
Prabu menemui kedua sahabatnya untuk menyampaikan berita bahagia ini, Bekerja sama dengan Sara Grup impian ia dua tahun lalu perusahaan yang berstatus milik keluarga istrinya.
"Aku ada berita bagus untuk kalian berdua...." Prabu menemui kedua diruangan Bayu. "Ditha hamil" Soni memotong ucapan Prabu.
"Bukan....tapi aku berharap Rara cepat hamil....ini berita yang udah kalian tunggu setahun lalu.....Sara Grup menerima Proposal kita" Prabu bisa melihat wajah penuh sumringah kedua sahabatnya.
"loh....kok bisa....Gue satu club golf sama si CEO Sara Grup ga pernah membahas proposal kita....itu udah lama Prabu." Bayu heran Sara Grup menerima Proposal dari Kalandra Tecno.
"Rejeki kita bro syukur aja....Sejak Prabu menikahi anak SMA.... Rejeki dia menggalir terus....doa istri dan anak dirumah." Soni teguh mengeluarkan petuah bijak. Prabu langsung melempari gulungan kertas ke wajah Soni.
"Gue bahagia Kalandra Tecno menjelajahi pasar luar negeri...oh iya bini gue berterima kasih kepada bini lu karena telah memberikan voucher perawatan salon termahal" Bayu mengigat istrinya histeris menerima pemberian Aurora.
"Si Gita sampai terkejut biaya perawatannya....bini lu sekaya apasih?" Soni tidak tahu Aurora ratu retas meretas uangnya pasti banyak.
"Bini aku cari duit yang halal....sering sedekah bersyukur tiap hari punya suami seperti aku" Prabu meninggalkan kedua sahabatnya yang begong mendengar kalimat terakhir yang diucapkannya.
Pekerjaan Prabu akan bertambah banyak setelah kerja sama dengan pihak luar, para mitra kerjanya mengapresiasi Prabu bisa keluar dari zona nyaman. Para pemegang saham ikut bahagia mereka tidak salah menunjuk Prabu menjadi direktur utama.
Setelah rapat evaluasi kerja sama dengan investor Jepang Prabu keluar kantornya menemui Aurora. "Abang Gaza kita makan siang dulu....Aku udah panas makanan kesukaan Abang" Tercium bau harum ketika Prabu masuk ruangan Aurora.
"Rara kapan kamu masak makanan ini.... Abang udah lama ga makan ini" Pepes ikan gurame untuk makan siang mereka kali ini.
"Tadi pagi selesai sholat malam....Abang pasti kangen makanan ini....Ayo kita makan dulu" Aurora mengambilkan Prabu nasi panas mengepul dan menyajikan pepes ikan itu.
"Enak Ra....Abang udah kepengen dari kemaren...karena ada Serena ga jadi deh" Prabu menikmati masakan istrinya bisa gendut badannya nanti.
__ADS_1
mereka makan berdua menikmati kebersamaan, Aurora memberikan air jeruk untuk menetralisir lemak tubuh, makan enak tubuh tetap sehat.
"Rara nanti mobil kamu dibawa pak Maman aja ya pulang bersama Abang." Prabu membantu membereskan makanannya. "Abang jam berapa keluar kantor....aku jam tiga udah kelar" Aurora hanya mengecek posisi saham Sara Grup di bursa saham Indonesia.
"Abang kirim sopir kantor gimana jemput kamu?" Prabu memberi ide untuk mempermudah mobilitas istrinya. "Aku aja nanti ke sana bersama pak Maman....Nanti aku ke ruangan IT dulu ya Abang....Mas Andi meminta aku membantu settingan perangkat lunak versi Jepang" Aurora akan membantu Kalandra Tecno kapanpun jika dibutuhkan.
"Ya udah....nanti Abang rapat sore kamu masuk aja ke ruangan Abang tunggu disana kalau udah selesai di bagian IT." Prabu kembali memakai jasnya.
"Ganbatte Abang" Aurora memberi semangat untuk kembali bekerja. "Terima kasih makanannya selalu memanjakan perut Abang." Prabu mengecup bibir istrinya kemudian pergi kembali Kalandra Tecno.
Jam tiga Aurora telah bersiap pergi ke Kalandra Tecno ia menunggu Celine menyelesaikan pekerjaannya.
"Ditdit sorry..menunggu lama....ada panggilan alam" Celine menghampiri Aurora yang menunggunya dilobby Sara Grup. "Ya udah kita pergi" Aurora masuk bersama Celine ke dalam mobil Range Rover.
