Aurora Marriage

Aurora Marriage
Devaju


__ADS_3

Aurora POV


aku masuk restoran dipilih Abang Gaza untuk makan siang kami, Meja reservasi kami berada didekat jendela, Abang Gaza selalu tahu aku menyukai pemandangan kota.


Aku menyadari sejak masuk restoran ini, laki-laki yang duduk diseberang ku selalu memperhatikanku, Aku tidak berani melihat laki-laki itu.


"Hallo Didit...sudah lama kita tidak bertemu honey" suara familiar sering ku dengar dulu, aku mengangkat kepala melihat laki-laki yang menyapa namaku.


David Morales Laki-laki seumuran denganku, Aku ingat cuma dia yang memanggil namaku Didit. Sejak pertama kami bertemu di acara perkumpulan mahasiswa Indonesia dia mengajakku untuk jadi pacarnya. Aku risih perilaku David pertama kali bertemu dia sudah menatap m*sum ke arah tubuhku.


Aku menceritakan kepada Atena tentang seorang David Morales Laki-laki blasteran Jerman, Aku takut ia akan berbuat nekat melakukan tindakan asusi**. Aku mencari info tentang David ternyata dia player, setiap malam ia akan melakukan one stand night bersama perempuan sewaannya.


Setelah pertemuan itu aku selalu pergi bersama bodyguard sewaan Om Gege, Keluarga Om Gege berpengaruh di Amerika, kemana pun aku pergi selalu ditemani dua bodyguard. Keluarga ku tahu jika David terobsesi dengan ku, Ayah memantau ku setiap saat, GPS handphoneku bisa diretas ayah sehingga mengetahui posisiku dimanapun.


"Rara siapa pemuda tadi" Abang Gaza menarik ku keluar setelah menendang aset masa depan David.


"Abang aku butuh es krim...nanti aku cerita siapa dia" aku memutuskan membeli es krim kesukaanku untuk meredakan emosiku.


Abang Gaza membeli dua cup gelato bukan es krim keinginanku, tapi aku tetap menerima pemberian suamiku, Aku melihat wajah Abang Gaza menahan emosi ketika David menggodaku, tanpa peduli orang sekitar aku langsung menyiku bagian ulu hatinya, David jatuh tersungkur mengeluarkan darah segar, aku muak mendengar ucapan bahwa aku wanita simpanan pria kaya, Emosiku langsung memuncak dia berucap selera pilihanku rendah, Dia tidak tahu kisahku dengan Abang Gaza penuh kenangan dua belas tahun lalu.


"Gimana perasaan kamu sekarang" Aku menikmati gelato bertabur almond, gelato meleleh di mulutku, Abang Gaza memperhatikan aku menikmati makanan ini.


"lega....sudah lama aku ingin memukul si David...Aku terkejut dia berada di Indonesia" Aku memperbaiki posisi dudukku di mobil Abang Gaza.

__ADS_1


"Dia terobsesi sejak pertama bertemu.....aku ketakutan melihat matanya seperti....." Ucapan ku terhenti teringat Abang Gaza menyeret ku ke kamarnya.


"Maaf... mata dia seperti Abang Gaza ketika menyeret ku ke kamar di malam itu....David pernah menyakiti temanku....dia memperk*** temanku hingga hamil.....dia tidak mengakui jika itu anaknya...Dia mencoba mendekatiku melalui Celin merayu mendapatkan nomor handphone ku.... Celin tidak mau memberikannya kepada David karena keinginannya tidak terpenuhi David langsung memperk*** dengan biada*" Teman ku Celin jadi korban David, David memaksa meminta Celin memberikan nomor handphone ku.


Abang Gaza menarik ku ke pelukannya, Ia bergumam kata "maaf" aku membalas pelukan suamiku, kami diam selama sepuluh menit, aku salah telah mengungkit kembali kesalahannya sepuluh tahun lalu.


"Abang ayo pulang...besok ada pertemuan investor Jepang dan Rusia....aku takut Abang lelah seharian diluar rumah" Abang Gaza melepas pelukanku.


Aku memilih tidur di apartemen bersama Abang Gaza, Setelah melepaskan pelukan tadi Abang Gaza banyak diam, Ia hanya mengengam erat tanganku.


Author POV


Pertemuan Prabu dengan David menguncang batin setelah mendengar cerita Aurora, Istrinya menceritakan kelakukan bernama David sama seperti kelakuan sepuluh tahun lalu.


