
Hari ini Aurora ditemani Diana memeriksakan kandungannya, Prabu meminta tolong kepada ibunya untuk menemani istrinya karena Prabu harus mengikuti rapat pimpinan di Sara Group.
Aurora sudah memberitahukan Mereta agar ia bisa bertemu berkonsultasi tentang kandungannya. Diana antusias menemani Aurora melakukan check up rutin kehamilannya.
"Didit dan Tante silahkan masuk." Mereta mempersilahkan Diana dan Aurora masuk ruangan Prakteknya.
"Tambah cantik aja bumil....apa lagi sekarang pakai hijab...Aura kecantikannya keluar." Puji Mereta yang sedang mempersiapkan alat pemeriksaan.
"Kamu bisa aja....Buruan susul aku....ga ingin juga seperti aku."
"Aku dan Mas Satrio kemaren baru menaikkan berkas nikah kantor...tunggu jadwal dari komandan nantinya." Mereta menyuruh Aurora berbaring di ranjang pemeriksaan.
"Didit...Tante Diana mau lihat jenis bayi sekarang ga? Udah kelihatan bentuknya."
"Boleh deh....Mama penasaran juga....Boy or Girl." Ucap Mama Diana semangat.
Aurora merasakan jantung berdebar kencang untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang dikandungnya. senyum Diana merekah melihat layar yang menampilkan kedua cucunya.
"Selamat ya Didit dan Tante sepertinya jagoan....lihat posisinya... keduanya Tentara Didit." Ucap Mereta sumringah mengetahui jenis kelamin anak yang di kandung sahabatnya.
"Alhamdulillah....Mama akan hubungi Papa....pasti Papa akan senang mendengar kabar gembira ini."
"Mereta aku masih belum percaya jika mengandung bayi laki-laki.... Tanda-tanda yang aku baca di buku menunjukkan jika aku hamil anak perempuan." Antara bahagia dan haru ia mendengar jika dirinya akan memiliki jagoan.
"Hamil ini sama dengan tebak-tebak buah manggis Didit....orang beranggapan hamil anak perempuan tetapi yang lahir laki-laki dan sebaliknya.... Tergantung kekuasaan Allah." Ucap Mereta yang telah selesai pemeriksaan kehamilan Aurora.
"Mama senang kamu hamil anak laki-laki menjadi penerusnya Prabu...Dia udah lama berkeinginan memiliki anak laki-laki." komentar Diana untuk menyenangkan suasana hati menantunya.
Aurora bahagia bisa mengandung bayi laki-laki sesuai keinginan Prabu, ia berencana akan memberikan kejutan untuk suaminya setelah konsultasi dengan Mereta.
"Selama kehamilan ini kamu tidak mengalami kesulitan kan? lihat dari fisik kamu sehat....si kembar juga sehat."
"Selama ini yang ngidam dan morning sickness Abang Gaza....cuma nafsu makan yang meningkat." Aurora menepuk pipi yang chubby.
"Ya udah aku kasih vitamin dan obat agar fisik dan kandungan kamu kuat...sekarang mau jalan tujuh ya Didit." Jelas Mereta membaca buku konsultasi milik Aurora.
__ADS_1
"Iya....semoga nanti menjelang lahiran diberi kelancaran."
Selesai pemeriksaan Aurora berencana akan pergi ke kantor Prabu yang tidak jauh dari rumah sakit. Mama Diana dengan setia menemani untuk hari ini mengantikan Prabu yang tidak bisa menemani Aurora konsultasi.
Aurora membelikan sebuah cake untuk cemilan Prabu, hari ini ia tidak memasak karena janjian akan makan di luar bersama.
masuk lobi Sara Group Aurora dan Diana melangkah ke ruangan Prabu yang terletak di lantai tiga puluh. Aurora sudah hafal dimana ruangan Prabu.
"Ditha Mama baru pertama kali kesini....perusahan Keluarga kamu lebih besar dari Kalandra Tecno." Komentar Diana yang kagum dengan desain interior Sara Group.
"Sekarang kita udah satu keluarga....Sara Group juga welcome untuk keluarga Kalandra....Mama boleh setiap hari ke sini." Aurora menempelkan kartu akses untuk masuk ke ruangan Prabu.
Aurora dan Diana masuk ke ruangan Prabu yang luas, Prabu yang sedang berdiskusi dengan beberapa manajer terkesima kedatangan Aurora ke ruangannya.
"Maaf menganggu waktu...saya kira Pak Prabu tidak ada tamu."
"Rara....ini kejutan untuk Abang ya.... Apalagi datang dengan Mama....duduk dulu pasti capek dari rumah sakit." Prabu menuntun kedua wanita Kalandra itu untuk duduk di sofa yang kosong.
"Semua udah kenalkan dengan istri saya? Jika tidak ada yang kenal sangat keterlaluan.... pemilik perusahaan saja tidak tahu." Ucap Prabu yang menatap beberapa cango melihat kemesraan Prabu dan Aurora.
"Diskusi sudah selesai....saya mau me time dengan keluarga saya...silahkan keluar." Usir Prabu kepada orang-orang yang menatap memuja Aurora.
