Aurora Marriage

Aurora Marriage
Kuda-kudaan


__ADS_3

Aurora menempati janjinya untuk naik kuda bersama Embun dan Arumi, Selesai makan siang Aurora mengajaknya keluarga kecilnya mengunjungi rumah Raditya.


"Ra ini bukan jalan ke rumah kamu? Kita kemana emang?" Prabu penasaran kemana Ia pergi sekarang.


"Kita akan pergi ke rumah pribadi Ayah.... Anak-anak pasti suka....Abang belum pernah kesana...tempat masih sejuk" Aurora mengusap punggung Arumi sedang tertidur.


"Rumah Buna banyak sekali....Aku cuma tahu di Jakarta" Embun melihat kiri kanan daerah ini cukup sepi.


"Gadis pintar kamu pasti suka.....kita akan piknik sekarang akhir pekan" Aurora mengusap rambut Embun.


Digerbang pintu masuk dijaga dua orang berbadan besar, pagar rumah tinggi tidak terlihat bagian dalamnya.


"Siang Pak Eko.....Ayah sudah sampai?" Aurora membuka kacanya menyapa petugas jaga.


"Sudah Mbak....Keluarga yang lain juga sudah datang"


"Terima kasih pak infonya.... ini oleh-oleh untuk orang rumah" Aurora memberikan paper bag berisi berbagai macam pakaian anak.


"Mbak ini kebanyakan....Baju kemaren belum dipakai anak saya" Pak Eko sungkan menerima pemberian Aurora.


"Ini rezeki anak dan istri bapak....saya maksa ini memberi hehehehe" Aurora melanjutkan perjalanan dari pos penjagaan.


Rumah keluarga Nataprawira berada di bukit Hambalang, fasilitas disini sangat lengkap. Garasi mobil memuat dua puluh mobil, terdapat helipad dan lapangan golf. Prabu tidak pernah ke rumah ini.


"Rara Mama kangen....mana cucu Mama" Mama Sarah senang melihat kedatangan anak menantunya.


"Mama apa kabar....Maaf Rara saya bawa duluan belum sempat berkunjung ke rumah" Prabu menyalami tangan Sarah.


"Alhamdulillah sehat....Prabu Ayo masuk dulu, Arumi ditidurkan dikamar Rara"


"Mama ayah mana? Si Anta ga kelihatan juga" Aurora tidak melihat keberadaan Raditya dan Antariksa.


"Ayah kamu lagi urus burung murai batu dikasih temannya kemaren"


"Abang Asa nginap juga?" Aurora mengambil puding buatan ibunya.


"Angkasa nanti malam baru kesini....Kamu ada masalah dengan Prabu" Sarah melihat lingkar mata Prabu menghitamkan.


Sarah membawa Aurora ke kamarnya, Prabu sedang menidurkan Arumi dikamar Aurora. Embun mandi dikamar Aurora karena kegerahan.


"Mama aku bingung menghadapi masalah Abang Gaza.... Keluarga Mbak Wida seperti memonopoli Embun, Aku tidak menyangka kalau Embun sering menahan lapar tinggal bersama keluarga Mbak Wida"

__ADS_1


"Maksud kamu Keluarga almarhum istrinya? Kenapa dengan keluarga itu" Sarah tertarik mendengar cerita anaknya.


"Keluarga Mbak Wida menjodohkan Abang Gaza dengan sepupunya Mbak Wida....Seorang janda aku tadi dengar langsung dari mertua Abang"


"Aku tidak habis pikir dengan keluarga itu..... sepuluh tahun lalu mereka memaksa Abang Gaza menikahi anaknya....Ibu Mbak Wida datang langsung ke rumah sakit jiwa....Dia takut anaknya akan menyusul pacarnya"


"Tadi aku melacak cctv rumah keluarga Mbak Wida.....Nah si janda yang mau dijodohkan itu mengatakan kalau anak Mbak Wida pembawa sial....Aku harus gimana Mama"


Sarah dari tadi mendengar curhatan anaknya, menarik nafas panjang, Masalah Keluarga terlalu completed perlu diskusi bersama.


"kamu sudah diskusi dengan Prabu masalah Embun....Mama juga dengar dari dokter Lusia kalau kalian berdua konsultasi masalah kejiwaan....Kamu baik-baik saja kan?" Sarah menatap mata Aurora.


"Aku menemani Abang Gaza check up kesehatan kejiwaannya, Aku takut muncul lagi depresi Abang Gaza" Aurora memberi alasan yang mudah diterima Sarah, Ia tidak mungkin menceritakan kejadian sepuluh tahun lalu.


"syukurlah....Kamu temani Prabu sekarang ya...dia kelihatan kebingungan....Masalah Embun dan jodoh bala-bala nanti kita omongin" Sarah mengusir Aurora dari kamarnya, Ia akan menanyakan kepada suaminya masalah ini.


Sarah kasian melihat keduanya terbebani masalah masa lalu, Aurora meninggalkan Prabu sepuluh tahun lalu memaksa Prabu untuk menikahi Wida, Sekarang Keluarga istrinya menjodohkan dengan janda.


