Aurora Marriage

Aurora Marriage
Welcome to World


__ADS_3

Dua hari berada di Amerika Aurora dan Prabu memilih tetap berada di rumah keluarga besar yang terletak di Nevada. Raditya dan Sarah juga ikut tinggal bersama Aurora yang kasian melihat anaknya hamil tua.


Aurora sejak pagi sudah merasakan sakit perut yang berulang-ulang dan menghitung per lima belas menit waktu sakit yang menderanya. Mereta dan satu perawat memang di siapkan sedia jika Aurora mengalami Kontraksi.


"Ra....kamu kenapa? dari tadi Abang lihat kamu meringgis menahan sakit." Prabu panik melihat istrinya terlihat menahan sakit.


"Aku rasa sekarang waktu melahirkan....Sesuai aplikasi yang ada berikan Mereta....setiap lima belas menit akan mengalami kontraksi."


"Mer.....coba check tekanan darah Rara...kita lihat pembukaan berapa sekarang....perjalanan menuju rumah sakit satu jam dari sini." Sarah langsung sigap mengambil tindakan melihat Aurora.


"Dina kamu bawa peralatan saya." Mereta memanggil asistennya akan membantu Aurora. "Mas Prabu bisa bantu bawa Ditha ke kamarnya....kita lihat udah pembukaan berapa? jika bisa melahirkan disini...maka di rumah saja." Mereta menggiring Aurora bersama Prabu agar bisa memeriksa keadaannya.


Keluarga Nataprawira sudah menyiapkan peralatan dan tempat steril untuk melahirkan, mereka sudah bersiaga jika Aurora melahirkan di Amerika. Saudara Monica juga ikut membantu Aurora melahirkan. Alat medis yang akan dibutuhkan saat melahirkan nanti sudah disiapkan Om Geraldy dan Tante Monica.


"Abang sakit.....Gimana ini." Aurora menepuk punggung Prabu yang berusaha untuk memberikan semangat.


"Sayang....kamu pasti bisa....kita akan bertemu Jagoan....Embun dan Arumi menunggu kedatangan adik mereka."


Sarah Mereta dan Hellena memeriksa kondisi Aurora Apakah bisa melahirkan di rumah atau di rumah sakit. Mereta melihat jalan lahir sudah pembukaan delapan tidak mungkin akan dibawa ke rumah sakit.


"Ditha aku beri pilihan untuk kamu.... Sekarang kamu sudah pembukaan delapan kemungkinan besar akan melahirkan setengah jam lagi....jarak rumah sakit dari sini sekitar satu jam.... Sekarang kamu dan suami putuskan melahirkan disini atau di rumah sakit?"


"Mereta lakukan yang terbaik untuk istri saya...Saya ga sanggup lihat Rara menahan sakit jika kondisinya kuat untuk melahirkan disini maka lakukanlah." Ucap Prabu cepat mengambil keputusan.


"Mama kita juga begitu.... tekanan darah Aurora stabil....Jika untuk melahirkan normal tidak ada kendala sepertinya.... pinggulnya lebar sehingga memudahkan untuk melahirkan." Sarah menyelesaikan pemeriksaan Aurora keseluruhannya.


Aurora berpasrah jika ia akan melahirkan di rumah baginya perjuangan dihadapi di depan mata. Kontraksi terus terjadi pada Aurora, Prabu dengan setia memberikan semangat untuk istrinya. Mengusap pinggang Aurora yang mengeluhkan merasakan panas.

__ADS_1


"Abang Gaza....sakit....Aku ga sanggup lagi....anak Abang ga mau keluar ini." Aurora memegang erat lengan Prabu.


"Kamu pasti bisa Ra.....Satu pesan Abang....ini perintah....Kamu berjuang ya....jangan tinggalkan kami yang menunggu kedatangan anggota baru." Ucap Prabu bergetar ia terbayang ketika kelahiran Arumi yang tidak bisa merasakan pelukan hangat ibu kandungnya.


"Abang mencintai kamu dengan seluruh hidup Abang....Kamu tidak tergantikan....mohon Abang Ra jangan buat Abang kembali ke masa kelam itu....Kamu berjanji akan menjadi Kunang kunang bagi kehidupan Abang." Aurora terharu mendengar pengakuan suaminya dihapusnya air mata yang meleleh ke pipi Prabu.


"Ditha seperti udah waktunya....Kita berdoa dulu untuk kelancaran kelahiran kamu ya." Mereta sudah duduk di depan jalan lahirnya bayi Aurora.


Ini pertama kali Prabu menghadapi istrinya melahirkan secara normal, dulu Embun dan Arumi dilahirkan secara Caesar. Prabu tidak tega melihat istrinya yang siap untuk melahirkan secara normal.


