
Prabu dan Danu melihat kemarahan Nyala yang merupakan sepupu Raditya. Keduanya ternganga mendengar jika Antoni suami pertama Nyala.
"Kenapa kamu muncul lagi Nyala? setelah mencampakkan suami kamu yang seorang sopir Keluarga Subiantoro." Tuti memprovokasi Nyala.
"Kamu dalang mengirim foto Mas Anton kepada Mama saya yang sedang sakit parah tiga puluh tahun lalu.....Mama saya terjatuh di kamar mandi setelah melihat foto itu....Alasan Keluarga saya memaksa menceraikan Mas Antoni semua campur tangan kamu juga." Ucap Nyala dengan dinginnya.
"Kamu tahu Mas Antoni bercerai mendapatkan Yayasan sekolah yang didirikan oleh Jatmiko Subiantoro....Dasar rubah licik ya! kamu sudah di tolong suami saya malah menusuk saya dari belakang."
Tuti tidak mengira akan berhadapan langsung dengan seorang Nyala Untai Permata anak Jatmiko Subiantoro, Ia tahu jika keluarga Subiantoro termasuk konglomerat.
"Gimana mengais rezeki dari hasil merampok suami orang? Apa hidup kamu tentram? Saya yakin uang yang diberikan Mas Anton tidak cukup untuk kamu." Nyala mengeluarkan semua luka yang ditahan selama ini.
"Salahkan Keluarga kamu yang selalu menuntut mantan sopirnya bekerja perfect.....Saya melihat peluang di depan mata maka menjebak suami kamu ini yang mantan sopir keluarga Subiantoro....Dia sudah di hina dipaksa mengangkat derajatnya....Laki-laki tidak becus." Umpat Tuti melihat suaminya yang sudah menikah kembali dengan wanita masa lalu.
"Mantan sopir ini yang tahu gimana saya sejak dulu....Dan putri mahkota Sabiantoro ini menerima pria yang jauh dari kata sempurna....Bagi saya Mas Antoni yang mengerti kondisi saya....Dan KAMU memanfaatkan situasi itu....sekarang berbalik saya juga memanfaatkan keadaan menikah kembali dengan mantan suami saya Antoni Thanjra." Nyala memamerkan cincin blue safir yang tersemat di jari manisnya.
"Tuti....ini waktu yang tepat bagi saya mengucapkan talak cerai untuk kamu.... Widanara bukan anak saya kan? Wida kamu adopsi dari panti asuhan Harapan." Anton akhirnya buka suara melihat kedua istrinya bertengkar.
"Adik Widanara yang di Australia merupakan anak teman kamu yang meninggal dunia melahirkan.....Saya sudah tertipu selama ini dengan wanita rubah." Anton memberikan amplop coklat berisi tes DNA Widanara dan adiknya yang dilakukan Anton diam-diam sebelum kepergian Wida.
Wajah Tuti berubah membaca hasil tes DNA yang dilakukan suaminya. Hasilnya 99% negatif, kebohongan yang selama ini ia tutupi rapat akan terbongkar.
Begitu pula dengan Prabu dan Danu mereka seperti membeli kucing dalam karung. Wida ternyata bukan anak Tuti, Prabu shock mendengar ucapan mantan ayah mertuanya, Kini ia sadar kenapa Wida hidup bebas karena kurang perhatian kedua orang tuanya.
"Ayah ini perempuan yang datang ke rumah kita malam itu? Kalah saing dengan ibu....dia tidak memiliki apa-apa dibandingkan ibu.... Lihat tas Chanel milik dia tiruan...suka memakai barang tiruan ternyata." Samudera mengompori kedua orang tuanya untuk menyudutkan Tuti.
Tuti memandang seksama wajah pria yang seumuran dengan Prabu itu, Wajah pria ini sangat mirip dengan Antoni namun hanya kulitnya mengikuti kulit Nyala.
"Apa mau cari kemiripan wajah saya dengan Ayah? Jelaslah saya anak halal di olah dalam pernikahan pasti mirip bapak biologisnya." tebak samudera isi kepala Tuti yang menatap lama.
__ADS_1
"Anak dan Ibu sama tidak memiliki etika... merampas milik orang lain....Ibu kamu pasti menggoda Antoni mau dengan dia." Tuti tersenyum remeh melihat ketiganya.
"Kalau iya kenapa Tuti....Saya mau kembali dengan Nyala... Ingin hidup bersama dengan anak KANDUNG saya yang telah terpisah lama." Ucap Anton menantang Tuti yang tidak takut dengannya.
"Cih....Sampah mau kembali seperti raja gitu maksud kamu." Balas Tuti karena ia kalah telak mendengar ucapan Antoni.
"Kalau saya sampah Kenapa masih mencari keberadaan saya.....Nyala tahu cara mengangkat seorang sampah menjadi raja....sedangkan kamu bisanya apa?" Anton geram istrinya ini tidak pernah menjaga mulut sama sekali.
"Mas Anton kita kesini mau pamit....Sekalian mau ngasih surat gugatan untuk istri tua kamu itu....kasian Samudera meninggalkan pekerjaannya." Nyala kembali menyiram minyak agar api terus berkobar.
"Tante ini istri tua ayah? Sekarang ibu istri muda ayah dong." Ucap Samudera mentertawakan Tuti. "Prabu dimana Aurora....aku mau ketemu sekalian pamit." Samudera menoleh kepada Prabu dan Danu yang sejak tadi menonton drama keluarganya.
ketiganya meninggalkan Anton Nyala dan Tuti, mereka tidak akan ikut campur masalah keluarga Subiantoro yang sangat rumit.
