
Proposal kerjasama Kalandra Tecno yang sudah ditandatangani oleh Panji Hestama akan dimulai hari ini. Pihak Sara Group mengutus lima belas orang untuk ikut rapat dengan Kalandra Tecno termasuk Prabu dan Celine.
"Celine kamu tahukan David menjadi Plt direktur utama...Kamu tidak keberatan jika bertemu dengan dia." Prabu berjalan beriringan dengan beberapa staf Sara Group.
"Saya bekerja perfesional memisahkan dengan urusan Pribadi...Bapak Prabu" ucap Celine datar.
Prabu mengerti jika karyawan Sara Group menjunjung tinggi profesionalisme. Ia terpisah dengan Celine di lobi Sara building, Prabu menaiki Mercedez Benz C-Class bersama asistennya, Celine dan yang lainnya menggunakan mobil karyawan.
"Beritahukan kunjungan Sara Group kepada pihak Kalandra Tecno....Saya menunggu lima belas menit." Prabu memberikan pesan sambil mempelajari berkas yang akan didiskusikan.
"Baik Pak." ucap Pria bernama Regan yang memakai berkaca mata.
Hari ini hidup dan matinya di Kalandra Tecno apa kerjasama ini berjalan sesuai kemauannya dahulu ketika menjabat direktur utama atau sebaliknya, Rapat penentuan posisi Prabu akan dilakukan jika David tidak mampu menjalankan tugasnya.
Papa Danu menunggunya di cafe Kalandra Tecno. Prabu akan menunggu presentasi Sara Group di ruangan Papa Danu, menurut beberapa Karyawan Prabu sudah di pecat tidak hormat oleh pihak menajemen.
Celine juga menghilang dari karyawan Sara Group, ia sudah memberitahu Prabu akan masuk ruangan meeting ketika akan dimulai, Prabu tahu jika Celine bertemu Andi. Pihak Kalandra Tecno hanya mengetahui rapat sekarang diwakili manajer Pengembangan teknologi dan bisnis.
"Kita fokus untuk empat orang....kamu pasti sudah tahu siapa mereka....Papa dan Om Hotman udah berdiskusi tentang kejahatan mereka."
"Bertambah satu lagi....aku kira cuma tiga orang....Kita perlu membasmi orang yang tidak royal dengan Kalandra Tecno." Ucap Prabu sambil menyusap teh tawar.
"Papa terbantu dengan adanya Ditha....istri kamu memberikan beberapa info yang akurat untuk menjerat ke empat orang itu." Papa Danu memberikan beberapa bukti yang dikumpulkan Aurora kepada Prabu.
"David tidak masalah secara personal dengan kamu...jadi biarkan cara kerjanya saja yang membuktikannya." Lanjut Papa Danu memberi instruksi.
"Aku bermasalah dengan dua orang ini....tapi kenapa Papa memasukkan satu orang ini." Kening Prabu berkerut membaca nama seseorang yang tidak pernah masuk daftar hitam Kalandra Tecno.
"Andi Martalova yang akan menjelaskan nanti...Kamu perlu fokus menuntaskan Masalah ini." Papa Danu menjeda ucapannya. "Mama kangen Ditha Minggu ini nginap di rumah." Papa Danu menyampaikan pesan istrinya.
"Apa Papa dan Mama selama ini kesepian? sejak aku dan Serena memutuskan tinggal sendiri." Prabu kasian melihat kedua orang tuanya yang tinggal berdua.
__ADS_1
"Kamu pasti tahu jawabannya....Papa sadar sekarang perlakuan Papa dulu yang mengabaikan kamu berakibat pada masa sekarang...kami berdua kesepian tinggal di rumah sebesar itu." Papa Danu menghembuskan nafas lelah, Ia berkeinginan Prabu untuk tinggal bersamanya.
"Aku siap untuk tinggal kembali di rumah Papa untuk sementara sampai waktu Rara melahirkan....Aku berpikir lebih baik kami tinggal di rumah dibandingkan apartemen." Prabu menyiapkan sesuatu dengan teliti mengigat istrinya hamil muda.
"Papa telepon Mama dulu...pasti Mama kamu senang dengan pilihan kamu ini." Wajah Sumringah Papa Danu tidak bisa menutupi kebahagiaannya.
Asisten Prabu memberitahu rapat akan dimulai, Prabu sengaja datang terlambat agar tidak mengacaukan misinya. Papa Danu sudah masuk ruangan rapat dan beberapa direksi lainnya.
Semua direktur sudah duduk di kursi yang sudah ditentukan. Rapat terbesar yang dilakukan pihak manajemen Kalandra Tecno melibatkan ketua direksi. Karyawan Sara Group kemudian masuk sebagian tamu dari tuan rumah.
"Celine Paramitha." David menatap wanita yang lima tahun lalu ia rusak dengan brutal tanpa ampun.
Celine berjalan di samping Andi yang memeluk pinggangnya dengan erat, Andi tahu ayah biologis Arsya yaitu David Morales karena rambut mata dan bibirnya mereka mirip. Celine tidak menoleh panggilan yang ditujukan kepadanya.
Rapat mulai berjalan pertama pemaparan kerjasama Teknologi dengan Sara Group oleh Kalandra Tecno dari Andi Martalova. Tatapan Celine tidak pernah berpindah dari Andi yang sedang presentasi. David yang melihat itu menahan amarah. Namun emosi apa yang harus ia keluarkan untuk Celine, Ia menolak anak yang dikandung Celine dan menyuruhnya menggugurkan.
Celine maju sebagai perwakilan dari pihak Sara Group untuk mempresentasikan analisis IT yang ingin digunakan pihak Sara Group untuk perusahaan perkapalan. Presentasi Celine terhenti ketika Prabu masuk ke ruangan rapat.
