
"Buk??? Bukk?? Ibu tidak apa?? Reni memanggil berkali - kali,memastikan wanita tua disampingnya baik - baik saja.
"Ohh... iya nduk.. ibu tak apa.. Hanya sedikit lelah. Alibi Bu Salamah menyembunyikan pikirannya pada gadis itu.
"Kita jalan lagi ya bu.. Biar cepat sampai, karena ibu harus istirahat nantinya, ujarnya tersenyum.
Mobil merah Reni yang kecil membelah jalanan gang kampung, tidak terlalu lebar dan sempit juga. Reni cukup lihai menyetir, dulu pernah mengajari Aruni tapi sahanatnya brlum terlalu mahir dijalan raya. Beruntung Mas Firman mengirim mobil untuk transportasi adeknya, jikalau tidak mungkin Reni akan kesulitan bekerja jika pulang malam saat ada job di luar kota.
"Depan gang itu belok kiri ya nduk. Rumah ibu paling depan sendiri. Pinta bu Mah.
"Nggih bu. Reni menyetir pelan karena takut terlewat.
Yang rumah gerbang biru itu bukan buk??
"Iya nduk. benar...
Mereka sampai di rumah bu Salamah. Tiba - tiba banyak anak kecil berlarian mendekat menyalami ibu tua itu. Reni mendadak bingung karena takut ibu itu terjatuh lagi.
"Dek.. pelan - pelan dongg... kasian ibunya gak bisa jalan!! Sewotnya.
Seketika anak - anak itu memandang Reni heran dan beralih menatap bu Mah.
"Ndak apa nduk. Ohh iya, panggilkan mas mu nak.. Ibu tadi kena musibah di pasar jatuh dari becak. timpal bu Mah.
Kringggg... kringggg
Kringggg... suara telfon genggam milik Reni bersuara, terlihat nama Aruni tertera dilayar hape nya.
"Buk sebentar ya, saya angkat telfon saudara saya dulu. Tidak apa kan bu??
"Silahkan nduk.. Monggo !! jawab bu Mah
"Halooo... Assalamuallaikum Ren. Kamu dimanaa??
"Aku lagi anter ibu - ibu pulang. Tadi aku kesrempet becak dipasar.
"Apaaa??? Ya Allah... Kok bisa sihh??? Truss teruss kamu apanya yang sakit??? tanya Aruni memastikan.
"Gak ada, gausah bawel.. Aku lagi anter korban pulang nihh... Kenapa telfon?? Mau pamer kissmark sama aku???
"Gak lah!!!! Aku cuma mau ngasih tau kalau besok foto prewed nya di tempat neneknya mas Agastya. Kita semua foto disana. Kamu dan ibu udah aku pilihin kebayanya. Besok tinggal berangkat bareng aja yaa..
"Jam berapa?? padahal aku mau ajak ibu cari kain batik buat kembaran besok acara siraman kamu. Pungkas Reni pada sahabatnya.
"Aku sambung nanti lagi ya... Mas Agastya sudah pulang nihhh... Byee... Askum!!! Aruni memutuskan telfonnya sepihak.
"Halooo... Halooo???
tut... tuttt... Reni lalu memasukan telfon genggamnya ke dalam tas nya.
"Bu kenapa banyak anak kecil??? Ramai sekali yaa..
"itu anak asuh ibu nduk.. Ada yang warga sini, ada yang sudah tidak punya orang tua. Yaaa pokoknya banyak lah.. Timpal bu Mah..
"Hebat ibu ternyata puji Reni.
Sementara didalam rumah, seorang anak laki - laki berlari memanggil kakak laki - lakinya.
"Mass...masss... Ibu sudah pulang mas... . Ibu jatuh dipasar mas... I- ituu ibu masih diluar mas... ucapnya sambil ngos - ngosan.
__ADS_1
"Apaaa??? Astagfirullah.... Suara laki - laki dewasa terdengar panik
Drappp...
drapp
drapp...
Langkah kaki kecil terdengar mendekat ketika Reni menuntun ibu Mah berjalan masuk.
Deg...
Tatapan kedua matanya Reni terkunci pada sosok lelaki yang menghampiri ibu itu.
"Ibu tak apa?? Ibu baik - baik saja?? Ada yang terluka kah?? Suara berat lelaki dewasa. terdengar di telinga Reni..
"Alhamdulillah.. Allah masih sayang sama ibu. Ini kecelakaan kecil le.. Beruntung ibu ditolong mbak cantik ini. Jika tidak ibu tidak bisa pulang tadi dari pasar. Bu Salamah melirik Reni sambil tersenyum.
