
Kandungan Aurora memasuki usia lima bulan, perutnya sudah terlihat membuncit karena hamil bayi kembar. Prabu dan Aurora belum memeriksakan jenis kelamin bayi yang di kandung Aurora karena kesibukan Prabu bekerja di Sara Group.
Seminggu ini mood Aurora sering naik turun, Jika moodnya sedang buruk, Prabu tidak bisa berangkat bekerja karena menemani Aurora seharian. Sekarang Prabu merasakan mood istrinya yang down karena menonton film India Kabhi Khushi Kabhie Gham.
"Abang Gaza temani aku nonton film India judulnya Kabhi Khushi Kabhie Gham...udah lama ga nonton ini." Aurora menarik Prabu duduk di sofa kamar mereka.
"Tunggu sebentar ya sayang...Abang kirim email dulu....habis ini Abang temani seharian penuh." Prabu harus mengirim list perusahan yang masuk mitra Sara Group untuk tahun ini kepada asistennya.
Aurora mengangguk sambil menunggu Film segera tayang di televisi, bibirnya tidak berhenti menggunyah stik keju yang dibuatnya kemaren. Setelah mengantar Embun dan Arumi sekolah, Prabu mendapatan telepon dari Aurora. Istrinya tidak ingin di tinggal sendirian karena Mama Diana pergi bersama Papa Danu acara temu ramah teman semasa kuliah mereka.
"Venus dan Jupiter hari ini kalian apa kabar? Gimana di dalam perut Buna?" Prabu menghampiri istrinya sambil menanyakan kabar bayi yang di kandung Aurora.
"Kami disini lagi berdiskusi....siapa yang akan duluan keluar dari perut Buna....Venus atau Jupiter Papi." Ucap Aurora menirukan suara anak kecil.
"Kalian yang akur disana ya....kasian Buna kalau kalian sering main di dalam...Papi sayang kalian." Prabu mengecup perut buncit istrinya.
Aurora tersenyum tulus untuk Prabu yang rela meninggalkan pekerjaannya demi menemani dirinya di rumah sekarang ini.
"Rara katanya mau nonton film India....itu udah mulai." Prabu mengigat Aurora dengan keinginannya menonton film India.
Film India yang di tunggu Aurora sudah tantang. "Abang Gaza kalau jadi Rahul gimana? seandainya Papa mengusir dari rumah apa Abang lakukan?" Tanya Aurora mengomentari adegan Sharukh Khan di usir Amitabh Bachchan dari rumahnya.
"Dalam film ini tokoh Rahul hanya seorang anak angkat....Dia dipaksa memilih antara orang tua dan cintanya kepada gadis sederhana." Analisis perfilman mengamati setiap adegan. "Kalau Abang akan pilih seperti Rahul juga.... memilih perempuan tercintanya dan pergi dari rumah." Ucap Prabu yakin dengan pilihannya.
__ADS_1
"Tapi aku kasian dengan ibu angkat Rahul yang membesarkan anak angkat seperti anak kandungnya....Lihat Abang Gaza....ibunya sedih atas tindakan Ayah Rahul yang mengusir putra mereka demi perempuan pilihannya." Tunjuk Aurora melihat adegan film India itu.
Prabu bangkit dari posisi tidurannya, Ia perlu memberi pencerahan tentang moral yang diberikan cerita kehidupan ini lewat sebuah film.
"Rara....Abang baca artikel kajian Islam... seorang laki-laki dan perempuan jika sudah sanggup dan mapan membangun rumah tangga maka hukum nikahnya sunah.....Jika laki-laki dan perempuan yang tidak dapat menahan nafsu lahir batinnya maka hukumnya wajib.... seorang laki-laki melakukan tindakan yang tidak diridhoi perempuan dalam pernikahannya maka hukum nikahnya haram.... terakhir laki-laki dan perempuan belum sanggup dari segi apapun tapi mereka miliki keinginan menikah maka hukum makruh." Ada jeda dalam cerita Prabu. "Pesan moral dalam film ini....Rahul ingin membahagiakan Anjeli yang kemalangan di tinggal ayahnya meninggal dunia....Rahul memberanikan diri untuk menikahi Anjeli tanpa sepengetahuan keluarganya...akhirnya kedua memilih pergi tanpa restu dari sang ayah."
Aurora mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti penjelasan panjang lebar suaminya, dari film hingga pencerahan tentang hukum pernikahan.
"Jadi apa hubungan hukum nikah dengan Rahul dan Anjeli yang pergi tanpa restu." Ucap Aurora meminta penjelasan Prabu.
"Tokoh Rahul ini sudah mapan dan usia udah masuk untuk menikah....Jadi hukumnya menjadi sunah....Abang pikir film ini memberikan gambaran tentang penolakan seorang anak jalan perjodohan atau apapun tidak akan semudah yang di kira....di kehidupan nyata contohnya seperti Abang dan Widanara."
