
Semua anggota rapat terdiam mendengar dan melihat fakta yang mengejutkan ini. Aktar Sutarman terkenal alim di kantor berbeda dengan luar kantor. Mereka tidak tahu Aktar menikahi Lisa secara siri sebagai istri kedua.
"Nama-nama berikut yang saya sebutkan harap tinggal disini.....Prabu... Celine...Andi...David....Diani.... Firdaus....Aktar dan Lina....Selain nama itu keluar dari sini." Ucap Danu Kalandra dingin.
Semua anggota rapat keluar dari ruangan meeting dengan berbondong-bondong takut mendengar ucapan Baginda Raja Kalandra. Danu sejak tadi sudah menahan emosinya karena perusahaanya dijadikan sarang maksiat.
"Prabu lanjutkan bagian kamu....saya masih ingin mendengar pemaparan dari pihak Sara." Danu mengintruksikan Prabu memulai aksinya.
Prabu kembali terhubung dengan Aurora yang berada di apartemennya. "Ditha bisa kamu paparkan temuan yang janggal ketika bekerja di Kalandra Tecno." Prabu berbicara formal dengan istrinya.
"Baiklah saya sebagai manajer IT selama enam bulan di Kalandra Tecno mendapatkan beberapa bukti jika Pak Aktar dan Kacungnya bermain apik sekali." Aurora mengubah mode menjadi sebuah Video berdurasi Sepuluh menit.
"Aku pesan obat perangsang dengan dosis tinggi....Kirim ke apartemen aku." Diani berbicara dengan seseorang.
" jika salah orang akan berakibat dengan diri kamu....saya tidak akan tanggung jawab..obat ini dari Korea dan ilegal."
"Kamu siapkan saja bodoh.....kirim sekarang*." umpat Diani.
Diani memilih baju yang cocok untuk menghangatkan ranjang pria yang digilainya sejak dulu. Baju dress mini berwana merah dengan potongan Sabrina.
"Jika aku tidak dapat cinta dan harta Prabu maka cara licik ini aku gunakan.....Aku harus hamil anak Prabu." ucap Diani setelah menerima obat perangsang dari temannya.
Diani mencoba menghubungi Prabu agar datang ke apartemennya tempat ia menginap, seperti angin segar Prabu membalas ajakannya. Ia bersiap menunggu kedatangan Prabu dengan Martini alkohol tinggi. bel apartemennya berbunyi Diani memoleskan dirinya agar penampilan tidak mengecewakan Prabu.
"Mas Prabu sayang...." ucapan Diani terhenti melihat Aktar berdiri dengan tatapan mesum menuju tubuhnya.
__ADS_1
"Sambutan yang luar biasa Diani.....tidak salah saya menerima ajakan kamu malam ini." Aktar menutup pintu apartemen Diani dengan kasar, malam panas dan desahan saling saut dalam apartemen Diani.
Kedua pelaku yang menonton aksi Mereka seperti memerankan film panas, Diani dan Aktar tidak bisa menutupi kemarahan kepada Aurora. Mereka berdua yakin ini pasti kerjaan manajer sialan itu.
"Kurang ngajar kamu gundik sialan." Umpat Diani kembali melihat Aurora tersenyum evil dari layar proyektor.
"Kamu sudah menganggu ketenangan saya Diani....Prabu Gaza Kalandra selamanya milik Reditha Aurora Nataprawira....Apa yang bisa kamu banggakan....saya sudah pernah bilang suami saya tidak doyan yang bekas dan longgar.... Kejutan untuk kamu Diani....nikmati pesta kemenangan saya." Aurora kembali memutar sebuah video.
Semua orang terbelalak melihat aksi Diani yang menjijikan bersama pria muda di sebuah hotel bintang lima, Diani mengadakan pesta Sex dan pesta narkoba. Firdaus melihat aksi anaknya hanya terkulai lemas. Diakhir Video menampilkan Firdaus bermesraan dengan Sekretarisnya di pulau Bali, Firdaus mengendong balita yang sangat mirip dengannya. Firdaus membelikan Lina sebuah villa mewah terdapat di daerah Kuta sebagai hadiah pernikahannya yang kedua tahun.
"Saya diminta membantu Kalandra Tecno selama enam bulan penuh oleh Serena Genia Kalandra.... Saya akan kirim bukti transfer uang Kalandra Tecno masuk kantong pribadi." Aurora mengirim hasil meretasnya ke ponsel semua orang yang berada di ruangan meeting itu.
nafas Prabu naik turun membaca transfer uang yang dilakukan Diani kepada beberapa direksi Kalandra Tecno. Firdaus mendapatkan bagian yang paling banyak Diani kirim yaitu satu terliun. Danu Kalandra tidak menyangka korupsi yang dilakukan di perusahaannya sangat sistematis dan bersih dari audit.
"Diani saya tidak melepaskan kamu.....Kamu telah berani mengusik istri saya....Kamu permalukan di depan umum bersama ibu kamu.... lihat sekarang ibu kamu ada dimana?" Prabu mengirim sebuah link ke komputer hingga terputar di proyektor.