"Mbak... Edwin menganggukan kepalanya sebagai hormat seorang lelaki menghargai perempuan.
"Bukankah ini laki - laki yang kritis sekali omongannya di kedai itu... Hanya karena aku menyeruput es dia komplain padaku!!! Seolah suaraku sangat berisik. Ahhh iyaa... dia yang mengimami sholat dzuhur di sana.. Suaranya indah sekali.. Namun sayang.. Muka dan Hatinya Persis Tem...Bok!!! Judes.. Rata, dan tidak ada senyum.. batin Reni.
"Kenalkan lee.. Ini namanya Mbak Reni, dia yang menolong ibu tadi jatuh dari becak.. Mbak Reni ini tadi juga kesrempet becak. Beruntung sekali ibu bisa bertemu gadis baik sepertinya pujian bu Salamah yang membuat dada Reni bertalu - talu di hadapan laki - laki yang berhasil membuatnya salah tingkah.
"Saya Edwin mbak, putra ibu Mah. ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"Reni mas. Ucapan Reni sedikit lirih dan maniss...
"Ohhh... Jadi muka tembok ini putra ibu Mah... Aku ngefansss mas sama suaramu.. Tapi kalau kamu tau ya gak ada gunanya juga.. Tunggu... tungguu.. dia tidak ada niat memandangku lebih???? Dari sekian cowokk mata jelalatan hanya dia yang menunduk di depanku!!! Astagaa!!! Jalan aja bergelombang masak ekspresimu datar sih... Apa aku kurang menarik baginya??? Batin Reni
"Mari silahkan masuk mbak.. Kata lelaki muda itu mendahului jalannya.
Reni duduk di sofa berwarna coklat. Ia mengedarkan pandangannya pada dinding di rumah itu. Ada beberapa foto Edwin dengan baju dinas, dan keluarga serta banyak anak - anak kecil.
"terima kasih ibu.. malah repot - repot, padahal saya hanya mampir sebentar buk..
"Lama juga ndak papa nduk.. Ibu malah senang.. Bu Mah tersenyum pada Reni.
"Ehh???? Reni sontak sedikit kaget.
Hening...
Edwin mengingat - ingat wajah Reni yang tidak asing baginya. Namun sulit diingat karena lupa.
"Aku rasa aku pernah bertemu dengan perempuan ini!!! tapi dimana ya?? Kayaknya memang familiar! Edwin menggigit bibir bawahnya sambil mengingat - ingat dengan pasti... Ahhh iyaaa! Dia perempuan yang menyeruput es dengan berisik dan menjijikan di kedai tempo hari. Tapi kenapa hari ini berbeda sekali. Tak nampak seperti singa tempo hari.. Dia berbeda hari ini.. lebihhh... Lebih Lem...But!!! batin Edwin.
"Buk.. terima kasih atas jamuannya. Saya pamit pulang dulu ya, sudah di tunggu ibu saya dirumah. Reni memelankan suaranya karena merasa canggung saat di tatap menelisik oleh lelaki di depannya dengan intens padanya.
"Kenapa buru - buru mbak?? Ibu baru saja mau bikinkan seblak untuk mbak.. kata bu Mah.
"Ohh tidak perlu bu.. Beristirahatlah.. Ibu pasti lelah karena kejadian tadi. timpal Reni.
"Win... Antar mbak Reni keluar ya.. Ibu mau mandi dulu. Jangan lupa ucapkan terima kasih karena sudah bantu ibu le.. Bu Mah menatap anaknya setengah mendelik.
"Bu saya pamit ya, selamat beristirahat. ucap Reni.
Setelah mencium tangan bu Mah. Reni segera keluar dengan langkah sedikit dipercepat.. Guna menetralkan detak jantungnya.
"Mbak!!!! Edwin memanggilnya..
__ADS_1
Degggg.... Mata Reni mendelik. Ia mengehentikan langkahnya menoleh sebentar.
"Maafkan ucapan saya tempo hari ya, mungkin sedikit menyinggung mbak. Terima kasih sudah membantu dan mau mengantar ibu saya pulang kerumah. Mungkin.... Mungg..kin ada nomor rekening biar saya kirim uang, tadi mbak membantu membelikan obat untuk ibu saya. Ucapannya membuat mata Reni melotot pada Edwin.
Edwin menyadari arti tatapan itu. Seolah ia merasa bersalah dengan perkataan tadi, akan tetapi dihatinya takut dikira tidak tau diri karena sudah dibantu.
