
Aurora telah berada di Bali tempat untuk mengadakan acara pernikahan dengan Prabu. Keluarga besar sudah berada satu Minggu sebelum acara.
"Ra kamu sibuk boleh ayah masuk?"Raditya mengetuk pintu kamar anaknya.
"Masuk yah...Rara lagi santai" Aurora sekarang hanya menyiapkan mental untuk esok hari.
"Aduh putri kesayangan ayah besok udah ganti status ga bisa tiap hari ketemu kamu" Raditya duduk di sofa kamar Aurora.
"Ayah walaupun aku akan menjadi istri Abang Gaza tetap nama aku Nataprawira.... Ayah dan mama yang selalu ada untuk aku"
"Ra nantinya setelah kamu jadi istri Prabu taat pada suami saling percaya dan menghormati suami menjaga nama suami kamu nantinya"
"Ayah adalah panutan aku...bagaimana mama selalu berada di sisi ayah kapanpun dan dimana pun begitu pula dengan aku nantinya"
"Ayah ingat ketemu mama kamu saat bencana alam, Ayah dulu jadi kapten ragu penyelamatan korban, mama Sarah adalah dokter di rumah sakit darurat. Kami bertemu disana awalnya mama kamu ga mau, tapi dengan paksaan ayah baru mau karena kakek kamu datang ke rumah grootvader untuk melamar mama untuk menjadi istri ayah" Raditya menceritakan perjalanan kisah hidupnya dengan Sarah.
"benarkah yah... kok aku ga tahu kalau mama terpaksa menerima ayah?"
"katanya ga cinta tapi udah nikah ga mau lepas dari ayah... itu kenapa kamu lahirnya di Boston karena dulu ayah mengikuti pendidikan militer di sana dan mama kamu juga mengambil spesialisasi"
"Ra kamu tidak terpaksakan menikah dengan Prabu... kamu tahukan status dia...keluarga dan nanti yang kamu hadapi keluarga almarhum istrinya" ada nada kekhawatiran Raditya bertanya kepada Aurora.
"ayah... bagi aku sudah takdir seseorang bertemu dengan jodohnya yang berbeda status...itu tantangan bagi aku menghadapi pernikahan ini, nanti apakah bahtera ini akan tetap berlayar sampai ke ujung atau tenggelam di tengah....aku hanya butuh doa dari keluarga aku, semoga bisa menjalani semua ini"
"ayah yakin kamu bisa melewati semua melihat Arumi dan Embun bahagia bertemu kamu... walaupun kamu sebagai ibu sambung bagi mereka, tetap sayangi mereka sebagai anak kandung kamu jangan pilih kasih.... jika kita merawat anak yatim dengan penuh kasih sayang Allah akan menjanjikan rumah untuk kita di surganya"
"terima kasih ayah doanya tanpa ayah mama Abang dan Ade aku tidak akan bisa menjadi siapapun"
"sekarang kamu istirahat besok hari panjang bagi kamu... sleep night baby" Raditya mengecup kening Aurora.
Aurora sudah berpikir jika menikah dengan Prabu nanti akan banyak tantang yang harus dihadapinya, dia hanya perlu menguatkan mental untuk menghadapi kedepannya.
Pagi ini Aurora sudah bangun setelah sholat subuh, Aurora sudah di rias oleh tim Mua yang siapkan oleh Wo. Penjagaan di setiap sudut villa di perketat bahkan hanya Keluarga yang bisa masuk.
"wah...Ditha kamu cantik sekali aku baru lihat kamu di make-up seperti Dewi Yunani.... Calon suami kamu pasti juga ganteng" Nesha muncul dari balik pintu.
"Sha kamu berlebihan... aku hanya ingin senatural mungkin ga akan banyak mengunakan hiasan karena nanti resepsi juga mengunakan adat"
__ADS_1
"oh... you look beautiful for today Reditha kalau ga dilarang gue mau posting ke sosmed tapi karena pernikahan tertutup gue hargai permintaan sahabat gue"
"Sha coba lihat apakah keluarga Kalandra udah datang belum?"
"ok... gue keluar dulu mau lihat keadaan bentar lagi sepupu lu datang ya jadi pengiring pengantin" Nesha keluar kamar Aurora.
Saat ini keluarga Kalandra sudah datang di villa keluarga Nataprawira di kawasan Seminyak. Prabu memakai baju Koko modern berwarna putih di padukan dengan songket sehingga terlihat gagah. Rambut klimis dan kumis tipisnya.
Hanya seratus orang yang menghadiri pernikahan ini karena permintaan kedua keluarga tidak mengundang siapapun.
Arumi dan Embun terlihat cantik dengan rambut beri hiasan bunga kecil di atas kepalanya mereka mengunakan gaun yang telah disediakan Serena.
Serena datang bersama sang suami Bima yang telah menemani selama dua tahun ini. Keluarga Kalandra datang lebih kurang sepuluh mobil menuju villa tersebut.
acara di mulai dengan terdengar suara MC perasaan Aurora semakin deg-degkan tangan mengeluarkan keringat dingin.
"Mbak Ora ayo kita ke keluar acara sudah di mulai" Aubee dan Atena mengiringi langkah Aurora, keluarganya telah berada di tempat duduk masing-masing.
"Aurora je bent een heel mooie dag" (Aurora kamu hari ini cantik sekali) Atena terkagum melihat riasan Aurora yang begitu natural.