"Ditdit ini pertama kali aku bekerja diluar jam Sara Grup....Kamu kasih tambahan intensif ya." Celine dari dulu berbicara apa adanya maka Aurora betah berteman dengan Celine.
"Terima kasih ya Ditdit kamu ga pergi disaat aku terpuruknya....Kuliah aku putus gara-gara bajingan itu." Celine masih teringat kenangan pahitnya yang terjadi tujuh tahun lalu.
"Kamu cerdas....itu kenapa aku menyuruh kamu untuk kuliah di ITB...tidak ada kata terlambat"
"Didit dia kembali lagi" Celine pernah melihat David makan malam disebuah hotel, ia saat itu selesai rapat koordinasi bersama para manajer.
"Aku tahu...Dia bahkan menghina aku....mengatakan jika pilihan aku rendahan....dia aja masih nebar benih sana sini....maaf" Aurora langsung teringat ucapan menyinggung perasaan Celine.
"Emang kenyataanya begitu Dit....aku ga akan pernah mempertemukan dia dengan anak aku ...dulu dia ga mengakuinya"
__ADS_1
"Aku berharap kamu bertemu jodoh yang menerima kamu apa adanya ya Cel." Aurora tahu luka akibat pemerko**** masih membekas di hati Celine ia sering melihat Celine menangis mendengar hinaan orang-orang terhadap anaknya.
Tiba dilobby Kalandra Tecno Aurora langsung menuju lantai delapan, Andi IT senior Plt manajer IT menunggu putusan dari direktur utama.
"Assalamualaikum...Bagaimana kabarnya" Aurora menepuk bahu Dinda yang sedang asyik menonton drama Korea.
"Mbak Ditha.....aku kangen..... telepati ini namanya aku berharap Mbak kesini" Dinda langsung memeluk Aurora, ia bahagia mantan atasan main kesini.
"Mbak udah pesan makanan kesukaan para masyarakat IT silahkan nikmati ya." Aurora mencari keberadaan Reno ia ingin memesan kue buatan Arin untuk panti Harapan.
Andi telah menunggu diruangan Aurora yang dulu ia lebih baik menemui Andi terlebih dahulu. "Loh mbak Ditha yang akan bantu kita mas" Reno ternyata didalam ruangan Andi ia meminta persetujuan peninjauan kembali.
"Iya....Mas Andi minta tolong bantuin kerjaan dia....karena kamu disini Mbak mau pesan kue buatan Arin seratus biji ya....nanti alamat mbak kasih....tetap ingat jangan kecapekan" Aurora tetap mengigat kesehatan Arin yang sedang hamil muda.
"terima kasih Mbak....Arin pasti senang ini rezeki anak kami....Minggu kemaren udah check up kandungan hasil Alhamdulillah baik-baik aja anak dan ibunya" Reno bersyukur mantan atasan tidak pernah melupakan dia. Reno keluar setelah mendapatkan tanda tangan Andi.
"oh iya Mas Andi aku bawa teman....Celine kenalkan Mas Andi IT senior disini." Andi sejak tadi sudah memperhatikan sosok perempuan yang ikut bersama Aurora.
"kamu bisakan membantu Mas Andi....Aku ada urusan...tenang intensif akan aku lebihkan" Aurora menerima pesan dari Prabu jika rapat akan selesai.
"Nanti aku pulang sama siapa....aku ga kenal orang-orang disini" Celine selalu takut bertemu orang baru.
"Gimana sopir su..." Hampir Aurora keceplosan jika Andi tidak memotong ucapannya. "Biar Mas yang Antarkan...alamat Celine dimana" Andi juga akan menjemput anaknya. "Mampang Prapatan Mas." Aurora pamit pergi meninggalkan keduanya. " Searah ke rumah saya....jangan takut saya orang baik...bisa kita mulai" Andi bisa menangkap ketakutan dari mata Celine.
Aurora menunggu Prabu sepuluh menit akhirnya mereka keluar kantor, Prabu sudah melepaskan jasnya mengganti dengan jaket Boomber.
__ADS_1
"Mobil Abang mana kita pergi menggunakan apa?" Aurora heran dimana parkir mobil suaminya. "Kita pergi pakai motor kamu pasti suka ayo...nanti keburu jam pulang kantor" Prabu menarik Aurora untuk naik keatas motor Harley Davidson miliknya.