"Ditha ikuti instruksi aku ya....tarik nafas pelan...lalu hembuskan setelah kamu ngenjan sesuai instruksi aku." Mereta mulai memberikan instruksi kepada Aurora.


Aurora melakukan apa yang diintruksikan oleh Mereta. Paluh bercucuran karena sakit yang dirasakan Aurora semakin tidak terkendali. Aurora terus melakukan instruksi Mereta, Tubuhnya merasakan seperti melepaskan tulang belulang.


"Ayo sedikit lagi Ditha.....Dorong yang kuat....udah terlihat kepalanya." Mereta bersiap untuk menarik bayi pertama.


"Oeeekk.... Oeeekk." Mereta berhasil mengeluarkan satu bayi laki-laki.


"Ditha ini Abang nya.....satu lagi ya....kamu pasti bisa....ulang lagi instruksi aku." Mereta memperlihatkan bayi yang masih merah sambil menyerahkan kepada Dina bayi pertama Aurora untuk di bersihkan.


Aurora kembali melakukan instruksi yang diucapkan Mereta tidak sampai sepuluh menit Aurora kembali melahirkan anak keduanya.


"Alhamdulillah....Abang bangga dengan Kamu Ra.. Pengorbanan kamu ini tidak akan pernah terlupakan bagi Abang....I love you." Prabu bersyukur istri bisa melewati semuanya.


Mereta dan Dina memberikan kedua bayi kembarnya ke dada Aurora untuk mencari sumber makanan mereka. Aurora menangis haru ia bisa melihat kedua jagoannya sekarang berada di atas dadanya.


"Alhamdulillah Mama bangga sama kamu Ra....Kamu bisa melewati ini dengan melahirkan di rumah....Setelah ini kamu di bersihkan dulu ya." Sarah menatap Aurora yang tersenyum melihat jagoannya yang menangis untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Prabu langsung menggumandangkan azan kepada kedua bayinya dengan suara bergetar, impiannya terwujud memiliki jagoan.


Dina dan Helena membersihkan Aurora pasca melahirkan, para anggota keluarga sudah berkumpul di luar kamar untuk mengetahui keadaan Aurora. Om Geraldy sudah menyiapkan semua ini jauh-jauh hari untuk meminimalisir terjadinya yang tidak di inginkan. untungnya adik iparnya juga dokter kandungan sehingga bisa membantu Mereta.


"Gimana Cucu Ayah Prabu....keduanya sehat kan? Aurora gimana keadaannya sekarang?" Rentetan pertanyaan yang dilontarkan Raditya ketika melihat Prabu keluar dari kamar Aurora.


"Alhamdulillah udah lahir keduanya dengan selamat....cucu Ayah jagoan keduanya.... sekarang Aurora di bersihkan Dina dan Tante Helena."


"Papi....Bayi menions udah keluar? Aku mau lihat ya please.... Please." Arumi menghampiri Prabu yang terlihat habis menanggis karena matanya masih merah.


"Kita lihat setelah ini ya....Papi lihat kondisi Buna dulu....Arumi main dulu bersama Mbak Embun dan Om Keanu." Prabu pamit untuk kembali ke kamar Aurora melihat kondisi istrinya.


Sarah dan Mereta mengendong kedua bayi Aurora, kedua bayi itu belum diberi nama oleh kedua orang tuanya. Aurora sudah selesai di bersihkan Dina dan Helena.


"Abang Gaza siapa nama kedua jagoan kita?" Aurora sudah segar setelah setengah jam melakukan perawatan pasca melahirkan.


"Azzam anakku Gaza untuk kakaknya.... Haidar Putranya Gaza untuk adiknya." Prabu sudah memilih nama tersebut jauh hari sebelum kelahiran jagoannya.


"Aku suka rangkaian kata untuk anak kita.... Abang Gaza Kedua kakaknya udah tahu baby Minion udah lahir? Dari Kemaren Embun udah khawatir lihat kondisi aku."


"Udah....Bentar lagi Keluarga kita gantian lihat Azzam dan Haidar...kamu makan ini dulu ya...tadi tenaganya habis untuk melahirkan." Prabu menyodorkan es krim pisang kesukaan Aurora.


Akhirnya Venus dan Jupiter mendarat di belahan bumi Nevada. Aurora dan Prabu bersiap akan terkecoh dengan kemiripan kedua wajah bayi mereka.


🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa Like vote dan komentar terimakasih untuk selalu memberikan dukungan cerita pertama aku....Love you more bagi pembaca setia Aurora Marriage 😊

__ADS_1


__ADS_2