Aurora mengunakan kebaya rancangan Anne Avantie dipadukan dengan songket. Rambut di tata dengan memberi hiasan bunga dan ditutupi oleh veil bercorak bunga. Ia tidak sadar jika sudah berada meja akad nikah di sana sudah berada penghulu, Raditya dan Prabu.
"semua sudah siap? Saat Bapak Raditya mengucapkan ijabnya maka akan di jawab kabul oleh saudara Prabu...kita awal dengan bismillahirrahmanirrahim"Raditya dan Prabu mengangguk paham, Prabu segera menjabat tangan Raditya.
"Saudara Prabu Gaza Kalandra bin Danu Kalandra saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya Reditha Aurora Nataprawira binti Raditya Langit Nataprawira dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar Seratus juta Gulden di bayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya Reditha Aurora Nataprawira binti Raditya Langit Nataprawira dengan Mas kawin tersebut dibayar tunai"
Sah...sah.....bersamaan bunyi ombak samudra Hindia di tepi tebing menjadi saksi dua pasang anak manusia telah sah menjadi suami istri.
semua menatap haru kedua pasangan tersebut akhirnya menikah setelah dua belas tahun mengenal satu sama lain. Prabu membacakan sighat taklik yang terdapat di buku nikah, selesai membacakan sighat taklik Prabu memberikan mahar yang di bingkai dan frem foto, setelah menerimanya Aurora mencium tangan sang suami.
"hai istri ku" bisik Prabu terpesona dengan riasan Aurora yang natural.
"hai suami" Aurora tersenyum membalas ucapan suaminya.
mereka berdua sungkeman kepada kedua orang Aurora maupun Prabu, Raditya berpesan agar bisa membahagiakan Aurora dan menjaganya menjalani dengan suka duka bersama. Raditya sempat menitik air mata melepaskan anak perempuan satu-satunya. Ketika sungkeman kepada orang tua Prabu, mama Diana menitipkan anaknya dan kedua cucunya kepada Aurora agar bisa menjaga dan mendidik kedua anak Prabu dengan baik kerena selama ini mereka kekurangan kasih sayang.
__ADS_1
"Mbak Rara akhir menikah dengan eks boyfriendnya....Anta bahagia Mbak aku ga jomblo lagi" Antariksa memeluk kakaknya hari ini ia memakai jas dan kemeja ditambah dasi kupu-kupu menjadi pelengkap.
"Abang Asa jaga Ompong kalau aku ga ada"
"Mbak..... nama aku Antariksa bukan ompong" Antariksa merasa malu kalah nilai jualnya nanti di sebut ompong.
"Ra akhirnya impian kamu bersama Mas Prabu terwujud, Abang berpesan jadi wanita tangguh, setangguh karangan di lautan taat dan berbakti pada suami kamu, karena saat ini tugas Abang sudah berganti ke suami kamu" Angkasa memeluk erat adik perempuan yang hanya berbeda dua tahun.
Angkasa memberikan pesan kepada Prabu agar menjaga dan membahagiakan Aurora karena ia adalah permata keluarga Nataprawira, Prabu tahu maksud dari Angkasa.
"hallo kakak ipar.... bahagiakan Mas aku ya Ditha dia dari dulu tidak beruntung dari segi apapun kamu berikan cinta yang tidak pernah didapatkannya" Serena memeluk Aurora begitu lama, ia merasa bahagia kakaknya memilih Aurora dibandingkan Lisa sepupu Widanara.
"bunaaaa cantiek hali ini aku juga pake baju plincresss sepelti Buna" Arumi datang dan berputar memperlihatkan bajunya.
"Mbak Embun mana gadis manis"Aurora tidak melihat Embun bersama Arumi.
"Bersama aku Mbak" Kianu adik dari Atena yang masih SMA. Anak Om Gege dan Tante Monic.
"Anu kenapa sih di ajak Embun makan duluan nanti baju kotor" Aurora memang dekat dengan keluarganya setiap keluarga mempunyai nama panggilan masing-masing.
"Anu?"Prabu mengejek Kianu selain Ompong ada juga nama orang Anu.
"Kianu Mas bukan Anu gimana sih calon mertua"
"Kianu umur Embun baru sembilan tahun kamu jangan jadi pedofil ya....mbak bilangin nanti ke Om Gege mau"
"ye lah Mbak aku akan selalu menunggu umur Embun nantinya tujuh belas tahun atau kapanpun Embun mau...Mbak lupa kalau Mas Prabu pedofil juga pacaran sama anak SMA" Aurora hanya menjewer telinga adik sepupunya yang lemes.
"Buna....papi selamat ya aku nanti mau minta pepo memo untuk tinggal kembali bersama Papi dan Buna...akhirnya aku punya orang tua lengkap kembali" Embun memeluk keduanya walaupun berumur sembilan tahun dia sudah kritis mengerti keadaan yang di alami orang tuanya.
"Buna cepat nanti kasih aku adik laki-laki ya"
"eh....."Aurora terkejut mendengar permintaan Embun.
πΊπΊπΊπΊ
Gulden: mata uang Belanda
__ADS_1
Grootvader: kakek dalam bahasa belanda
terima kasih kepada para pembaca setia Aurora dan Prabu ikutin kelanjutan kisah mereka dalam pernikahan ya.....ππππ