"Aku sekarang mengerti tidak semua yang dipaksakan akan berjalan sesuai kehendak....maka hukum nikahnya bisa menjadi haram gitu? jika salah satu dari mereka tidak ridho karena harus menerima perjodohan orang tua." Aurora menambahkan asumsi Prabu agar lebih akurat lewat diskusi tentang pesan moral sebuah film.
"Iya....Karena itu...Rahul dan Anjeli mengalah pergi dari rumah....Tanpa restu dari ayahnya....namun ada wasiat yang disampaikan nenek Rahul kepada adiknya agar menemui Rahul di Amerika agar dipersatukan kembali dengan ayahnya yang keras hati tidak menerima Anjeli yang berbeda kasta." Ucap Prabu panjang lebar, Film ini sudah hafal di luar kepalanya.
"Sama dengan kisah kita....kamu memilih Abang...Setia selama dua belas tahun untuk dipersunting seorang Prabu Gaza Kalandra." Percaya diri Prabu muncul setelah obat mujarab dari Aurora.
"Abang Gaza...aku pernah berjanji ketika kita di Bromo mengatakan jika suatu saat nanti aku akan memberikan yang tidak pernah Abang dapatkan yaitu kesetiaan dan keluarga."
"I love you Nyoya Prabu Gaza." bisik Prabu lirih. "Kamu itu seperti Anjeli....kesetiaan dan keluarga...lihat gimana sosok tokoh Anjeli setia dengan negaranya.... mendidik anaknya cinta tanah air.... memberikan keluarga hangat ketika Anjeli menemani Rahul setiap saat dalam suka dan duka." Prabu memakai teori perbandingan Aurora dan sosok Anjeli.
"Aku ga tahu Abang Gaza bisa sejenius ini....mengamati sebuah film dengan kisah kita....Aku susah menebak pesan moral yang diberikan sebuah film walaupun sudah beberapa kali aku menontonya." Aurora kembali fokus menonton film Kabhie Khushi Kabhie Gham yaitu adegan yang menegangkan pertemuan Rahul dengan Ayahnya.
__ADS_1
Prabu ikut terbawa tegang menonton film keluarga ini, Melihat bagaimana sosok Amitabh Bachchan sebagai seorang ayah mengungkapkan jati diri sang anak karena membuat kesalahan menikahi perempuan di bawah standar keluarganya.
"Akhirnya Anjeli di terima keluarga Rahul...berkat ketulusan Anjeli dan Rahul ayahnya luluh juga." Aurora bisa bernafas lega film yang ditontonnya tidak mengecewakan pemirsa pencinta film Bollywood itu.
Prabu tertawa melihat mood istri kembali cerah setelah menonton film itu selama tiga jam non stop. Aurora memintanya membuatkan susu hamil untuk diminumnya karena kelupaan dengan tayangan film keluarga itu.
Prabu dengan senang hati meluluskan permintaan Aurora, bagi Prabu lebih baik dirinya yang turun ke dapur membuat langsung asupan untuk Aurora dan kedua bayinya.
Dam....Prabu mengumpat melihat istrinya memakai sari India warna merah menyala, ternyata akal-akalan Aurora menyuruhnya membuat susu hamil.
"Abang Gaza aku udah cocok belum seperti Katrina Kaif....Lihat Sari ini.... pemberian Tante Nyala kemaren." Aurora tersadar mendengar derap langkah kaki Prabu yang masuk ke kamarnya.
Prabu melihat tampilan Aurora yang memukau, Istrinya tahu menghiburnya di tengah padatnya aktivitas yang dijalani beberapa bulan ini.
"Abang Gaza Dil Hai Tumhara." Aurora mengusap rahang tegas milik Prabu memberi kode mengikuti gerakan irama musik.
Prabu melepaskan ikatan simpul Sari India merah menyala milik Aurora, Istrinya selalu mengundang dengan teknik di luar jangkauan pemikirannya. Lihat punggung mulus milik Aurora, Prabu sudah mengarang apalagi yang tersembunyi di dalam lilitan kain Sari India ini.
Abang Gaza dan Rara mempraktekkan gerakkan Rahul dan Anjeli di dalam film Kuch Kuch Hota Hai di bawah shower kamar mandi.
Berbuka puasa dengan yang segar-segar Mas Prabu....
🌹🌹💨💨💨
__ADS_1
Terima kasih banyak untuk pemirsa tercinta.... Aku terharu membaca beberapa komentar pembaca....semoga terhibur....terima kasih juga Vote like dan komentar untuk memajukan kerajaan Aurora Marriage 😊
Jangan lupa di lihat dulu mana tahu ketagihan juga rasa jambu milik Lingga Barata yang di curi Sakura Arinda. Jodohku Pria Tua akan membagikan beberapa jambu segar untuk pembaca Aurora Marriage silahkan datang ke rumah Lingga ya....🤗