Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
bab 15 #IndahCintaku


__ADS_3

'Kenapa natap aku gitu dek?Terpesona ya?? papar Agastya mencairkan suasana, istrinya yang langsung melempar pandangan.


Bu Hakim hanya senyum kecil.


'Tidak mas. Itu kecapnya belepotan di dagumu ujar Aruni dengan polosnya.


Hahahaha... bu Hakim tertawa, sedangkan Aruni melirik Agastya yang tersenyum smirk.


'Agenda kalian apa hari ini?? Masih libur kan??


' Masih bu, Agas mau ajak Aruni ke makam ayah, nanti kita mau ziarah dulu. Terus ke mall mau cari jajan.


'Gaya mu lee...... cari jajan ke mall. Kaya wong sugih wae!


'Buk... stop jangan buka kartu. pungkas Agastya cemberut.


Aruni tertawa kecil melihat tingkah suaminya. Kalau dijalan garang kalau dirumah seperti panda besar dan menggemaskan.


'Bapak dimakamkan dimana mas toleh Aruni pada Agastya yang sedang menyetir mobil.


'Di Temanggung dek. Bapak mau dimakamin jejeran sama nenek.


'Oalah bapak asli orang sana ya?? tanya Aruni.


' Iya dek, nenek yang asli disana. Kalo kakek orang jakarta, tapi dapat dinas jadi danramil temanggung dapet nenek jadilah ayah.


Hahahhahahaha tawa keduanya di dalam mobil..


' Mas ini ada - ada saja. Berati ibu dong yang asli sini mas. Kalo bapak berapa bersaudara mas?? cecar Aruni.


'Satu - satu dong tanya nya dek. Kalo ayah itu anak tunggal. Tapi punya kakak angkat 3 orang. Pakde Ahmad Wijaya, Pakde Agus Wijaya di Jakarta, bude Asih Wijaya di Surabaya. Kalau bapak namanya Arsen Wijaya.


'Ohhh... jawab Aruni


'Kok gitu doang jawabannya. Bikin gemes aja kamu. Tak gigit mau??


'Jangan dong sayang. nanti gak fokus nyetir.

__ADS_1


' Panggil apa barusan?? gak denger ini


'Sayang... ucap Aruni meringis memperlihatkan giginya tertata rapi.


Aruni tertidur dalam perjalanan Magelang - Temanggung. 45 menit perjalanan singkat mereka sampai di sebuah rumah joglo nan mewah.


'Sudah sampai, ayok turun. ucap Agastya menoleh. Ehh tidur dia. Aku bangunin pelan - pelan aja dehh.


'Sayangg, puk.. puk.. pukk..


Bangun sayang.. kita sudah sampai. pungkas Agastya.


'Dimana ini mas? Bagus banget kaya vila. Aku baru pertama kali liat sawah luas kaya gini. yaa.. meskipun dirumah ada sawah tapi gak sebagus ini. Aruni berlari ke sisi rumah itu melihat hamparan sawah.


'Ini rumah nenek. Ayo masuk.


Assalamualaikum nek. Agastya datang.


'Waalaikumsalam nang. Ealah tamu rupannya. Muncul seorang ibu tua dari dalam rumah memakai tongkat.


'Assalamuallaikum nenek, selamat pagi. Saya Aruni nek. Ucap Aruni sambil menyalami nenek.


'Ahh nenek. Ini istri Agastya.


Tongkat nenek jatuh tiba - tiba. Kaget mendengar penuturan sang cucu mengenai kalimat Istri membuat nenek menangis.


'Nenek kenapa?Pripun?? Ada yang sakit? tanya Aruni.


'Kenapa gak beritau nenek nang!!!


'Lha ini Agas datang mau beritau. Nenek malah syok duluan. Ayok masuk tak gendong. Agastya membopong neneknya masuk kerumah.


'Dasar cucu edan!!! Kawin mbahne ora diomongi. Wes mbok anggep mbahne mati po!! Omel nenek pada Agastya Aruni hanya menunduk.


' Nek sabar napaa sih, jangan seperti itu nanti kumat sakitnya lohh. Agastya memberi tahu.


dengerin Agastya dulu nek jangan menyimpulkan sendiri. Agastya menjelaskan kejadian tadi malam.

__ADS_1


'Hahahahaaa... tawa nenek menggema di seluruh ruangan. tampak beberapa gigi yang hilang itu. Udah ayok makan dulu. nenek bikin nasi jagung tadi.


klinting.. klunting... suara sendok Agastya berbunyi saat makan.


'Kamu tu persis sama bapakmu! Kalau suka ya ngebet. Dulu bapakmu gitu, liat ibumu pulang sekolah diikuti terus dipepet sampe dapet. Hahahahaaa... Aruni tersenyum malu sambil menunduk.


'Ya mau gimana lagi, dari pada diambil orang nanti aku jadi gila nek. Iya gak dek? tanya Agastya pada Aruni yang pipinya semakin merona.


'Kan aku gak kemana - mana mas. lirih Aruni.


'Iya kamu ndak kemana - mana. Tapi yang suka sama kamu dimana - mana. Makannya mas cepet lamar kamu. Ehh bonus Halalin kamu. Rejeki lagi kalau hamilin kamu ucap Agastya.


'Sontoloyo!! nenek menjewer telinga Agastya sampai kemerah - merahan.


Nenek akan cincang anu mu kalau berani menyakiti istrimu. Dia itu terlihat wanita baik. Awas kamu mau main - main. Nenek gak kasih warisan!!! ancam nenek.


'Nenek tu!! Dikit - dikit ngancem. Warisan apa sih nek ibu gapernah bilang sama aku.


Aku juga udah kerja. Mandiri dongg... Tapi kalau dapet warisan ya mana aku tolak. Rejeki buat besok anak aku ya nek. Agastya meringis.


Aruni hanya geleng - geleng kepala mendengar suaminya kadang lemah lembut. Nanti tampilannya ganti mode pesawat ilang gajelas, ganti lagi mode petir.


' Itu sawah bagian bapakmu nang.. dan nenek juga punya rumah di daerah lain bagian bapakmu juga. Untuk pakde bude mu sudah ada. Nenek sudah mau mati. Ngapain mikirin warisan. Yang penting nenek bagi sesuai hukum syariat biar gaada yang iri. timpal nenek pada Agastya.


' Wahhh kerennnn.... Nenek juragan ini mah.. Kok aku gapernah tau ya.


'Nenek hebat bisa memiliki semua itu ucap Aruni mencairkan suasana.


Menyusuri sawah bersama sang istri membuat Agastya bersyukur bisa memiliki wanita berparas anggun nan ramah ini. Sholehah dan ketulusannya benar - benar membuatnya melting.


"Aku kagum sama kamu dek. Disaat semua perempuan ingin menjadi pacar polisi kamu malah menjauhiku. Memilih menghindari aku. Tapi aku tak bisa jauh darimu. Terima kasih sudah mau menerima aku yang serba tanggung bahkan banyak kurangnya ini. Ucap Agastya terdengar konyol namun baginya romantis sambil menggandeng Aruni.


' Sama - sama mas. Bimbing aku selagi aku makmumu. Imani aku sampai akhir hayat. tetaplah jadikan aku satu - satunya sampai maut nanti mas. Aruni menjatuhkan pelukannya pada Agastya.


' Terima kasih sayang. Agastya memeluk erat istrinya.


'Agastya ayok pulang matahari sudah mau terik ini!! Panas kasihan istrimu, nanti gosong ucap sang nenek.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2