
*Flashback
Alhamdulillah, aku selesai sholat dhuha. Hmm.. Aku bilang apa ya sama ibu ya? Mana ibu sendirian di rumah, kalau gas habis gimana ya. Astogeee.. Kenapa aku jadi lemot begini sih! Aku memutuskan pulang lebih awal karena komandan sudah memberiku ijin cuti. Tak akan ku sia - siakan kamu lagi dek. Duhai cinta!! Tinggu abang datang!!
Bromm...
Edwin menjalankan kuda besinya untuk pulang. Di sepanjang jalan ia terus bersholawat melangitkan untaian doa agar pujaan hatinya segera siuman dan segera ia pinang.
''Kok sudah pulang nak? Kenapa pula muka se - senang ini? Tunggu- tunggu, ibu mencium aroma - aroma sesuatu ini. Sok cerita sama ibu ada apa! Apa yang kamu tutupi! Cepat jangan senyam - senyum aja!''
''Buk, satu - satu kalau bertanya, jangan seperti ini. Bingung Edwin harus jawab dari mana dulu!''
''Se...ka....raa.....ngggggggggggg!!!''
''Iya buk... Iya.. Dengarkan dulu, ibu jangan menyela dan maafkan aku, Edwin tak menutupi dari ibu tapi.. Edwin menjaga perasaan ibu dan kesehatan ibu!''
''Ya!'' Suara Bu Mah sudah ketus, tak sabar mendengar alasan sang putra senyam - senyum sendiri. Merasa tak beres Bu Mah mencubit perut Edwin.
Griyuuuut...
''Aw... Reni kecelakaan buk!''
Bu Mah terbelalak dan langsung beristigfar pada sang kuasa.
''Reni kecelakaan di Surabaya, ia kritis. Edwin di minta Agastya untuk berganti berjaga dengan kakaknya untuk mengawasi. Apalagi ia sedang naik daun begini, pasti bakalan banyak yang menggunakan alasan - alasan bergosip yang tak benar!''
__ADS_1
Hiksss.... Hiksss...
''Ibu ikut ya.. Ibu mau jaga anak perempuan ibuk! Ibu tak tega melihat dia sendirian di dalam sana Win!''
Alamakk... Inilah yang aku tak mau, ibuku pasti merengek ingin ikut ke Surabaya. Alih - alih beralasan bertugas jaga malah nangis begini. Duhh!! Susah pula aku kabur dari suasana begini, mana kalau nangis lama lagi.
Setelah Edwin berusaha meyakinkan pada ibunya bahwa ia bisa mengatasi semuanya sendiri dan itu adalah tugas dari Agastya maka ibunya pun menyetujuinya.
...****************...
Rik, aku otewe ke Surabaya! Tolong sampein ke anak - anak kalau nanti laporan - laporan yang tak jelas atau kesusahan bisa Whatsapp aku ya!
Nanti aku kabarin Agastya, biar dia juga handle. Soalnya dia udah mendingan pasti langsung berangkat kerja! Thanks you
Ting....
Bunyi gawai Erik terdengar olehnya, ia mengerutkan dahinya sesaat lalu tersenyum.
''Dah aku bilang juga apa! Pasti nyusul kan! Sesuai prediksiku, meskipun aku jomblo tapi aku tau apa yang loe rasain Win! Orang jatuh cinta terang - terangan begitu kok malah dik - dikan! Ehh.. adik - adikan! Harusnya kan sayang kek, bunda kek apalah!" Gerutu Erik setelah membaca pesan dari Edwin.
Ting... Saat ini berganti bunyi gawai milik Indra yang memberitahukan bahwa handphone bergetar itu bertanda bahwa ada sesuatu.
Indra meraih gawainya, dahinya mengerut sesaat membaca pesan dari Erik.
"Hahahah... Kenapa pula Erik yang di kirimin ini duluan! Kau anggap aku apa?? Kejar Win, langsung lamar kek. Beli cincin di sana, jangan sia - siain Win. Nyesel nangis guling - guling loh!"
__ADS_1
Tut..
Tombol pesan suara Indra terkirim sempurna pada Edwin.
Ting...
"Bangsat! Erik mah!"
Edwin mendegus kesal dan malu karena Erik memang ember bocor parah pokoknya, niat kirim pesan pribadi malah di teruskan ke Indra.
"Matiin ajalah, gak guna juga punya temen ember tumpah begitu. Kaleng rombeng banget!"
...****************...
"Gas, aku otewe ke Surabaya! Titip anak - anak ya!"
" Urus sendirilah! Masa aku! Mau ngapain kamu ke Surabaya?" Agastya sedikit ketus, ia sengaja mengetes Edwin bagaimana meresponnya karena tak ingin Edwin minder sebelum nyamper.
"Ahh Fatimahhhh!!!! Ya mau nyusul lah!!! Pliss rahasian ini dari anak - anak terutama mulut ember kaleng tumpah itu. Tadi niat aku pamit sama dia malah di terusin ke Indra!"
"Iya - iyaa... Hati - hati ya Sobri.. Berdoa sebelum berangkat. Ntar sore aku udah boleh balik kok, jadi mau ngadain pengajian di rumah buat syukuran aja. Nanti aku kirim doa juga buat Reni dari rumah!"
Edwin hanya mencebikan bibirnya mendengar alasan Agastya mengadakan syukuran itu.
" Bergaya banget kau ini! Muntah hamil aja syukuran! Lebay."
__ADS_1