
Aurora menerima panggilan dari Mama Sarah, Panggilan video, Aurora canggung mau menerimanya, Prabu mengangguk memberi izin, Ia juga ingin mendengar suara anaknya.
"Mam, wees nog niet bevooroordeeld." (Mama jangan berprasangka buruk dulu) Muka Aurora memerah Manahan malu suami bahkan keselek saat minum.
"Oh....mungkin suami kamu itu gemas dengan bibir kamu itu...Mama juga pernah muda....Rara kamu udah di Jakarta ya" Sarah memaklumi jika anaknya pengantin baru.
"Bukan juga begitu Mama....Aduh gimana mau jelasin ini....Mama dimana?...Embun dan Arumi mana?" Aurora auto salah tingkah ia menangkap senyuman mesum milik suami.
"Embun Arumi pergi bersama Alana dan Elif ditemani Keanu dan Atena bermain Ice skating"
"Siapa lagi yang pergi....Keanu kalau udah bersama Embun pasti ga ada benarnya" Mama Sarah tertawa mendengar kepanikan anaknya.
"Mereka pergi lebih sepuluh orang....Tadi Embun ga sabar mau mencoba main Ice skating di mall milik Om Gege....Eh....kamu dimana...ini bukan rumah kita Rara" Sarah tersadar melihat background anaknya.
"Aku dirumah Abang Gaza....Mama mau bicara dengan Mama Diana? atau Serena?" Aurora mengubah mode kamera memperlihatkan anggota keluarga Prabu.
"Mama mau bicara dulu dengan mertua kamu" Aurora memberikan ponselnya kepada Mama Diana. "Assalamualaikum Sarah...Bagaimana perjalanan bersama Embun dan Arumi" Mama Diana asyik bercerita dengan Mama Sarah. Aurora memilih duduk di samping suaminya.
"Gue baru sadar jika Mama Sarah memiliki pemikiran mainstream juga" Serena tertawa melihat wajah memerah Aurora. "Mas mertua kamu gokil juga ya" Serena mengalihkan tatapan menuju kakaknya.
"apaan sih...kamu kayak ga pernah aja begitu sama si Bima" Prabu menjawab sewot, kenapa adik manisnya berubah menjengkelkan. "Tadi lagi ngapain ayo.....Aku dengar Minggu kemaren ada ketangkap basah oleh hansip." Prabu langsung menatap permusuhan kepada Serena. "besok beli skincare lokal aja... subsidi dipindahkan ke Rara"
"Papa Mas Prabu jahatin aku....Papa yang nambah ya beli skin care" Serena mengadukan kepada Papa Danu yang asyik makan pizza buatan menantunya.
__ADS_1
"itu mah salah kamu menggoda Mas kamu....udah tahu dia kaku digoda juga....kan kamu sendiri yang rugi" Papa Danu lapas tangan, Ia bahagia anak menantu berkumpul bersama.
"Ditha gue tahu lu dapat bonus dari pihak Sono....bagi dollar dong....jangan si Antariksa aja terus yang dapat" Serena tidak habis akal ia merayu kakak ipar, Semoga Aladin dari botol keluar mohon Serena. "Udah gue beliin skincare yang lu minta kemaren...itu limited ya dapat tanda tangan dari kelly Janner" Terdengar sorakan Serena. "Terima kasih kakak ipar" Serena mencibir kakaknya, ga dapat dari Prabu Aurora pun jadi.
"Prabu Embun dan Arumi mau bicara dengan kamu" Mama Diana memberikan ponsel kepada Prabu. "Assalamualaikum Papi...hari ini aku senang bisa memakai sepatu ice skating...Om Keanu sabar mengajari aku....Ade cepat belajarnya....Dia udah bisa" Embun pulang dari mall ingin menceritakan pengalamannya.
"Walaikumsalam salam...Papi senang dengarnya...Mbak Embun giat berlatih seperti Ade...gimana liburan kalian bersama Nena?" Prabu bisa melihat wajah gembira anaknya. "Seru aku banyak ketemu teman baru....Sepupu Buna banyak punya baby disini" Embun memperlihat stroller baby diruangan itu.