"Ga....Diani hasil hubungan gelap aku dengan suami orang.....Aku di campakkan pria beristri itu dalam keadaan berbadan dua....Aku sengaja menjebak Firdaus mengatakan jika ini anaknya." Ratih menghisap rokoknya sambil meminum wine dihadapannya.
"Siapa laki-laki beristri itu......hebat juga kamu menutupi identitasnya bapak anak kamu ya." Goda teman Ratih yang duduk disamping.
"Sahabat firdaus.... Richard bapak Diani....Aku hanya perlu Uang dan status dari Firdaus....Untuk ranjang aku selalu datang ke Richard melempar tubuhku dengan senang hati." Ratih tertawa menghadap kamera yang sengaja terpasang di tas mewah teman perempuan paruh baya itu.
"Kata-kata kalian berdua berbalik siapa sekarang yang lebih kotor ah? Kamu Diani atau ISTRI saya Reditha Aurora Kalandra." Prabu menatap tajam kedua bola mata Diani yang sudah berlinang air mata.
"Saya tidak ada masalah dengan bapak David..tapi saya tanya sekarang...Diani atau kamu yang menggoda?" Prabu melayangkan pertanyaan pertama kepada David.
__ADS_1
"Diani menceritakan jika Didit bekerja dengan Kalandra Tecno....Dia datang ke apartemen saya mengajukan kerjasama menjebak Didit....Saya pertama tidak berminat dengan tawarannya....Diani menawarkan tubuhnya terlebih dahulu." David tahu akar permasalahan ini akan menyangkut dirinya.
"Diani Syahputri! istri saya sudah memperingatkan kamu tidak menganggu.... kelakuan kamu itu ternyata turun menurun bisa lihat tadi kan? ibu kamu mengakui kamu anak di luar nikah." Prabu membalas hinaan yang dilakukan oleh Ratih dan Diani terhadap Aurora.
"Andi dan Celine retas ponsel Diani Firdaus dan Aktar sekarang." Danu Kalandra menyela ketika melihat amarah anaknya tidak terbendung.
ponsel ketiganya sukses diretas oleh keduanya. Ponsel Diani berisikan hasil transfer tadi pagi kepada Firdaus sebesar satu miliar. Ponsel Aktar berisikan rencana pengalihan tampuk kepemimpinan yang pegang Danu Kalandra. Ponsel Firdaus berisikan hasil percakapan hasil jual surat berharga milik Kalandra Tecno.
"Aktar Sutarman laki-laki yang saya pungut dari jalan raya saat Remaja berubah menjadi singa berbulu domba....Kamu ingin meruntuhkan kerajaan bisnis saya....Tahu diri saja asal kamu dari mana....Saya dengan susah payah mendirikan perusahaan ini dengan keringat saya hingga waktu dan perhatian saya berkurang untuk keluarga....Seenaknya kamu ingin memiliki Kalandra Tecno." Ucap Danu tajam kepada sahabatnya.
"Firdaus gimana kejutan dari anak saya.....Masih ingin kamu menjadikan anak saya menantu idaman kamu setelah membongkar kebusukan kamu....Saya akan proses kamu dengan Perdata yang Pidana pencucian uang."
"Saya sabar selama ini keagresifan kamu terhadap anak saya Diani.....Kamu Gundik yang sebenarnya nyata di depan mata....Tidak berkaca....menantu saya kamu hina sebagai wanita murahan....Otak kamu saja pas-pasan ingin bersanding dengan anak saya yang jenius." Danu tidak tolerir dengan sikap kurang ajar Diani terhadap Aurora.
"Kalian sita rumah Firdaus....Aktar dan aset apapun itu yang menyangkut Kalandra Tecno....Ketiganya perlu kembali ke tempat asalnya.....kalian lakukan tidak meninggalkan sepeserpun untuk mereka." Danu memerintahkan bodyguard sewaan untuk mengeledah rumah ketiganya.
Seseorang pria tinggi hitam legam masuk ke ruangan meeting meminta izin kepada Danu, laki-laki memaksa ketiganya melepaskan yang melekat di tubuhnya dan berganti dengan kaus oblong polos seharga dua puluh ribu.
"Saya Danu Kalandra akan mencabut hak kalian menerima fasilitas Kalandra Tecno....Tunggu tuntutan dari saya untuk kalian." Danu meninggalkan ruangan meeting jengah dengan tikus yang menggarap ladang usahanya.
Prabu dan Regan menyusul Danu keluar, Andi siaga melihat David mendekat kearah Celine yang sedang membereskan pekerjaannya.
"Celine boleh aku bertemu anak kamu" Mohon David berlutut di depan Celine.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Kurang deg....deg...serrrr ya... pembasmian hama wereng.... hehehhe jangan lupa mampir juga Jodohku Pria Tua jangan lupa vote like dan komentar pemirsa pujangga Aurora.