Semua peserta yang mengikuti rapat menjadi bingung dan berbisik kenapa mantan direktur utama mereka berada di pihak Sara Group. Mereka hanya mengetahui Prabu menikah dengan Reditha Aurora mantan Manajer IT Kalandra Tecno.
Celine melanjutkan presentasinya, ditengah diskusi yang alot dengan Kalandra Tecno ponselnya berbunyi panggilan video dari Arsya. Ponsel Celine yang terhubung dengan laptopnya langsung menampilkan wajah anak laki-lakinya versi wajah David ketika balita.
Semua orang kembali terkejut melihat layar proyektor menampilkan wajah Arsya tapi panggilan itu langsung terputus. Celine kembali fokus untuk presentasi, Prabu tahu ini pasti kerjaan Aurora.
Konsentrasi David buyar telah melihat panggilan Video call milik ponsel Celine yang menampilkan wajahnya versi balita. David menatap lama wanita yang dicampakkannya demi Aurora. Celine tidak menggugurkan kandungannya, ada sesuatu yang emosi dalam hati David yang tidak bisa dijabarkan. Ia memiliki seorang putra setelah dokter memvonisnya tidak bisa memiliki anak karena ada gangguan sistem reproduksi pada tubuhnya.
"Saya sebagai utusan dari Sara Group akan menampilkan maha karya para karyawan Sara Group untuk Kalandra Tecno selamat menikmati." Prabu memberikan kode untuk telecoference dengan Aurora.
"Selamat pagi semua...Masih ingatkan dengan saya... Reditha Aurora Kalandra." Aurora mengucapkan salam untuk peserta rapat.
"Saya sebagai pihak dari Sara Group menjabat kepala bagian teknologi informasi rekayasa....menjabarkan keinginan yang bisa dipenuhi oleh pihak Kalandra Tecno....Saya akan mengirim file melalui komputer peserta rapat....Kerjasama ini Mega projek yang akan diputuskan langsung oleh Bapak Prabu Gaza Kalandra setelah menerima file dari saya." Aurora mengirim langsung ke komputer peserta rapat.
__ADS_1
"Diani gimana sih karena kelakuan kamu Papa kehilangannya potensi uang masuk...Kamu bertindak tidak berpikir." Terdengar suara Firdaus yang membentak anaknya.
"Gara-gara Mantan manajer IT itu aku ga bisa dekatin Mas Prabu..... Papa masih bisa menekan manajemen agar saham Kalandra Tecno turun....bukan aku yang disalahkan." Ucap Diani tidak terima.
"Papa sudah menjual beberapa surat berharga kepada David Morales....Dan Kamu bisa menjadi simpanan Komisaris Aktar sekarang....biarkan bajingan itu pergi dengan gundiknya....kamu sekarang bisa leluasa berhubungan dimanapun dengan Pak Aktar.
Keempat orang itu terkejut mendengar percakapan anak dan ayah tersebut. Aktar laki-laki berumur yang diincar Diani setelah kehilangan Prabu. Wajah Firdaus berubah pucat pasi. Kenapa percakapannya dengan Diani terputar diruangan rapat ini.
"Aktar sayang aku udah menyingkirkan Prabu sebagai permintaan kamu....kapan aku bisa jadi istri kamu." Kembali terdengar suara Diani yang mendayu-dayu.
"Apa kamu siap berbagi ranjang dengan Lisa....aku ga bisa adil karena bagiku Lisa luar biasa bisa mengimbangi fantasi ku selama ini." Aktar mengusap wajahnya dengan kasar percakapan di hotel dengan Diani disadap oleh Aurora.
"Apa kurang aku Aktar.... permintaan kamu menyingkirkan Prabu sudah aku lakukan dengan tidur dengan David." Diani berteriak marah mendengar ucapan Aktar yang tidak mau menikahinya.
"Kamu ingat ya saya ga pernah memaksa kamu tidur dengan saya...Kamu ingat perjanjian kita tidak ada kata cinta dan pernikahan....Lisa telah memenuhi keinginan saya walaupun dia janda." Aktar membentak Diani yang minta status kepadanya.
"Aktar kamu lihat aku akan kirim foto ini ke istrimu.... Pengorbanan aku tidak kamu hargai." Ancam Diani.
"Silahkan saya menantang kamu.....Diani piala bergilir para pemegang saham yang menjelma menjadi direktur keuangan....Saya kasih tahu ayah kamu sudah menikahi sekretarisnya dua tahu lalu...dan memiliki anak laki-laki seperti keinginan selama ini." Tawa keras Aktar merasa menang.
Ketiga nama dalam rekaman tidak bisa berkutik, wajah Papa Danu memerah karena perusahaan yang dibangunnya dari nol menjadi ladang maksiat. Prabu memberikan flashdisk titipan istrinya kepada Regan.
Aurora menyadap ponsel Aktar Diani dan Lisa, Foto-foto panas ketiga orang itu tampil di layar proyektor. Aktar dengan Diani dan Lisa berfoto panas, foto Firdaus berjemur menemani sekretarisnya liburan di Maldives. Aurora tidak menyadap ponsel David. Baginya cukup fakta Arsya adalah anak kandung David Morales.
🌹🌹🌹
Masih ingatkan Seseorang yang memberikan check kepada Anton dan Tuti, Dia adalah Aktar Sutarman direksi Kalandra Tecno yang menginginkan anak Danu Kalandra di pecat tidak hormat.
Jangan vote semangat bunga dan hati dari pencinta pujangga Aurora. Like dan komentarnya.
Mampir juga cerita baru Aku jodohku Pria Tua yang tidak kalah Romantisnya dari pada pasangan Aurora dan Gaza.
__ADS_1