"Bukannya surat itu ada dalam tas kamu sayang." Ucap Anton memanaskan keadaan biar tahu rasa berhadapan dengan keluarga Subiantoro.
"Kurang ajar kamu Anton....Tega kamu menikahi dia tanpa sepengetahuan saya." Ucap Tuti geram sambil merobek surat gugatan itu.
"Wah ada drama keluarga disini....Sarah bawa Embun dan Arumi menjauh dari singa betina ini." Raditya langsung masuk tanpa permisi melihat Sepupunya dihakimi Tuti.
Sarah membawa langsung kedua anak Prabu ke lantai atas lalu kembali turun menemani Raditya. Sarah memberikan amplop berlogo rumah sakit milik keluarganya.
"Mbak Nyala ini kado pernikahan Mbak dengan suami semoga bahagia ya....Abang ayo kita lihat Cucu tersayang kita." Sarah menarik Raditya menemui Aurora di lantai atas.
Nyala membuka amplop yang berikan Sarah kepadanya. Diambilnya ponsel menghubungi seseorang dan memberitahukan alamat rumah Danu Kalandra.
"Mas kamu baca ya....Ini hadiah Radit dan Sarah untuk kita berdua." Nyala memberikan bukti yang terbaru kejahatan Tuti selama ini.
Tak lama kemudian seseorang datang menyeret Lisa dan Laki-laki simpanan Tuti. Wajah laki-laki sudah babak belur mendapat hadiah dari orang suruhan Samudera.
__ADS_1
Keluarga Kalandra turun melihat perang dunia antar istri tua dengan istri muda. Anton sudah tersulut emosi melihat wajah laki-laki yang menjadi selingkuhan Tuti.
"Saya jelaskan sekarang kenapa Mas Anton bisa kembali bersama saya." Ucap Nyala memberi alasan perkawinan yang kedua ini. "Saya dengar Tuti kekeh menjodohkan Lisa dengan Kamu Prabu.....benarkan?" Nyala meminta persetujuan kepada Prabu.
Prabu tak menjawab namun gestur tubuh mengatakan pernyataan nyala memang benar. Semua orang terpusat kepada Lisa dan Tuti. Sementara Aurora dan kedua anaknya dilarang turun ke bawah.
"Lisa adalah anak kandung Tuti dengan pria ini....Keduanya sudah berencana jauh hari menguras harta kekayaan Kalandra dengan memanfaatkan Mas Anton." Nyala memberikan amplop yang ia pegang kepada Anton.
Anton langsung melayangkan satu pukulan kepada Tuti hingga tersungkur. "Sekarang juga saya menalak kamu Tuti Koeswoyo....Tidak ada pembagian harta Gono gini...rumah dan Yayasan beserta isinya sudah saya pindahkan untuk panti tempat Wida di besarkan....Kita tidak memiliki anak maka saya berhak atas harta yang saya bawa dalam pernikahan." Wajah murka Anton tidak bisa menutupi kemarahannya.
"Bajingan kamu Tuti....tidak cukup kamu menyiksa saya berpisah dengan anak istri saya....lalu berselingkuh dengan guru yayasan sekolah saya."
Lisa menatap ibu kandungnya yang tersungkur penuh darah, Ia masih terkejut fakta yang didengarnya dari bibir istri muda Antoni. Lisa merasa ada kedekatan batin antara dirinya dengan Tuti, Selama ini ia tinggal dengan eyang putri ibu dari Tuti. Setelah Eyangnya meninggal dunia Tuti membelikan satu unit apartemen mewah untuknya. Lisa pernah bertanya keberadaan orang tuanya kepada Tuti, Ibu kandungnya menjelaskan orangtuanya meninggal karena kecelakaan dan Tuti yang akan menjadi orang tua Lisa. Sekarang ia sadar wajahnya mirip dengan guru matematika di sekolah yayasan milik Anton.
"Kalian bereskan ketiga orang ini....satu lagi sita dua unit apartemen di kawasan Senopati atas nama Tuti Koeswoyo." Anton memerintahkan orang suruhan Nyala menyita semua harta milik Lisa dan Tuti.
Orang itu menyeret ketiganya keluar rumah Danu Kalandra atas perintah Antoni dan Nyala. Lisa masih bisa hidup dengan Aktar tapi bagaimana nasib kedua orang tuanya pikir Lisa.
Di dalam kediaman Danu Kalandra semuanya duduk menunggu Antoni berbicara untuk meminta maaf kepada keluarga Nataprawira dan Kalandra.
"Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada anak kamu Radit....Saya tidak tahu istri Prabu itu anak kamu....Sekarang kamu bisa mengulang kembali pukulan tiga puluh tahun lalu." Ucap Anton Pasrah.
"Saya yang harus meminta maaf kepada Mas Anton....Saya sudah mendengar dari Nyala dan Om Jatmiko tentang jabakan istri tua kamu Mas." Masih sempat Raditya menggoda suami sepupunya itu.
"Ibu dengar lagu aku ya....senang dalam hati ayah memiliki dua istri....jika istri tua merajuk pulang kepada istri muda." Samudera mencairkan suasana yang sempat tengang dengan menyanyikan lagu milik salah satu band Indonesia.
🌹🌹🌹
Hari ini aku Up dua kali...jangan lupa Vote like dan komentarnya....Jangan kasih vote suara Samudera yang luar Biasa.....❤️❤️
__ADS_1