Semua orang bernafas lega Embun tidak merasa tertekan, Arumi menceritakan jika grootvader Aurora mirip Hult karena terlalu tinggi dan besar. Semuanya dapat bagian berbicara, Danu bahagia cucu bisa berinteraksi yang orang lain, Ia bersyukur besannya membawa liburan anak Prabu.
malam itu penuh kehangatan antar sesama saudara dan menantu, Bima datang jam sepuluh menjemput Serena, Ia memberi resep pereda luka kepada Aurora.
🌺🌺🌺
"Mas Panji kenalkan ini suami Rara....Mas Panji ga datang karena istrinya melahirkan" Aurora memperkenalkan Prabu kepada saudara sepupunya yang menjabat sebagai CEO Sara Grup.
"ini orangnya Ra....Aubee pernah cerita Prabu minta bantuan untuk mewujudkan melamar gadis impiannya" Panji sudah tahu jika sepupunya sudah menikah dari Aubee.
"Salam kenal Mas" Prabu kikuk bertemu orang terpenting di Sara Grup. "Lu ga usah formal segala kita hanya beda tiga tahun....Gue udah anggap saudara" Panji mempersilahkan keduanya masuk ke ruangan nya.
"Rara Mas ga tahu alasan kamu melepaskan pekerjaan di Amerika, Opa meminta Papa Raditya menyuruh kamu pulang ya"
"Aku udah bosan kerja disana.... sepuluh tahun lamanya Mas....Kapan lagi mengabdikan diri untuk keluarga"
__ADS_1
"Oh ya bro lu teman si bay..bay ya... Gue lihat posting dia makan malam di Austin hotel....bilang ke dia proposalnya udah gue review... Kalandra Tecno bisa bekerja sama dengan Sara Grup" Panji ternyata juga dekat dengan sahabat Prabu mereka satu klub golf.
"Serius Mas....aku udah lama berharap akan berkerja sama dengan Sara Grup" Prabu tidak menyangka Proposal yang tahun lalu ia ajukan.
"Iya....ini tidak ada campur tangan bini lu...Gue yang baca langsung itu Proposal....Kapan bisa mengadakan kerja sama lu aja yang atur....kita siap kapanpun" Panji Hestama memuji Proposal yang diajukan perusahaan Prabu, Ia sudah lama ingin bekerja sama dengan Kalandra Tecno.
"Rara ajak suami kamu melihat ruangan baru kamu...Mas udah merombak sesuai keinginan kamu....lantai 30 ya Ra.....Mas pulang dulu ketemu boboboy" Panji pamit pulang bertemu anak istrinya. boss hidupnya bebas.
Masuk keruangan Aurora, ada dua akses untuk masuk menempelkan kartu dan sidik jari, Aurora dan Prabu masuk ke ruangan elegan ini, ruangan Aurora lebih luas dari ruangan Prabu di Kalandra Tecno.
"Rara lebih banyak komputer disini dibandingkan Kalandra Tecno....Abang baru tahu ruangan ini serba canggih" Prabu duduk disofa Jerman pesanan Aurora.
"Aku bekerja siang hari untuk mengakses perusahaan diluar negeri karena kita berbeda waktu....Abang bisa masuk kapanpun...aku stay disini selalu" Aurora menyeduh kopi kesukaan Prabu dengan mesin penyeduh kopi ruangannya.
"Abang bangga pencapaian kamu sekarang.... Keluarga kamu menerima Abang dengan tangan terbuka....Abang tidak ingin menghalangi karir kamu" Prabu menyesap kopi buatan istrinya.
"Abang Gaza kerja disini lebih fleksibel....aku tetap bisa mengawasi anak-anak....nanti soal bekal aku kirim lewat Serena....kita harus sabar mencari celah kesalahan mereka" Aurora mengusap lengan Prabu, menenangkan pikiran suaminya.
"Nikmat tuhan mana lagi Abang dustakan....istri cantik...baik...pandai memasak...hot diran...." Ucapan Prabu terpotong bekapan tangan istrinya.
"Abang Gaza....ini masih pagi" Wajah Aurora memerah menahan malu.
"Iya....kamu suka main malam....Abang tunggu kejutan nanti malam sayang....Abang pamit ke kantor dulu nanti makan siang Abang kesini" Prabu pamit mencium kening istri, Aurora menyalami tangan suaminya.
__ADS_1
"Semoga rezeki yang Abang cari diberkahi Allah" Aurora selalu berdoa semoga suaminya dilindungi.