Aurora Marriage

Aurora Marriage
Family Time


__ADS_3

Prabu memasang foto mereka berdua di kamar ini, Foto pernikahan mereka sudah datang dari pihak WO. Foto Prabu mengucapkan ijab kabul dipilih untuk dipajang.


"Abang Gaza....Yakin kalau rumah Abang itu mau dijual.... kalau renovasi saja gimana untuk masa depan Embun dan Arumi" Aurora menikmati sentuhan Prabu yang sedang mengeringkan rambutnya.


"Rumah penuh kenangan pahit Ra....Embun berumur satu tahun Abang kembali menepati kamar utama...Wida terserang penyakit autoimun....Abang berusaha ikhlas memulai mencintai dia....Kami pergi berkonsultasi ke Singapura untuk pengobatan Wida...selama setahun kami tinggal di Singapura....Pulang ke Indonesia ibunya meminta Wida membalikkan nama rumah kami atas nama Ibunya....Abang mengubah kepemilikan menjadi punya Arumi." Prabu mematikan hairdryer milik Serena yang dipinjam Aurora.


"Aku cuma ingin anak Abang tidak kehilangan sosok ibunya." Aurora membalikkan tubuhnya duduk di samping Prabu. "Anak kita sayang" Prabu tahu jika Aurora cemburu membahas tentang Wida.


"Nanti Abang pikirkan lagi....Abang udah mendapatkan sebidang tanah di kawasan Kemang...teman Bayu ingin menjual cepat katanya suaminya pindah tugas ke luar negeri....Kita akan membangun rumah impian kamu" Ketika pesta perpisahan Aurora, Bayu memberitahu jika temannya terdesak untuk menjual tanah, Ia tahu Prabu sedang mencari tanah.


"Abang Gaza kenapa terlalu cepat...aku masih nyaman tinggal di apartemen...Nanti juga anak-anak tinggal bersama Serena" Aurora merasa bersalah ketika ia tidak mau tinggal di rumah Prabu.


"Rara jika tuhan menitipkan anak untuk kita....Abang ga tega melihat kamu tinggal di apartemen...Abang udah menyiapkan dananya...nanti kamu yang mengatur keuangan Abang." Prabu sudah memikirkan jika Aurora hamil ia harus ekstra menjaganya tidak ingin seperti yang dulu lagi.


"Ya udah....Aku akan terima hadiah dari Abang....Sekarang Abang mau aku buatin apa?" Aurora menerima pemberian suaminya daripada uang itu untuk si Tuti lebih baik untuk membangun kerajaan Prabu dan Aurora.


"Abang ingin makan pizza buatan kamu.... Dulu cuma dapat satu sering rebutan dengan si Anta" Aurora dulu sering membawa pizza buatannya ke apartemen Prabu, ia meracik sendiri bumbunya bahan semuanya organik.


"Ya udah aku turun ke dapur dulu ga usah diantar...dulu aku udah sering ke sini" Aurora membereskan peralatan hairdryer, menyimpan dimeja rias.


"Abang kok tidak pernah ketemu kamu kalau main kesini?" Prabu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku main di kamar Serena menemani dia mengerjakan tugas....Aku datang siang hari....Abang dulu sibuk S2 jarang pulang ke sini." Aurora mengigat dulu tidak ada satupun foto Prabu di rumah ini, Foto Prabu banyak di apartemen miliknya.

__ADS_1


Prabu memutuskan pergi ke ruangan Papa Danu, Papa Danu meminta Prabu menjelaskan langkah selanjutnya menghadapi Keluarga mantan mertuanya.


"Prabu gimana Ditha....apa dia baik-baik saja....Papa malu jika masalah ini sampai terdengar ke telinga mertua kamu" Papa Danu khawatir keadaan menantu yang mendapat serangan dari Tuti.


"Aku sebagai suaminya gagal melindungi dia....Rara masih bisa tersenyum setelah mendapatkan serangan itu....Dia bahkan tidak berkomentar apapun...Keluarga dia mensupport aku untuk melangkah merebut hak asuh Embun" Prabu duduk di depan Papa Danu yang termenung mendengar cerita anaknya.


