Aurora Marriage

Aurora Marriage
Saingan Prabu


__ADS_3

Seminggu Embun telah menyelesaikan ujian kenaikan kelas, Prabu dan Aurora diam-diam mengurus pindah sekolah direkomendasikan Mama Sarah.


Dua hari lalu Keluarga Aurora ikut mengantarkan keberangkatan Raditya bersama Tim Kopassus ke Nepal, Raditya akan mendaki gunung Everest sudah direncanakan sebelum pengangkatannya sebagai Danjen Kopassus.


Embun dan Arumi menginap dirumah Raditya disana banyak teman seumuran mereka, Mama Sarah akan berangkat ke Belanda bersama keluarga Om Geraldy.


"Nena aku belum pernah ke Belanda.....paling jauh baru ke Singapura jalan-jalan akhir tahun lalu" Embun datang ke kamar Sarah melihat persiapan keberangkatan ke Belanda.


"Mbak Embun senang Nena ajak jalan-jalan" Sarah bahagia bisa mengajak kedua anak Prabu pergi bersamanya.


"Senang....Pepo Memo kalau pergi ke luar negeri aku ga mau ikut....takut dijual nanti....ga akan ketemu Papi lagi" Raut wajah Embun berubah sedih menceritakan perlakuan keluarga Wida.


"Mbak Embun janji apapun terjadi nantinya.... ceritakan kepada Papi dan Buna ya nak" Sarah memeluk Embun, Ia sedih mendengar cerita Embun.


Sarah akan berada dua Minggu di Belanda, Ayah Sarah kebangsaan Belanda, ibunya berdarah Manado Jawa. Selama pergi Aurora dan Prabu akan tetap di Jakarta mengetahui reaksi keluarga Antonius kepindahan Embun.


Semua perlengkapan sudah dipacking jaket tebal, obat-obatan dan kebutuhan saat udara dingin, Sarah berangkat mengunakan jet pribadi keluarga Nataprawira.


"Mama hati-hati dijalan....semoga perjalanannya dilindungi Allah...Titip Embun dan Arumi" Aurora memeluk ibunya ketika akan berangkat.


"Terimakasih doanya Ra...Mama pasti jagain cucu Mama ini.....kamu fokus langkah selanjutnya....jangan lupa ingat Allah bersama kita" Sarah tahu anaknya berat melepas kepergiannya.


"Prabu Mama titip Aurora.....Kamu pasti bisa mendapatkan hak asuh Embun kembali.....setiap langkah semoga Allah menjaga kalian berdua" Mama Sarah berpesan agar menantunya siap menghadapi tentangan kedepannya.


Embun dan Arumi memeluk kedua orang tuanya, mereka berdua akan terpisah selama dua Minggu, Arumi baru pertama kali pergi luar negeri, Ia gembira pergi bersama Nena.


Orang tua Prabu mendukung Embun pindah sekolah, Mereka terkejut mendengar cerita Prabu kalau Embun tersiksa tinggal di rumah Keluarga Wida.


"Abang Gaza ga papa jika aku memasang penyadap diruangan Abang"

__ADS_1


"Jika itu terbaik....ga papa sayang....Abang beruntung punya istri ahli teknologi" Prabu mengusap rambut Aurora.


Tim IT dari luar berkerja sama memasang alat penyadap di ruangan Prabu, Aurora tak ingin karyawan Kalandra tahu ada alat penyadap, Mereka memasang pada Sabtu dini hari.


Tujuan pemasangan alat penyadap agar mengetahui keluarga Wida jika berkunjung ke Kalandra Tecno, di ruangan Prabu juga terdapat kamera tersembunyi di pasang Aurora setiap sudut.


Prabu dan Aurora menikmati waktu berdua mereka tanpa Arumi dan Embun, Prabu membawa Aurora ke taman rumah Raditya. Prabu melihat penjual kembang gula kesukaan Aurora.


"Rara Abang keluar sebentar kamu tunggu disini ya" Prabu keluar dari mobilnya berlari membeli kembang gula.


Prabu membeli satu kembang gula ukuran besar, istrinya akan senang bila mendapat hadiah seperti ini, Prabu tidak lupa kebiasaan istrinya.


"Ra ini untuk kamu" Prabu masuk memberikan kembang gula yang dibelinya tadi.


"Abang masih ingat kesukaan aku....terima kasih Abang Gaza" Aurora langsung mencium pipi suaminya.