"Apa tadi katanya??? Sedikit menyinggung??? Apalagi ini??? Mau mengganti uangku??? Ternyata lelaki ini sama aja!!! Nyesel aku!!! Batin Reni.
Reni berbalik arah dan menghiraukan ucapan Edwin tadi. Segera ia nyalakan mobil dan pergi dari rumah itu. Tanpa membunyikan klakson langsung saja ia raih telfon genggam dan membuka aplikasi warna hijau, nama Aruni tertera dipanggilan video. Disaat galau Reni lebih nyaman menelpon sahabatnya itu.
Tutttt... tutttt... Nada sambung telfon terdengar di meja makan.. Aruni bergegas mencuci piring karena makananya sudah habis. Ia menggeser tombol di layar telfonnya.
"Halooo... cantikuuuu Reniiii Arseniooo Arzenitaaaa Arsumiii Suponoooo!!!! goda Aruni... Ada apakah gerangan tuan puteri mencari hamba????
"Sembarangan!!! Nama siapa ituu???Jelek amat!!! Kamu dimana??
"Dirumah lahhh!!! Dimana lagii??? Kenapa telfon??? Ada apa? Are you okay BFF?? Lagi galau yaa!!! Tanya Aruni melihat mata Reni sedikit sembab.
"Tau kan!!!! kode Reni lirih. Aku sebel banget tadi!!! Masa ibu - ibu yang aku tolong itu anaknya itu lelaki tempo hari yang ngeselin!!!! Ahhhhhhhhhhhh !!! protesnya pada sang sahabat...
"Siapa??? Lelaki yang mana??? orang laki - lakimu hanya Daniel Kudanil kann!!! ledek Aruni.
" Siapa dekk?? Heboh amat? Agastya berkata pada istrinya.
"Reni mas,, lagi galau dia... Maaf ya mas aku angakt telfon dia.. Oiyaa Tadi dia kesrempet becak dipasar. trus nganterin ibu yang jatuh itu pulang... Eh kata dia anaknya ngeselin!!! tapi aku juga gatau ceritanyya.. ini aku baru mau tanya dia komplitnya gimana.. timpal Aruni.
"Bakso kali ahh komplitt ledek Agastya.
Ucapan itu didengar bu Hakim dari dapur. Bu Hakim mendekat karena khawatir juga. Bagaimanapun Reni adalah sahabat baik menantunya yang sudah dianggap seperti anak sendiri.
"Mana hape nya... Agastya melongok pada layah hp.. Terlihat wajah Reni makin kesal melihat Agastya terkekeh. Apes!! bukan malah makin plongg malah sial..
"Apa liat - liat!!! Kepo banget sih!!! Reni ketus sekali.
"Kamu ini kenapa??? Apa perlu aku bilang Firman kalau kamu kesrempet Becak... ahahhahaha... Lagian jatuh kok gak berkelas.. Jatuh tu sekalian di lubang buaya gituu.. ini kesrempet becak!!! Ledek Agastya tertawa..
hape itu direbut bu hakim.
"Ndukk kamu ndak apa - apa??? Dimana kamu sekarang??? Pulang kesini aja ya!!! bude khawatir loh.. Ungkap Bu hakim padanya.
"udah mau pulang rumah bude.. takut ibu nyariin.. Lagian besok kan ketemu pas foto..
Karena Reni mau ada projek di jogja.. Jadi ya besok puas - puasin ketemu aku.. Timpal Reni PD.
"Yaudah hati - hati nyetirnya.. Gausah buru - buru.. kasian jeng Ratmi kalau kamu pulang telat.
"Ya Bude... budee... hapenya mintta tolong kasihkan Aruni lagi yaa..
"Iyaaa... ini udah di aku.. Kenapa tu muka?? Kusut amat!!! Kaya duit receh lecek!!
"AKU KESEL BANGET SAMA YANG NAMANYA EDWIN!!!!!!! AAAAAARRRGGHHHHH......
NYESEL AKU SUKA SAMA DIA!!!! Reni berteriak di mobil..
Aruni sedikit menjauhkan Hapenya dari pandangannya.. Segera ia masuk kamar, jika seperti ini berarti Reni sedang tidak baik - baik saja.
Agastya mengeryitkan dahi mendengar nama Edwin. Tapi ya tak jadi ambil pusing karena nama itu bukan hanya nama temannya di kantor.
bersambung..
__ADS_1
happy reading kakk... semoga sukaaa...
silahkan dinantikan kejutan lainnya..