Aurora masuk ke kamarnya, Embun sedang berpakaian, Prabu tertidur dikasur Aurora memeluk Arumi.


"Buna baju ini cantik sekali....dimana belinya" Embun memutarkan tubuh menghadap cermin full body.


"itu punya Buna, Wah.....cantik sekali Mbak Embun....Aduh anak siapa ini" Aurora kagum melihat Embun memakai bajunya.


"Nena sering menyimpan baju-baju Buna sayang kalau diberikan kepada orang lain"


"Buna aku mau lihat kuda....Om Anta tadi ngajak aku....Nanti aja kita naik kuda bersama" Embun pamit pergi melihat kuda milik keluarga Nataprawira.


Aurora melihat kedua manusia yang terlelap tidur kecapekan tidak tega untuk membangunkannya, Ia perlu membersihkan diri.


Selama setengah jam Aurora berada dikamar mandi, Ia keluar memakai pakaian santai, jam menunjukan pukul empat sore Ia menyusul Prabu dan Arumi yang tidur dikasurnya.


Aurora memeluk Prabu yang membelakangi tubuhnya, Dari konsultasi terakhir bersama dokter Lusia, Sudah ada kemajuan Aurora tidak merasa takut jika berpelukan, sentuhan diberikan Prabu terasa nyaman tidak memaksa seperti dulu.


Prabu berbalik dipeluknya tubuh Aurora, air mata mengalir dari matanya, Aurora melihat dalam tidur Prabu menangis.


"Maafkan Aku....jangan tinggalkan aku...aku mohon...."Prabu mengigau dalam tidurnya, batin kembali terguncang.


"Abang Gaza bangun" Aurora menguncang tubuh Prabu.


"Rara biarkan begini....Berikan kenyamanan ini sebentar" Prabu mengeratkan pelukannya, mengendus ngendus dada Aurora mencari kenyamanan.

__ADS_1


tangan Aurora membelai lembut rambut tebal Prabu, Ia yakin jika Prabu sedih karena memikirkan Embun.


"Rara bau tubuh kamu wangi lavender Abang suka"


"Abang aku siapkan air panas.... sebentar lagi Embun mau berkuda" Aurora bangun dari tidurnya.


Aurora gugup sentuhan diberikan Prabu, Ia tahu Prabu ingin melakukan lebih intim bersamanya.


Setelah menyiapkan air mandi untuk Prabu, Ia melihat Arumi sudah duduk dipangkuan Prabu, seperti kanguru.


"Arumi udah bangun, lelah ya" Aurora mengendong Arumi, Prabu melangkah masuk ke kamar mandi.


"Iya....kita udah syampai...dilumah Nenaaa Buna"


"Udah.....habis ini Arumi mandi ya...kita akan berkuda" Aurora melepaskan baju Arumi bersiap untuk mandi.


Prabu keluar kamar mandi hanya memakai handuk, tenang disini ada Arumi tidak perlu canggung. Diambilnya baju ganti Prabu yang dibawanya tadi.


"Papi mau pakai baju, Arumi mandi dulu sama Buna" Aurora menuntun Arumi masuk kamar mandi.


Prabu tersenyum melihat tingkah istri masih malu-malu memandang jika tidak berpakaian, dikamar mandi terdengar suara Arumi.


"Buna kenapa buka baju Juda......Buna ini Apa besal..."


"Arumi jangan dipengang sayang.....Aduh....kok diremas"


Pikiran Prabu sudah melayang kemana-mana, Arumi beruntung bisa mandi bersama Aurora, Ia untuk mandi bersama saja belum pernah sama sekali.


Arumi mengambil sabun mandi dalam wadah besar dan meremasnya hingga keluar banyak, Ia mengira itu shampoo untuk dirinya.


Aurora keluar bersama Arumi dipakai baju sudah disiapkan tadi, Prabu menyisir rambutnya melihat bagaimana cekatan Aurora mengurus anaknya.


Ketiga menuju area berkuda didekat lapangan basket, arena tempat berkuda luas dan nyaman, Aurora sudah lengkap dengan boots dan safety protector. Prabu pernah menonton acara pertandingan kuda polo diluar negeri, Aurora seperti bangsawan berkuda.


"Wah....Mbak Rara udah siap berkuda lagi, udah lama ga menunggangi kuda...kalau menunggangi Mas Prabu kapan Mbak?" Antariksa menaikturunkan alisnya menggoda Aurora.


"Ampun....aduh.....Ayah....kenapa Aku dijepit seperti kepiting" Raditya mempelintir leher anaknya.


"Sekarang temani Ayah kasih makan Si Boni....Rara udah lama tidak main kuda ya..... kuda-kudaan sama suami kamu kapan?"


"Aduh.......Sakit Cinta.....Kalau suka kekerasan nanti malam kita prak.....Aduh...." Sarah memberi dua cubitan diperut Raditya.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


Sabar Abang Prabu Keluarga Raditya Emang begitu....stok sabar harus banyak 😂


__ADS_2