Aurora Marriage

Aurora Marriage
Like A Son Like a Father


__ADS_3

David bahagia bisa di terima ayah kandungnya, sebab David sekarang hanya hidup seorang diri setelah Ayah tirinya dan Ibunya mengalami kecelakaan tunggal setelah menghadiri pernikahan kolega ayah tiri David.


"Ayah sekarang memanggil nama kamu apa? tadi di data pasien nama kamu David Morales...Ayah sampai speechless Perubahan kamu sangat jauh berbeda." Radi menyeka air matanya setelah David mengetahui nama yang diberikannya sejak lahir.


"Aku lebih suka ayah memanggil nama Yusuf....Aku ingin kembali menata hidup yang sudah hancur sejak perceraian ayah dan Mommy."


"Ayah tidak akan menghakimi perbuatan buruk kamu di masa lalu...Manusia tempat berbuat kesalahan.. kamu bisa mengambil hikmah setelah kejadian ini." Radi tahu kehidupan David pasti banyak dipengaruhi oleh Charlotte.


"Aku bahagia menjadi seorang ayah....anak yang selama ini tidak aku ketahui tumbuh dan besar bersama ibunya....aku merasa berdosa ayah." David mengusap wajahnya yang lelah menunggu operasi Arsya.


"Nak...kamu masih banyak punya waktu... Arsya pasti bangga memiliki ayah seperti kamu....semua yang ada di dalam diri kamu turun kepada Arsya...Ayah akan memantau perkembangan cucu Ayah...dia seperti kamu memiliki elegi yang sama." Radi memperlihat hasil laboratorium Arsya untuk makan pasca operasi.


"Tentu ayah...dia sangat mirip dengan aku...dari rambut ikalnya, kulit dan hidungnya sama persis seperti aku....Terima kasih ayah membantu perkembangan pasca operasi Arsya."


"Apa kamu sudah meminta maaf kepada ibu dari anak Kamu....Dia pasti tersakiti dengan perbuatan di masa lalu...tebus kesalahan kamu." Ucap Radi memberi semangat untuk anaknya.


"Aku sudah berulang kali meminta maaf...sampai sekarang dia belum bisa melupakan perbuatan aku....Dia sudah berbahagia dengan pilihannya." Sepertinya Radi tidak mengetahui jika Celine sudah menjadi tunangan Andi Martalova.

__ADS_1


"Maksud kamu?" Kedua alis Radi bertaut mendengar ucapan David.


"Aku terlambat untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan aku...Celine sudah bertunangan dengan pria pilihannya...Aku fokus sekarang membahagiakan Arsya."


"Ya sudah....Pilihan yang tepat Nak....tebus kesalahan kamu....Ayah akan membantu pemulihan pasca operasi Arsya."


David kembali ke ruangan perawatan Arsya setelah berbicara tempat mata dengan dokter senior sekaligus ayah kandungnya. Masuk ke ruangan ini tampak hening, Arsya terlihat tidur pulas di tempat tidur.


"Mas beli kopi dulu...kamu bicara dengan bapak David tentang Arsya." Andi beranjak berdiri untuk memberi waktu keduanya membahas tentang Arsya.


"Celine....aku....aku minta maaf atas perbuatan bejat aku delapan tahun lalu....aku akan meminta maaf sepanjang hidup ku jika itu mau kamu." Suara David tercekat menahan tangis atas kesalahannya. "Aku mohon jangan halangi lagi aku bertemu Arsya....aku tidak pantas menyebut sebagai ayahnya...Namun aku ingin merasakan peran ayah yang sesungguhnya...aku mohon Celine jangan hancurkan perasaan ini." Air mata David mengalir ke pipinya, kesalahannya terlampau banyak kepada wanita yang telah berjuang melahirkan darah dagingnya.


David terkejut atas fakta yang diucapkan Celine, wanita itu sangat rapuh menceritakan kondisi yang harus menerima hukum sosial, hamil duluan tanpa pendamping.


"Celine aku akan meminta maaf kepada orang tua kamu jika perlu....aku siap menerima akibat apapun asalkan kamu memaafkan aku."


"Satu permintaan aku....jangan sia-siakan kepercayaan aku atas Arsya....dia berhak mengetahui ayah biologisnya... tentang keluarga aku kamu tidak perlu ikut campur....kita harus ada batasan hubungan...aku hanya ibu dari anak kamu tidak lebih.... kehidupan pribadi kita jadi urusan masing-masing." Kalimat yang keluar dari bibir Celine seperti air hujan yang turun ketika musim kemarau.

__ADS_1


"Terima kasih Celine...aku berdoa semoga kamu bahagia dengan Mas Andi." Senyuman David terbit setelah penerimaan Celine sebagai ayah biologis Arsya.


"Celine....Mas pulang dulu ya...pelangi cuma sendirian di rumah....aku jadi khawatir." Andi masuk membawa tiga gelas kopi, tadi Pelangi memberitahu jika dia sendirian di rumah.


"Aku ikut saja...David ingin menjaga Arsya....aku ga bisa berduaan dengan dia." Celine membereskan perlengkapan Arsya untuk do bawa pulang.


"Ya udah...jika Bapak David mau seperti itu...ayo kita pulang."


David senang bukan main, Celine menepati janjinya, David mengucapkan syukur Tuhan mengabulkan doanya agar hati Celine terbuka menerimanya.


"Saya pulang dulu bapak David... semoga Arsya bahagia bisa bersama ayahnya." Andi dan Celine berlalu meninggalkan David yang duduk di depan tempat tidur Arsya.


David mengambil Al-Qur'an yang terletak di nakas di samping tempat tidur Arsya, sebelumnya dia sudah mengambil wudhu menunggu waktu isya, David membaca surat pendek untuk menenangkan jiwa raganya.


"Papa minum." Arsya terbangun karena mendengar lantunan ayat Alquran yang dibacakan David.


"Haus nak?....Papa mengganggu kamu?" David meletakkan Al-Qur'an lalu memberikan air putih ke mulut Arsya.

__ADS_1


"Aku cuma mau dengar Papa ngaji...aku udah bisa hafalan surat pendek." Senyum Arsya merekah setelah David dengan semangat menyetujui permintaannya.


__ADS_2