya terkekeh melihat ekspresi pasrah wajah istrinya itu.


...----------------...


Mobil hitam Agastya berhenti di halaman Tk disana para murid sudah masuk


Heii!!! itu bu Aruni teriak para murid yang mengerubungi dan berebutan mencium tangan Aruni.


'Sabar sayang satu - satu yaa.. gantian cium tangannya ucap Reni lemah lembut.


'Selamat pagi anak - anak. Ayo di selesaikan dulu tugas dari bu Reni. Nanti bu guru masuk ya. Bu guru ada perlu sebentar dengan bu Reni. Anak - anak hebat bisa mengerti??? tanya Aruni dengan penuh pengertian.


' Baik bu guru!!! Semuanya duduk kompak bersama - sama mengerjakan tugas mewarnai hewan yang diberikan Reni.


'Reni. Aku dan Aruni akan segera meresmikan hubungan ini. Kalau dalam 3 hari ini kamu yang mengampu murid - murid apa tidak kewalahan? tanya Agastya


' Oo... enggak mas.. Di Tk A ada bu Sri mas aku bisa belajar dari bu Sri nantinya. Kebetulan murid Aruni itu pintar - pintar gak ada yang rewel. Jadi aku gampang mas masuk di lingkup mereka.


' Ren, ini laptopku nanti kamu bawa pulang yaa.. Aku udah bikinkan tugas anak - anak ya kurang lebih untuk seminggu kedepan. Jaga - jaga aja kalau nanti dibutuhin kan tinggal print out aja. Lagian gak semua kegiatan berhubungan dengan kertas. kata Aruni


' Gampang Run.. aku udah tau sistem kamu ngajar gimana nanti juga aku minta arahan bu Sri kalau ada kendala.


Aku lebih suka outing class untuk mereka. Besok aku ajak mereka tanam bibit strawberry dan sawi.


'Kapan kamu belinya??


' Aku minta tolong sama pak pono buat cariin bibit dan bahannya.. Aku udah ada pollybag nya Run. Everything its ready!! Dont worry beibb... Reni memeluk Aruni dan berbisik "Gausah cemas soal kelas.. Aku stay disini masih lama kan.. selesein dulu urusanmu biar cepet punya anak bisik sobatnya.


'Dah ren gausah berbisik aku dengerr Agastya mencebik.


"Hihii.. kita pamit ya Ren. Soalnya aku harus ketemu sama temen dan komandanku juga mau atur jadwal ulang sekalian pengajuan. biar gak ketunda - tunda terus kalau ngobrol sama kamu.

__ADS_1


'Hasyahhh... bilang aja ga bisa nahan mas mass hahahahahhaa Reni tertawa.


bersambung


__ADS_2