"Papa tidak tahu jika dulu kamu pacaran dengan anak SMA seumuran adik kamu...Raditya bisa mendidik anaknya dengan baik...sekarang Embun dan Arumi berlibur ke Belanda mertua kamu baik ya"


"Itu alasan aku tidak bisa melupakan Rara....Dia sederhana...menjadi pendengar yang baik... kepekaan dia terhadap perasaan orang lain sangat tinggi....Aku bahkan tidak pernah berbuat baik kepada orang lain....Rara rela memberikan Black card-nya untuk operasi jantung istri tim IT Kalandra Tecno" Prabu teringat ucapan Reno ketika pesta perpisahan ia melihat Reno dan Arin berterima kasih menerima bantuan dari Aurora.


"Kamu tahu kenapa Sara Grup bisa menjadi perusahaan maju....Kakek Reditha itu dermawan ia tidak segan meminjamkan mobil miliknya untuk karyawannya.... Katering nenek Ditha terkenal enak....makanan yang berlebih dari pesanan diberikannya kepada OB di tempat suaminya bekerja....Mereka sering berbagi." Danu pernah bertemu Rachmadi Nataprawira yang sedang makan di warteg bersama ajudannya.


"Sekarang aku paham.... Bersedekah tidak membuat kita jatuh miskin." Prabu mengeluarkan handphone yang dibawanya tadi. "Papa lihat aku dapat dari Rara dua Minggu lalu" Prabu memperlihatkan video yang diretas Aurora.


"Ayah Radit sudah merekomendasikan sekolah dasar dibawah naungan TNI....Aku dan Rara mau melihat reaksi keluarga itu...Nanti Embun dan Arumi tinggal bersama Serena dan Bima aku udah minta izin....Aku dan Rara tinggal di Apartemen"


"Bagus kamu udah melangkah cepat....Papa berterima kasih Raditya membantu masalah kamu.... Susul Ditha Papa dengar teriakan Serena melihat Reditha memasak...Kalau sedang bermesraan itu dikunci" Papa Danu mengusir anaknya, Ia tadi heran melihat Serena cengengesan turun dari kamar kakaknya.


"Besok aku pasang alarm....jangan sampai Mama juga ikut memergoki aku dengan Rara" Prabu bangkit dari duduk, Ia jengah Papa Danu menggoda dirinya seperti tidak pernah muda saja.


Aurora ditemani Mama Diana membuat pizza ala rumahan, suara Serena tidak berhenti mengagumi masakan Aurora.

__ADS_1


"Lu multitalenta ya....Mas aku pasti kenyang makan dirumah terus....Dulu mana pernah makan dirumah" Serena mencomot pizza buatan kakak iparnya.


"Serena memanggil kakak ipar kamu itu jangan lu gue...Panggil Mbak...Kamu ini gimana sih" Mama Diana asik memotong pizza yang telah matang.


"tidak papa Mama....aku udah terbiasa seperti ini...Serena sahabat aku" Serena langsung memberikan dua jempol untuk kakak iparnya.


"CenCen jangan ambil bagian Mas...kamu ini ga jauh beda sama si Antariksa doyan makan" Prabu menghampiri mereka diruang makan, tercium Aroma wangi dari ruangan ini.


"Alah pelit...Ditha ga marah kalau aku makan terus...ini tester Mas customer pertama mencoba buatan Ditha" Serena mengelak tuduhan kakaknya, ini bukan doyan tapi terlalu enak dibiarkan tanpa disentuh.


"Wah kita kumpul disini semuanya...ini pizza bau wangi sekali....Papa belum pernah mencoba buatan Ditha" Danu masuk keruangan makan karena mendengar obrolan anaknya.


"ini untuk Papa dan Mama semuanya organik, Tadi ajudan ayah mengantarkan hasil panen dari binaan TNI" Aurora menyajikan pizza toping sayur organik.


Aurora membuat tiga loyang pizza, ia juga memberikan kepada ART, mereka pertamanya menolak tidak ingin tuan dan nyonya marah namun Diana tersenyum hangat mempersilahkan ART menerima pemberian Aurora.


Kring....kring ponsel Aurora berbunyi panggilan video masuk dari ibunya.


"Assalamualaikum mama..." Aurora mengeser tombol panggil video dari Mama Sarah. "Walaikumsalam Sayang....loh kamu kenapa.....bibir kamu itu kenapa....Rara kamu dan Prabu bdsm ya" Prabu langsung menyembur air yang sedang diminumnya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


ternyata Sarah sebelas dua belas pemikiran dengan Raditya tentang kuda-kudaan....jangan lupa like vote dan komentar pembaca setia Aurora Marriage.😁😁


__ADS_2