Sepanjang perjalanan menuju Apartemen Aurora, Prabu diam pikiran berkelana sepuluh tahun lalu. Aurora pergi ke minimarket membeli sesuatu.


Aurora mencari keberadaan suaminya, ia melihat sandal dan topi berceceran di lantai, Terdengar suara Prabu dikamar Aurora masuk melihat suami ketakutan.


"Abang Gaza kenapa"Aurora mencoba mendekati Prabu bersandar di dinding kamarnya.


"jangan kesini....pergi..."Prabu berteriak ketakutan, Aurora tersentak mendengar teriakan suaminya.


selama sebulan ini, Prabu sudah dua kali berteriak dihadapannya, Aurora memejamkan matanya mengatur deru nafas. Prabu menggelengkan kepala, wajah seperti mayat hidup.

__ADS_1


Aurora berjalan menuju Prabu memeluk pria yang dicintainya sepenuh hati, Prabu berusaha melepaskan pelukan Aurora.


"Kamu jangan kesini....aku sudah memperk***Rara...Dia meninggalkan ku.....Dia akan pergi menjauhi ku...tolong jangan laporkan aku ke polisi.....Anak aku masih kecil" bulir keringat memenuhi dahi, ketakutan terlihat nyata dimata Prabu.


"Abang Gaza dengar aku....Abang tidak pernah berbuat hina....aku baik-baik saja...tolong jangan begini sayang.....Tidak ada yang melaporkan Abang ke polisi....kita tadi habis makan bersama" Aurora mengeratkan pelukannya, air mata Aurora mengalir deras.


Aurora pernah bertanya kepada dokter Lusiana apa yang terjadi pada suaminya sepuluh tahun lalu, Prabu mengalami Anxiety Disorder yaitu serangan panik akibat gangguan, ini dapat muncul kapan saja dan terjadi secara tiba-tiba atau berulang. Ketika gejala panik muncul, penderita gangguan panik biasanya dapat merasakan sejumlah gejala lain, seperti berdebar-debar, berkeringat dingin, pusing, sesak napas, serta tubuh gemetar dan terasa lemas.


"Abang mohon percaya kata-kata aku... Abang istighfar.." Suara Aurora bergetar menyakinkan Prabu jika semua tidak benar. Prabu memegang erat baju Aurora, Tubuhnya gemetar hebat.


" Astaghfirullah Rara....jangan nangis sayang" Prabu tersadar suara tangisan Aurora, Ia berusaha mengatur nafasnya, Ia menatap mata istri mencari kebenaran.


"Abang jangan begini aku takut dengar teriakan suara Abang" Aurora meremas baju kaus Prabu terasa lembab karena keringat.


Prabu beristigfar mengatur degup irama jantungnya, dilepaskannya pelukan istrinya, Prabu memegang pipi Aurora yang penuh air mata "Abang minta maaf Rara....kamu ketakutan mendengar teriakkan Abang" Dihapusnya air mata Aurora dengan tangannya.


Aurora kembali memeluk Prabu membenamkan kepalanya di dada suaminya, Terdengar degup jantung Prabu berdetak cepat.


"Rara Abang punya Anxiety Disorder....Abang baru tahu ketika Abang dirawat di rumah sakit jiwa sepuluh tahun lalu....kepergian kamu ketakutan Abang selama ini...Wida tidak tahu Abang memiliki Anxiety Disorder, menikah dengan dia selama tujuh tahun Abang baik-baik saja....Wida meninggal dunia Abang tidak merasa takut kehilangannya...Karena Abang tahu perjuangan dia melewati masa koma..... Mendengar cerita kamu tadi seolah Abang memang melakukannya hal buruk kepada kamu sepuluh tahun lalu" Prabu menceritakan penyakit kejiwaan yang di deritanya selama ini, Aurora adalah pusat dunianya.


"Abang Gaza maafkan aku setelah menceritakan kenangan pahit untuk kita berdua....Aku tidak tahu jika Anxiety Disorder Abang kambuh lagi"


Aurora melepaskan pelukan suaminya, dilihatnya mata Prabu sedikit bercahaya, rambutnya basah karena keringat. Aurora membungkam mulut suami menenangkan jiwa kekasih hatinya.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


terima kasih kepada pembaca setia Aurora Marriage setia menunggu aku up terbaru..... ikutin kelanjutan cerita ini ya😁😁😁


__ADS_2