"Mama kelihatan kecapekan....Gimana pemeriksaan Rara hari ini." tanya Prabu kepada sang ibu yang terlihat lelah berada di luar rumah begitu lama.
"Sekarang Mama sering capek....tapi Mama senang menemani Istri kamu konsultasi kehamilan.... Dulu mana pernah." keluh Diana yang merasa senang diajak Aurora memeriksa kandungannya.
Aurora menata piring kecil untuk makan cake yang dibelinya ketika menuju Sara Group. "Abang Gaza potong kuenya....tangan aku kebas dari tadi menjinjing tas kesini." Aurora memberikan pisau pemotong kepada Prabu.
Kue tersebut bertulis Daddy waiting for you.....We are...." Prabu heran membaca tulisan yang ada di atas kue ini.
Ketika Prabu mulai memotong kue itu, terlihat lelehan cairan berwarna biru. Pikiran mulai berkecamuk apa maksud semua ini. Ada satu kejanggalan yang hinggap di kepalanya.
"Rara....Anak kita Boy......apa Keduanya jagoan." tebak Prabu setelah melihat lelehan cairan kue itu.
Aurora mengangguk membenarkan pernyataan Prabu, Kebahagian tidak bisa tertutupi setelah mendengar tebakan Prabu.
__ADS_1
"Prabu sesuai keinginan kamu dulu...mau mempunyai teman main bola....Ditha menyempurnakan Keluarga kamu Nak." Ucap Diana haru ketika melihat Prabu terharu dengan Kejutan yang berikan Aurora.
"Benar keduanya jagoan....Abang akan meminta desain interior rumah kita merancang kamar untuk kedua jagoan kita."
"Iya....Tadi aku diberitahu Mereta jika jenis anak kita laki-laki.... Sesuai nama yang aku berikan Venus dan Jupiter."
"Papi tidak sabar akan bertemu dengan kalian...sehat disana ya sayang." Tidak hentinya Prabu bersyukur sambil mengusap perut buncit istrinya.
"Ya udah kita pergi makan siang....aku traktir Mama dan Rara....hari ini aku bahagia jika anak aku berjenis laki-laki." Prabu mengambil dompet dan kunci mobilnya.
Ketiganya menjemput Embun dan Arumi, Papa Danu sudah menunggu di restoran langganan Keluarga Kalandra. Raditya dan Sarah sedang tidak berada di Jakarta karena pergi dengan Panglima TNI mengunjungi korban banjir bandang.
"Papi tumben jemput aku dan Ade....biasanya pak Maman." Embun masuk ke mobil menyapa penumpang yang berada di mobil Prabu.
"Kita udah lama ga makan bersama di luar....Karena kesibukan Papi...Mbak Embun dan Arumi nanti pasti senang."
"Kita mau makan di luar ya....aku udah lama ga makan di luar....lebih sering makan masakan Buna." Embun berteriak girang orang tuanya mengajak makan di luar.
Arumi tertidur yang kelelahan bermain di play group, rambutnya tidak sesuai tatanan lagi, ada beberapa keluar dari ikatannya. Diana tersenyum melihat kehangatan keluarga kecil putranya, tuhan mengirim Aurora untuk menyempurnakan sosok Prabu yang banyak memiliki kekurangan.
Tiba di restoran, Arumi sudah kembali segar karena mendengar Prabu mengajaknya makan makanan kesukaan Arumi, Embun dan Aurora berjalan beriringan memasuki restoran mahal ini.
Papa Danu sudah menunggu kedatangan keluarganya di meja VVIP restoran. Pandangan Prabu dan Aurora tidak lepas dari tiga orang yang duduk di hadapan Danu Kalandra.
"Opa....kenapa Arsya ada disini?" Ucap Arumi tidak terima teman usilnya berada di dekat sang kakek.
"Arumi....Aku mau makan dengan Papa dan Mama aku....Opa Danu tadi sendirian....Papa yang ngajak bergabung." Arsya tidak mau lepas dari pelukan pria yang sudah putus asa itu untuk memperjuangkan keinginannya.
"Kami tidak menganggu acara keluarga Pak Prabu Kalandra kan?...saya tadi cuma ingin menemani Pak Danu yang sendirian." Jelas Pria itu dengan tenang.
"Tidak sama sekali Pak David....Saya berterimakasih telah menemani Papa saya untuk mengobrol."
Aurora menatap lama gadis yang di samping David. Wajahnya ayu khas perempuan Jawa memakai hijab seperti dirinya. Ia sempat mendengar ucapan Arsya mau makan bersama Papa dan Mama. Jadi maksud bocah itu dengan kedua orang tuanya, berarti Celine telah memberi kebebasan Arsya bertemu ayah kandungnya.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
terima kasih vote like dan komentar yang membangun....aku tidak menyangka tulisan pertama ku mendapatkan hadiah dari pembaca setia Aurora Marriage.🤗
Jangan Lupa baca juga Jodohku Pria Tua....Lingga udah kasih surat untuk Sakura....gimana ya tanggapan Sakura.