
Prabu merasa bahagia, dirinya dan Aurora dititipkan kembali sebuah anugerah oleh Allah berada di dalam perut sang istri.
"Abang Gaza....kita kecolongan...si kembar mau punya adik lagi....rumah kita akan rame." Aurora tersenyum melihat layar putih ketika dirinya di periksa Mereta.
"Abang bahagia....kita kembali mendapatkan anugerah yang berikan Allah untuk keluarga kecil kita." Prabu dengan senantiasa menemani sang istri untuk memeriksa kandungannya.
"Umur janin yang ada di perut Didit sekarang memasuki dua Minggu....aku saranin untuk Mas Prabu dan Didit saat berhubungan suami istri untuk mengeluarkan di luar dan lakukan senyaman mungkin." Mereta menyelesaikan pemeriksaan kandungan sahabatnya.
"Saat ini kesehatan ibu dan anak yang paling utama bagi saya....terima kasih ya Mereta sarannya." jawab Prabu sekenanya, baginya kesehatan Aurora paling utama.
"Aku bahagia Didit dan Mas Prabu mendapatkan rezeki dari Allah semoga di mudahkan hingga melahirkan." Mereta mengambil sesuatu dari dalam tasnya dam memberikan kepada pasangan ini. "Besok ulang tahun Kenzo...aku berharap Didit dan Mas Prabu datang bawa sekalian si Kembar dan dua princess kalian ya." Mereta sudah menyiapkan jauh-jauh hari ulang tahun pertama anaknya Kenzo.
Pintu ruangan Mereta terbuka, sosok Raditya dan Sarah masuk diikuti Angkasa dan Satrio. Ruangan Mereta lebih luas dari ruangan poli lainnya.
"Anak ayah gimana kabarnya....katanya kamu hamil ya." Raditya tidak sabar mendengarkan informasi dari sang anak.
"Alhamdulillah ayah...aku dan Abang Gaza kembali dipercaya Allah untuk menitipkan kepercayaannya kepada kami."
"Alhamdulillah ayah kembali nimbang cucu....jaga kesehatan ya Rara...kamu dan bayi mu semoga sehat selalu...hanya itu doa ayah."
Angkasa dan Satrio juga ikut mengucapkan selamat kepada Prabu dan Aurora atas kehamilan keduanya.
"Mama senang....kamu tidak menunda-nunda memiliki anak....berkah untuk keluarga kita....Mama dan ayah udah menyiapkan untuk Kelian berdua...nanti singgah dulu ke rumah." Sarah bersyukur anaknya tidak menunda-nunda memiliki keturunan baginya banyak anak banyak rezeki.
Prabu dan Aurora kembali ke rumah mereka setelah dua hari di rawat di rumah sakit, Aurora meminta kepulangannya di percepat karena khawatir dengan anak-anaknya.
__ADS_1
"Abang bahagia memiliki kamu Ra....menerima Abang apa adanya....kamu tidak menuntut sesuatu yang lebih....bagi Abang hati dan jiwa kita selalu menyatu merupakan kebahagiaan tak terhingga." Prabu mengecup punggung tangan sang istri dengan lembut.
"Bagiku Abang dunia ku.... Aku bersyukur memiliki Abang yang selalu siaga setiap saat....kini kita kembali di percaya memiliki anak."
Prabu tersenyum lembut untuk wanitanya ini, baginya Aurora tempat untuk pulang. Dua tahun berumah tangga dengan cinta pertamanya tidak selalu bahagia, ada juga mereka saling selisih paham dalam mengurus ke empat anaknya. Namun, Prabu atau Aurora selalu bisa memecahkan permasalahan yang mereka hadapi dengan saling berkomunikasi dengan baik.
"I love you Reditha Aurora Nataprawira.....Semoga kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan dan bertemu di surga Nya." Prabu memberi sesuatu yang belum pernah sama sekali Aurora terima dari sang suami.
Aurora membuka hadiah yang diberikan Prabu, kotak segiempat berpita pink lembut. Dengan perlahan Aurora membuka kotak tersebut, dirinya terkejut dengan hadiah yang diberikan sang suami untuknya.
"Abang aku tidak percaya ini....Abang mengumpulkan foto-foto kita dari awal kenalan hingga memiliki si kembar...dan semuanya indah dengan rangkaian kata-kata dalam setiap fotonya." Aurora tidak tahu jika selama ini Prabu memotret setiap momen yang mereka lewati bersama.
"Kamu adalah jawaban doa aku selama ini, Kamu merubah aku untuk lebih baik....Abang bersyukur memiliki kamu."