Suara alunan musik di mobil Prabu menambah keromantisan keduanya, tidak harus candle light dinner mahal, Kembang gula kesukaan sudah membuat hati Aurora berbunga-bunga. Prabu tersenyum melihat istri semangat memakan kembang gula darinya. Mereka berdua saling menyuapi satu sama lain.


Hari semakin siang Prabu mengajak Aurora untuk makan makanan keinginannya di Plaza Indonesia, Kedua memakai baju santai dilengkapi dengan sandal jepit, rambut Aurora di kepang kuda terlihat lebih muda, Aurora meminta tolong mengepang rambutnya kepada Prabu seperti dulu dilakukannya.


Prabu memilih restoran mewah memanjakan perutnya, Prabu sengaja memakai topi dan masker menutupi identitasnya.


Keduanya makan Suki Yaki makanan kesukaan Prabu, Aurora akan belajar memuat makanan ini dirumah.


"Hallo Ditdit sudah lama kita tidak bertemu" Seorang laki-laki muda menghampiri meja mereka.


"Maaf anda siapa? Nama saya Reditha bukan Didit" Aurora mendongak melihat Pria putih tinggi dihadapannya ini.


"Basi....Ditdit kamu lupa ya....aku David.....sudah lama tidak ketemu honey" David tidak menyadari wajah Prabu mengeras mendengar panggilan kepada istrinya.

__ADS_1


"Maaf David siapa.....kita tidak pernah ketemu....saya tidak pernah punya hubungan dengan kamu"


David pemuda blasteran Jerman satu perguruan tinggi dengan Aurora, David bertemu Aurora acara perkumpulan mahasiswa Indonesia di Amerika. Dia jatuh hati pada perempuan dingin ini. Selama empat tahun David mengejar Aurora untuk jadi pacarnya namun gagal karena Atena dan Ethan melindungi Aurora.


David tidak menyangka bertemu Aurora, Tadi ia bertemu klien perusahaan di restoran, matanya tidak lepas dari wanita yang duduk disudut jendela, Ketika Aurora mengangkat kepalanya David langsung berjalan menuju meja Aurora.


"aku duduk disini ya....Didit kamu lupa ya kita bertemu di perkumpulan mahasiswa Indonesia di Amerika.....Apa aku masih ada kesempatan memiliki kamu Didit" David menggoda Aurora terlihat cantik tanpa make up.


"Tuan David Morales saya tegaskan nama saya Reditha....Saya tidak pernah mengenal kamu....saya sudah bersuami....kamu silahkan pergi hadapan saya" Aurora berucap dingin kepada David, Ia takut Prabu cemburu melihat David duduk disampingnya.


"Ah.....tidak mungkin Didit aku selalu mengikuti media sosial milik Atena tidak ada pernikahan di keluarga kamu....oh....tunggu" David memandang pria dihadapannya, dilihat seksama dari atas sampai kebawah umurnya pasti berbeda jauh.


"kamu simpanan pria kaya ya....ga sanggup lagi hidup hedonis.... memilih jadi simpanan....Didit aku tidak percaya ini" Muka Prabu memerah menahan marahnya, tangannya mengepal kuat sendok.


"jika dulu kamu menerima aku jadi kekasih kamu....aku menjamin hidup enak....aku udah beli rumah di kawasan Florida untuk kita tinggalkan berdua....ternyata selera kamu rendah juga" David mengejek Aurora menikah berbeda usia.


Bug.....


David jatuh tersungkur dari kursinya, Aurora langsung berdiri, Ia menyerang bagian Ulu hati dan hidung David, darah segar keluar dari mulut pemuda itu.


"Dengar bajingan....alasan saya tidak pernah berdekatan dengan kamu....hidup kamu setiap hari keluar masuk lubang sana sini....teman saya pun jadi untuk kamu....David ingat kamu salah memilih lawan" Aurora menekan leher David, orang-orang berlari ke arah Aurora untuk menghentikan aksinya.


"Rara udah kita keluar dari sini" Prabu menarik Aurora, Ia meringis melihat tubuh Pria itu. Prabu meninggalkan lima lembar uang berwarna merah dimeja tempat mereka makan.


"aku tunggu sayang" Dengan susah payah David menjawab tantangan Aurora, ia terobsesi dengan Aurora sejak dulu.


Bug....


"akh....." David berteriak keras ************ ditendang kuat Aurora, aset masa depan langsung berkenalan dengan kaki Aurora.

__ADS_1


orang-orang melongo melihat Aurora berani menendang aset laki-laki, Pasti sakitnya tidak terbayangkan.


__ADS_2