Keduanya saling tersenyum mengigat momen indah yang baru saja keduanya lewati, bagi Prabu tidak harus wanita cantik dan berpendidikan tinggi untuk bersanding dengan dirinya. Aurora sudah melengkapi semuanya kekurangan yang dimilikinya selama ini, hati yang lembut, jiwa yang sabar dan senyuman yang tulus yang selalu di terima Prabu setiap dirinya memeluk wanita yang selalu menutupi kekurangannya selama ini.
"Abang....semakin hari aku selalu berdoa agar kebahagiaan ini tidak hilang begitu saja....Aku menemukan laki-laki yang mengerti aku..mencintaiku tanpa syarat....Aku bahagia menjadi istri yang kedua....namun cinta Abang tidak berubah dari dulu hingga sekarang...Terima kasih Prabu Gaza Kalandra." Prabu menarik tubuh sang istri untuk berpelukan, baginya tidak ada yang kedua.
Aurora akan selalu bertahta di hatinya dari awal bertemu hingga sampai sekarang, Prabu merupakan pria beruntung yang bertemu dengan perempuan yang bisa menerimanya tanpa syarat.
"Kamu akan selalu menjadi tempat aku pulang Reditha Aurora Kalandra." Ucap Prabu sambil melepaskan pelukannya.
Prabu dan Aurora akan selalu menguatkan satu sama lain, bagi Aurora memberikan cinta tanpa batas untuk Prabu merupakan wujud cintanya kepada pria ini. Prabu bahagia dengan kehidupannya yang sekarang bisa memiliki Aurora memberikannya perhatian dan cinta tanpa syarat merupakan anugrah terindah dalam hidup Prabu Gaza Kalandra.
"Buna.....kemana saja dua hari ini....Arumi takut Buna dan Papi pergi ninggalin kami." Arumi menunggu kedatangan kedua orang tuanya di teras rumah.
__ADS_1
"Masuk dulu yuk....Buna ada hadiah untuk Arumi dan Mbak Embun." Aurora dan Prabu masuk ke rumah besar itu.
Papa Danu dan Mama Diana menemani si kembar bermain di ruang keluarga, melihat kedatangan Prabu dan Aurora keduanya tersenyum bahagia. Mereka kedatangan anggota baru sembilan bulan ke depan.
"Selamat ya nak....kami bahagia kamu hamil anak Prabu yang kedua....Papa dan Mama berdoa semoga kamu dan si baby sehat hingga melahirkan nanti." Mama Diana memeluk menantu kesayangannya ini.
"terimakasih Mama dan Papa doanya....aku dan Abang Gaza berterimakasih telah menjaga Embun...Arumi dan si kembar selama aku di rawat."
Prabu dan Aurora memberitahu Embun dan Arumi dengan hati-hati jika keduanya kembali memiliki saudara, Embun maupun Arumi tidak keberatan memiliki saudara baru bagi keduanya memiliki saudara banyak bisa menjadi penjaga di kemudian hari.
malam harinya Aurora dan Prabu duduk di sofa kamar mereka memperhatikan tingkah si kembar yang bermain di tempat tidur mereka yang berada di samping tempat tidur utama.
"Anak Papi lagi main apa?" Prabu menyapa keduanya yang tengah asyik bermain bola-bola yang tergantung di box bayi keduanya.
"Za.....za....za....za" Baby Azzam berceloteh menanggapi ucapan ayahnya.
"Bu.....Bu....Bu" Baby Haidar juga ikut menimpali ucapan sang kakak.
"Rara anak kita udah bisa manggil nama bapaknya....besok kamu ubah panggilan ke Abang....mereka pasti meniru ucapan kamu." Prabu tertawa kedua anaknya memanggil namanya, berarti keduanya mengenali Prabu sebagai ayah mereka.
"Ra.....Ra....Ra." Si kembar berteriak senang ketika sang ibu merentangkan tangannya untuk memeluk keduanya.
TAMAT.
####
__ADS_1
Cerita Aurora dan Prabu akan berlanjut dengan kisah David dan Sifa....tetap stay ya....nanti akan ada Prabu dan Aurora dalam plot cerita David dan Sifa....love dan big hug untuk pembaca setia Aurora Marriage.
Aku ada cerita baru tentang perjuangan Aditya Prawira mengejar cinta Hira Arinta....penuh dengan rintangan yang menghadang hubungan keduanya....yuk ikuti juga kisah mereka. Di tunggu ya vote like dan komentar di Cinta untuk Hira Arinta.💙💙💙